Terapkan Tips Sukses Percaya Diri Presentasi di Kampus, Kantor, maupun Organisasi

Tidak bisa dipungkiri saat kita tampil, kita sering mengalami demam panggung. Hal ini merupakan persoalan yang sifatnya personal , dan melekat pada diri seorang pembicara. Berbicara pada satu dua orang tentu berbeda dengan berbicara kepada 20 orang, bahkan sampai ribuan orang. Berbicara yang hanya menjawab ketika sedang duduk diam tentu berbeda dengan berbicara saat berdiri di depan audiens. Biasanya timbul rasa gugup, gemetar, dag dig dug di dada sampai keringat dingin saat menyampaikan materi. Bagaimana mengatasi rasa takut, grogi yang biasanya disebut dengan demam panggung?

  1. Persiapan

Salah satu penyebab rasa takut atau grogi adalah kekurangan persiapan. Sebelum tampil, cobalah untuk persiapkan apa yang akan dibicarakan nanti. Persiapan ini bukan hanya buat materi yang baik tapi juga latihan.

Demam panggung biasanya terjadi karena kita kurang terbiasa tampil membahas materi itu di hadapan banyak orang. Apabila Anda diminta tampil menyanyikan lagu Indonesia Raya, rata-rata kebanyakan kita pasti bisa. Hal ini karena kita sudah hafal lagunya dan sering menyanyikannya.

Sama dengan materi yang kita bawakan. Kalau sudah sering disampaikan, biasanya lebih percaya diri. Apalagi kalau latihannya sering dilakukan di depan banyak orang. Bahkan, ketika tampil untuk materi-materi baru yang belum pernah dibawakan, atau audiens yang tingkat levelnya tinggi.

Oleh karena itu, perlu banyak berlatih dan ditonton rekan untuk diberikan penilaian. Apa yang kurang dari kita nantinya bisa kita perbaiki sehingga saat tampil Anda benar-benar perfect.

Datanglah lebih awal di tempat acara untuk melihat setting dan posisi terbaik dalam melakukan presentasi, mencoba alat-alat yang akan dipergunakan saat presentasi sehingga lebih menguasai panggung.

  1. Setting Mindset

Biasanya rasa gugup datang saat kita menunggu giliran untuk tampil. Boleh jadi yang ada dipikiran kita, audiens adalah orang-orang yang berilmu atau punya kelebihan atau orang yang status sosial ekonominya lebih tinggi. Ini merupakan kondisi lain yang membuat kita  tampak kecil dan kerdil.

Terkadang kita menciptakan ketakutan-ketakutan sendiri dalam pikiran kita sehingga muncul hal-hal negatif. Kita merasa miskin, bodoh, tidak berdaya, berat badan tidak ideal dan lain sebagainya. Munculkan suara hati Anda (self talk) yang positif.  Setiap orang punya kelebihan dan keunggulan termasuk diri Anda. Mungkin orang lain lebih jago dalam urusan memimpin perusahaannya di bidang manufacture, tetapi Anda lebih jago dalam urusan menyampaikan materi Anda di atas panggung.

Syukuri berbagai kenikmatan dan kelebihan yang pernah Anda terima. Hadirkan berbagai mimpi yang ingin Anda raih. Abaikan standar orang lain karena setiap orang punya standar kehidupan yang berbeda.

Yang perlu Anda ingat sebelum tampil adalah audiens ingin Anda berbicara dengan baik dan membuat mereka senang. Bayangkanlah mereka sebagai orang-orang yang membutuhkan Anda. Penuhi pikiran Anda dengan pikiran positif saja mengenai hasil penampilan Anda. Ini jadi sangat efektif untuk hidup mereka. Bila memungkinkan, cobalah untuk bertemu dengan beberapa peserta sebelum Anda berbicara. Jabat tangan dan tataplah mata mereka, kenalkan diri Anda. Ucapkan terima kasih atas kedatangan mereka. Kehangatan dan kedekatan Anda bisa mencairkan suasana seolah Anda berbicara dengan teman lama Anda.

SETTING MIND SET= KEUNGGULAN ANDA+MEREKA BUTUH ANDA+ MEREKA TEMAN LAMA

  1. Lakukan kegiatan yang mengundang rileks

Cobalah tebarkan senyum dan tatapan yang paling ramah. Saat Anda tersenyum, tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa lebih baik dan tenang. Selain itu, hormon itu juga meningkatkan sirkulasi darah di wajah yang membuat kita lebih nyaman. Tersenyum juga memengaruhi suasana hati dan emosi ke arash yang lebih positif.

Berdoalah. Karena dengan berdoa, Tuhan memberikan kekuatan tambahan bagi Anda untuk lebih berani dan tenang menghadapi audiens.

Ekspresikan kegembiraan dan gairah Anda. Audiens akan memberi reaksi terhadap gejolak yang nyata dan gairah Anda dan mereka merasa tersanjung oleh sikap antusias tersebut. Hasilnya, audiens Anda akan lebih menyukai Anda, dan Anda akan mampu membangun kredibilitas Anda.

Tips Membuka Presentasi yang Asyik via pexels.com

Tips Membuka Presentasi yang Asyik

Kemampuan berbicara di depan umum atau dikenal dengan public speaking wajib dimiliki oleh siapapun yang ingin sukses. Orang yang sukses, hebat, dan ahli dibidangnya biasanya menjadi rujukan atau role model banyak orang. Pada saat itulah, mau tidak mau, suka atau tidak suka, jika Anda adalah mereka, Anda akan dipaksa untuk hadir sebagai pembicara. Melakukan presentasi yang baik merupakan salah satu kewajiban yang harus dikuasai oleh siapapun, baik atasan maupun bawahan. Presentasi yang baik harus dimulai dari awal yang baik. Pembukaan presentasi yang baik akan membuat kita lebih percaya diri dalam menyelesaikan materi presentasi. Berikut beberapa tips membuka presentasi yang asyik.

  1. Ucapkan Salam

Ucapkan salam sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Misalnya Hallo, selamat pagi, selamat siang, selamat malam, atau hai guys atau mungkin sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Pada saat salam diucapkan dengan antusias dan tunggu respons dari audiens. Dengarkan jawaban mereka, hirup energi positif dari audiens melalui salam yang mereka ucapkan.

  1. Hindari Awal Yang Negatif

Hindarilah saat awal-awal presentasi dengan perilaku yang negatif. Misalnya, “Ok teman-teman, selamat siang…Bisa handphonenya dimatikan dulu atau selamat siang teman-teman… kalau bisa di belakang jangan ribut ya…”

  1. Pujian

Berikanlah pujian kepada audiens. Contoh: “Terima kasih buat teman-teman yang sudah hadir di sini atau senang sekali berada diantara teman-teman.” Pujian akan membuat audiens merasa senang.

  1. Sebutkan Nama Anda & Jabatan

Menyebutkan nama tidak harus dilakukan kalau memang sudah disebutkan oleh pembawa acara/MC maupun moderator acara.

  1. Manfaat dan Tujuan Presentasi

Agar audiens merasa antusias dengan mengikuti presentasi Anda maka sebutkanlah tujuan dan manfaat presentasi Anda. Misalkan: “Satu jam ke depan kita akan membicarakan pembuatan pizza yang terkenal di seluruh dunia.” Itulah salah satu contoh cara membuka presentasi dengan memberikan sebuah qlue/tujuan dan manfaatnya.

Jika Anda ingin menjadi orang yang memiliki kemampuan presentasi yang baik di depan banyak orang, berlatihlah mulai dari sekarang. Presentasi merupakan salah satu senjata untuk bersaing secara sehat dengan banyak orang. Demikian beberapa tips membuka presentasi yang asyik, semoga semakin meningkatkan communication skill Anda.

Tinggalkan Balasan