Struktur Sel dan Fungsinya

Sejarah dan Definisi Sel

Sel merupakan unit atau zarah terkecil dari suatu makhluk hidup. Istilah sel dikemukakan oleh Robert Hooke yang mengamati sayatan gabus menggunakan mikroskop. Perkembangan tentang sel melahirkan beberapa macam teori tentang sel, yaitu :

  1. Sel merupakan unit struktural dari makhluk hidup – (Jacob Schleiden dan Theodor Schwann).
  2. Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup – (Max Schultze).
  3. Sel sebagai unit pertumbuhan makhluk hidup – (Rudolph Virchow).
  4. Sel sebagai unit hereditas makhluk hidup.

Struktur Sel

Sel secara umum tersusun atas 3 bagian utama, yaitu membran sel, sitoplasma, dan nukleus.

1. Membran sel

Merupakan bagian terluar dari sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Membran ini merupakan selaput yang bersifat selektif permeabel (hanya dapat dilalui oleh molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion). Fungsi membran sel adalah :

  • Sebagai reseptor rangsang dari luar
  • Melindungi isi sel
  • Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel
  • Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimia

Transpor melalui membran dilakukan dengan beberapa mekanisme, yaitu :

2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti sel dan membran plasma. Fungsi dari sitoplasma adalah

  • Sebagai larutan penyangga (buffer)
  • Mampu mengenali dan menghantarkan rangsang
  • Sumber bahan kimia penting sel
  • Tempat terjadinya reaksi metabolisme (biokimia)

3. Nukleus

Nukleus merupakan inti sel yang berperan penting dalam mengendalikan seluruh kegiatan sel.

4. Ribosom

Berperan dalam proses sintesis protein dan polipeptida.

5. Retikulum Endoplasma (RE)

Ada dua macam RE, yaitu RE kasar dan RE halus. RE kasar berperan dalam sintesis protein membran, sekresi protein, dan enzim hidrolitik. RE halus berperan dalam sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dalam sel hati, detoksifikasi dalam sel hati, dan penimbunan ion kalsium.

Baca juga  Sistem Pertahanan Tubuh Pada Manusia

6. Badan golgi

Berperan dalam modifikasi, penimbunan sementara, dan transpor makromolekul, pembentukan lisosom, dan vesikel transpor.

7. Lisosom

Berperan dalam pencernaan makanan, bakteri, dan organel yang rusak.

8. Peroksisom

Berperan dalam bermacam-macam proses metabolik dengan memecah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.

9. Vakuola

Berperan dalam pencernaan, penimbunan senyawa kimia, pembesaran sel, dan keseimbangan cairan. Vakuola pada tumbuhan memiliki ukuran yang sangat besar dan hampir menutupi seluruh sel tumbuhan.

10. Kloroplas

Organela ini hanya terdapat pada sel tumbuhan saja. Berperan dalam proses fotosintesis pengubahan cahaya menjadi energi kimia gula (glukosa).

11. Mitokondria

Berperan dalam proses respirasi seluler, yaitu mengubah energi kimia makanan menjadi energi siap pakai (ATP).

12. Dinding Sel

Hanya terdapat pada sel tumbuhan. Berperan dalam pemelihara bentuk sel dan penyokong skeleton, melindungi permukaan sel, mengikat sel dengan jaringan.

13. Sitoskeleton

Berperan untuk memelihara bentuk sel, perlekatan organel, pergerakan organel dalam sel, dan pergerakan sel.

14. Sentriol

Hanya terdapat pada sel hewan. Berperan dalam proses pembelahan sel.

Source: sukses kuasai materi Biologi SMA

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan