Struktur Organisasi Startup yang Ideal

Seberapa pun ukuran perusahaan, tetap penting untuk mengaturnya karena dua alasan khusus. Pertama, penting untuk mendefinisikan peran dan tanggung jawab setiap individu. Hal ini mencegah adanya kebingungan dan menjaga agar perusahaan tetap sehat. Kedua, rekanan bisnis dan investor mengetahui bahwa organisasi sebuah perusahaan berkaitan erat dengan kesuksesannya. Jika perusahaan memiliki organisasi yang buruk, pihak luar tidak akan memercayai.

Pada gambar di atas, mengembangkan sebuah struktur organisasi yang cukup untuk perusahaan merupakan hal yang sangat penting, baik untuk internal perusahaan maupun pihak-pihak eksternal. Strukturnya bergantung pada tipe dan tahapan perusahaan, semakin besar sebuah perusahaan, makin banyak departemen dan posisi yang dimilikinya. Gambar tersebut merupakan struktur ideal pada tahapan akhir sebuah startup.

Posisi dan Tanggung jawab

Penting untuk menyerahkan tanggung jawab secara jelas dan rapi pada departemen-departemen di dalam startup agar semua berfungsi secara efisien dan efektif. Orang-orang perlu diatur berdasarkan kemampuan mereka, juga sesuai ukuran perusahaannya.

Pada level tertinggi semua startup yang merah sukses, ada enam anggota inti: CEO, STO, CFO, WP Pemasaran, dan COO. Penting untuk mengetahui mana yang dibutuhkan oleh startup di antara posisi-posisi ini karena industri yang berbeda memerlukan anggota inti yang berbeda pula.

CEO (Chief Executive Officer)

CEO adalah pemimpin startup dan bertindak sebagai perwakilan perusahaan tersebut. Umumnya, tanggung jawab CEO meliputi:

  • Merancang dan mengomunikasikan visi perusahaan.
  • Memotivasi anggota tim.
  • Merekrut anggota tim.
  • Meramalkan tren pasar.
  • Menguraikan strategi bisnis perusahaan.
  • Membangun hubungan dengan investor.
  • Mengatur pembiayaan dan anggaran.

CEO merupakan posisi yang paling penting dalam startup. Kualitas CEO sering menentukan apakah perusahaan akan sukses atau tidak. Seorang CEO yang kuat menciptakan tim yang berkontribusi dan percaya pada tujuan perusahaan, dan membentuk kultur perusahaan yang sehat. Di sisi lain CEO yang lemah gagal memotivasi timnya dan bahkan tidak mampu menjual produknya.

CTO (Chief Technology Officer)

CTO bertanggung jawab pada hal-hal berikut:

  • Menyatukan pengembangan produk.
  • Memahami perkembangan teknologi saat ini dan mengadopsinya.
  • Mengelola perkembangan produk.

Jika ingin menjadi founder sebuah startup, tetapi tidak memiliki keahlian untuk mengembangkan ide-ide, dalam hal ini perlu merekrut seorang CTO. CTO pada ahirnya bertanggung jawab pada kualitas produk akhir karena ia mengelola tim rekayasa selama prosesnya. Bagi CTO, penting untuk bertindak, baik sebagai ahli teknologi maupun sebagai seorang pemimpin.

Bagaimanapun belumlah perlu merekrut seorang CTO pada awal pembentukan perusahaan. Biasanya startup merekrut manajer produk dan anggota dewan direksi sebelum merekrut CTO. Metode ini cenderung memotivasi manajer produk, karena startup sangat berisiko dan sulit untuk mempertahankan manajer produk. Jika tidak ada CTO, manajer produk dimotivasi untuk bekerja lebih keras dengan harapan bisa menjadi CTO dikemudian hari. Beberapa tahun setelah masa awal startup, posisi-posisi berikut bisa ditambahkan:

CFO (Chief Financial Officer)

CFO bertanggung jawab atas pelaporan, penggalangan dana, dan penganggaran. Pada tahap-tahap awal startup, ia juga secara umum bertanggung jawab pada penggajian dan sumber daya manusia.

CFO bertanggung jawab untuk:

  • Membentuk strategi penggalangan dana.
  • Membuat keputusan yang berhubungan dengan sumber daya manusia; merekrut dan memecat, menggaji, keuntungan, dan akuisisi.
  • Merumuskan dokumen keuangan.
  • Membahas kesehatan keuangan perusahaan dengan CEO.

WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan)

Wakil presiden penjualan memiliki peran penting untuk menghasilkan keuntungan. Tugas-tugas utamanya adalah:

  • Menghasilkan keuntungan.
  • Mengembangkan strategi pemasaran dengan CMO.
  • Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik.

CMO (Chief Marketing Officer)

CMO bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi pemasaran perusahaan. CMO meliputi kehumasan, riset pasar, dan pencitraan. CMO bertanggung jawab menciptakan wajah perusahaan di depan pihak luar. Tanggung jawabnya ada dalam daftar berikut:

  • Mengembangkan strategi pemasaran.
  • Melasanakan riset pasar.
  • Menciptakan kampanye kehumasan.

COO (Chief Operating Officer)

COO bertanggung jawab atas operasional internal perusahaan. Walaupun begitu, bukan hal biasa bagi startup baru untuk merekrut COO. Peran utama COO adalah:

  • Mengatur perusahaan.
  • Bertindak sebagai penghubung antara karyawan dan CEO.
  • Mengatur bisnis inti.

Sekali lagi, COO dan semua posisi di atas tidak perlu ada pada tahap awal sebuah startup. Kebanyakan CEO awalnya melaksanakan semua tanggung jawab yang dijelaskan di atas. Merekrut anggota tim yang fleksibel dan kreatif merupakan hal yang penting. Pada tahap awal, bukan hal yang aneh jika seorang insinyur untuk sesekali melakukan tugas pemasaran.

BOD (Board of Directors)

Aspek penting dan berpengaruh lainnya dari sebuah startup adalah BOD atau dewan direksi. BOD biasanya ditunjuk oleh pemegang saham perusahaan. Startup tidak meneriman dividen seperti BOD di sebuah perusahaan publik atau BUMN.

Peran BOD

BOD memiliki kekuasaan lebih besar dari CEO sampai tingkatan tertentu. Keterampilan BOD harus lebih mendalam dan luas daripada yang dimiliki CEO. Peran BOD adalah sebagai berikut.

  • Memilih dan menyerankan CEO.
  • Membantu CEO untuk mengembangkan visi perusahaan dan membuat keputusan besar.
  • Memastika perusahaan melewati compliance check yaitu audit yang dilaksanakan untuk memeriksa apakah sebuah perusahaan telah mengikuti aturan dan regulasi yang diterapkan oleh otoritas atau sistem pengendali internal dalam perusahaannya.
  • Mengesahkan putusan CEO, begitu juga strategi dan visi perusahaan secara umum.

BOD memiliki peran integral dalam perusahaan. Jika para direksi tidak cukup berpengalaman, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk memilih bidangnya, mengembangkan produknya, menghasilkan uang, dan menjual produknya.

Struktur BOD

Anggota BOD perlu memiliki pengalaman dan pengetahuan yang kaya. Berikut adalah struktur umum sebuah BOD:

  • Ketua Dewan
  • Dewan internal (umumnya terdiri atas dua atau tiga pejabat eksekutif perusahaan yang masih aktif)
  • Anggota dewan eksternal yang terdiri atas investor dan ahli industri (umumnya satu sampai tiga orang)

Seorang direksi harus mampu menumbuhkan bisnis dengan cepat dan memiliki visi bagi perusahaan yang sama dengan CEO. Penting bagi BOD untuk selalu berdiskusi dengan pihak-pihak dari perusahaan, investor, dan ahli di bidang industri.

Penasihat

Tidak seperti direksi, penasihat tidak dibutuhkan secara legal sebagai salah satu ketentuan mendirikan perusahaan startup. Walaupun begitu penting untuk memiliki penasihat. Berikut kriteria penasihat yang dibutuhkan:

  • Spesialis dengan beragam pengalaman.
  • Memiliki koneksi yang bagus dalam industri.
  • Bukan yang membuat keputusan bisnis bagi startup.
  • Pemegang saham.

Para penasihat memberikan tanggapan dan banyak bantuan lainnya. Daftar berikut merangkum alasan mengapa penasihat sangat penting:

  • Kepercayaan; seorang penasihat secara khusus merupakan orang yang memiliki jaringan luas dan dihormati. Oleh karena itu, para konsumen dan investor akan memiliki kepercayaan yang lebih kuat pada startup jika memiliki penasihat.
  • Penggalangan dana; para penasihat biasanya memiliki pengalaman menggalang modal dan bisa menyediakan jaringan angel investor dan venture capitalist yang bisa menjadi target penggalangan dana.
  • Jaringan; seorang penasihat juga bisa menghubungkan calon konsumen dan pengusaha melalui jaringannya.
  • Rencana bisnis; para penasihat bisa memberikan tanggapan untuk rencana bisnis penting dan menyarankan cara-cara untuk mengembangkannya.
  • Operasional bisnis; para penasihat bisa membantu masalah operasional sehari-hari seperti konsumen dan anggota tim yang sulit.
  • Perekrutan; para penasihat memiliki jaringan profesional yang luas dengan banyak orang berbakat yang bisa direkrut oleh

Source: Startup Pedia (Anis Uzzaman)

Tinggalkan Balasan