Strategi Menjual Produk Berbeda Kepada Orang Yang Sama

Dalam mengembangkan bisnis, alangkah baiknya jika kita selalu melakukan  perburuan. Ketika telah berhasil memenangkan pasar baru atau memiliki jumlah pelanggan yang banyak, segera lakukan pengembangan dengan cara menjual produk berbeda kepada orang yang sama. Ini merupakan salah satu cara yang mudah, murah, dan efektif, yang bisa meningkatkan penjualan.

Pasalnya, pelanggan telah mengetahui kualitas produk kita. Mereka percaya pada kita. Kepercayaan yang telah terbangun memudahkan kita menjual produk baru kepada basis pelanggan yang sudah dimiliki sekarang. Yang harus kita lakukan adalah mengelola pelanggan-pelanggan tersebut dan menjual lebih banyak produk atau jasa kepada mereka dengan cara berikut.

1. Penjualan Sugestif

Ketika pelanggan mendatangi kita, mereka berarti sudah memiliki keinginan membeli. Mereka siap mengeluarkan uang. Kita hanya perlu menyarankan pembelian ekstra sehingga jumlah pembelian bertambah. Misalnya, para kasir mini market selalu menanyakan pertanyaan yang sama, “Pulsanya sekalian, Kakak?” Cara ini tentu saja baik apabila tidak terdengar memaksa. Lebih efektif lagi jika kita menawarkan produk yang masih berkaitan dengan produk utama yang dibeli konsumen seolah-olah kita berusaha meningkatkan manfaat produk tersebut.

  • Menjual meja, sarankan kursi.
  • Menjual sweater, sarankan syal.
  • Menjual asuransi, sarankan perencanaan keuangan.

2. Meningkatkan Pembelian

Jika pelanggan menyukai model awal produk kita, kemungkinan besar ia juga menyukai produk kita lainnya. Selain meningkatkan pembelian, cara ini bagus untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan terhadap merek. Misalnya, pelanggan menyukai smartphone Samsung. Kemungkinan besar ia lebih memilih membeli tablet Samsung. Kelak ketika tidak ada lagi produk baru yang kita ciptakan untuk jangka waktu tertentu, kita bisa meningkatkan pembelian dengan menjual aksesoris sampingan dari produk awal.

3. Menjual Paket Lengkap

Semakin mudah dan nyaman bisnis kita, semakin pelanggan menyukainya. Sepasang pengantin baru tentu lebih senang bila paket Wedding Organizer yang kita kelola menawarkan paket gedung lengkap dengan catering, dekorasi, sampai MC acara. Dalam bisnis waralaba makanan, banyak entrepreneur menjual paket-paket lengkap, misalnya ayam, nasi, dan minuman sekaligus.

4. Insentif

Semua orang senang diberi gratis, bahkan setengah harga pun sudah mampu membuat hati berbunga-bunga. Mengapa tidak mencobanya dengan produk kita? Kita pasti pernah melihat atau mendengar promo seperti berikut.

  • Beli Satu Gratis Satu!
  • Beli Satu Roti, Dapatkan Roti Kedua dengan Setengah Harga.
  • Beli Satu Gelas Minuman Dingin, Gratis Donat Gula.
Baca juga  Pentingnya Meningkatkan Skills, Membuat Diferensiasi, dan Memanfaatkan Pengalaman Dalam Berbisnis

Selain untuk berburu bisnis baru atau mendorong lebih banyak pembelian, pemberian insentif menjadikan kita citra yang baik. Triknya, carilah hadiah menarik bagi pangsa pasar sasaran kita.

5. Pengembangan Rotasi

Pengembangan rotasi dilakukan dengan menanyakan jad wal rutin konsumen. Misalnya, kita hendak membuka jasa potong rambut. Jika tempat kita hanya mampu menampung tiga pelanggan, berapa banyak kita akan kehilangan pelanggan? Untuk mengatasinya, lakukan rotasi.

Caranya, pelanggan harus membuat janji dulu untuk menentukan giliran potong rambut. Aturlah jadwal untuk masing-masing pelanggan sehingga tidak akan terjadi yang namanya kehilangan pelanggan.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan