Strategi Diferensiasi Produk Menghadapi Produk Pesaing

Dengan melakukan diferensiasi produk, terutama dalam menghadapi pesaing, produk kita bisa jadi lebih awet, lebih besar, lebih murah, dan masih banyak lagi keunggulan lain dibandingkan produk pesaing. Namun, kemajuan teknologi saat ini mengakibatkan banyak produk menjadi suatu “komoditas”. Dalam dunia komoditas, produk yang baru diperkenalkan pada hari Senin akan diketahui seluruh dunia pada hari Selasa. Kemudian, produk itu diteliti di hari Rabu, ditiru pada hari Kamis, dan tiruan nya diluncurkan pesaing di hari Jumat.

Produk kita bisa jadi memiliki diferensiasi, tetapi tidak berbeda jauh dengan produk pesaing. Maka, kita harus menciptakan persepsi bahwa produk atau jasa kita berbeda dari jasa milik pesaing. Coba lihat sabun Dove. Meski ia datang terakhir setelah Lux, Lifeboy, dan Biore, Dove tetap memiliki posisi mapan. Perhatikan lebih saksama iklannya: “Dibuat dengan seperempat krim pembersih”. Itulah yang membuat ia berbeda. Dove menciptakan persepsi sebagai sabun yang lembut, pembersih wajah yang sempurna, dan cocok untuk memelihara kelembutan kulit.

Bagaimana cara Dove melakukan hal tersebut? Kuncinya, menciptakan perbedaan yang unik. Untuk itu, kita harus memecah produk dalam tiga bagian berikut.

Produk Aktual

Produk aktual adalah barang yang kita terima setelah melakukan transaksi pembayaran. Misalnya, ketika membeli shampo maka kita mendapat botol shampo dan isinya. Atau ketika membeli tiket pesawat, kita menerima secarik kertas atau surat elektronik.

Produk Inti

Produk inti adalah manfaat utama dari produk yang kita terima.

Misalnya,

sampo = rambut yang bersih.

Tiket pesawat = tempat duduk untuk berpindah dari satu kota ke kota atau negara lain.

Produk yang Ditingkatkan

Produk yang ditingkatkan adalah perbedaan unik produk. Misalnya, sampo khusus untuk rambut hitam lurus, rambut berkilau, rambut bebas ketombe, dan masih banyak lagi. Sementara, untuk pesawat bisa berarti tempat duduk kelas satu, makan siang/malam, atau tanpa delay.

Sekarang, analisislah produk yang akan kita luncurkan dengan memecahnya menjadi tiga bagian produk. Ingat, semua orang mampu menjual manfaat sederhana dari produknya, namun perbedaan karakteristik produk yang seharusnya kita promosikan.

Penelitian dari Young & Rubicam, Inc; sebuah kantor periklanan global terhadap ribuan merek dan cara konsumen menerima merek tersebut.

  • Merek-merek baru mampu mencapai sukses jika merek tersebut sangat berbeda. Bahkan, meskipun tingkat kesadaran konsumen dan kredibilitas merek itu masih rendah.
  • Merek yang kehilangan pangsa pasar adalah merek yang kurang memiliki diferensiasi di benak konsumen.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan