Sistem Periodik Unsur (SPU)

A. Sistem Periodik Modern

Sistem ini disusun berdasarkan konfigurasi elektron (nomor atom) dari atom unsur-unsur. Pengelompokan dibagi menjadi baris (perioda) dari kiri ke kanan dan kolom (golongan) dari atas ke bawah. Sehingga unsur dengan jumlah kulit sama terletak pada perioda sama, sedangkan unsur-unsur dengan struktur elektron terluar (elektron valensi sama) terletak pada golongan sama. Sifat kimia ditentukan struktur elektron valensi sehingga unsur-unsur dalam golongan sama memiliki kemiripan sifat. Penggolongan unsur dibagi menjadi golongan unsur utama(A), unsur transisi (B) dan unsur transisi dalam.

1. Golongan Utama (A), meliputi:

a) golongan IA disebut golongan alkali;

b) golongan IIA disebut golongan alkali tanah;

c) golongan IIIA disebut golongan boron/aluminium;

d) golongan IVA disebut golongan karbon/silikon;

e) golongan VA disebut golongan nitrogen/fosfor;

f ) golongan VIA disebut golongan oksigen/sulfur;

g) golongan VIIA disebut golongan halogen;

h) golongan VIIIA/O disebut golongan gas mulia/gas inert.

2) Golongan Transisi (B), meliputi:

Golongan IB sampai dengan VIIIB.

Sistem Periodik Unsur Lengkap Image by seputarilmu.com

B. Sifat Periodik Unsur

1. Jari-jari atom

Jari-jari atom menghubungkan jarak antara inti atom dan elektron terluar

  • Dalam satu golongan jari-jari atom dari atas ke bawah makin besar. Karena jumlah kulit dari atas ke bawah makin banyak meskipun muatan inti bertambah positif, maka gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah.
  • Dalam satu periode jari-jari atom dari kiri ke kanan makin kecil. Meskipun jumlah elektron dari kiri ke kanan bertambah tetapi masih menempati kulit yang sama. Bertambahnya muatan positif dalam inti menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron makin kuat. Akibatnya jari-jari atom makin kecil.

2. Energi ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimal yang dibutuhkan untuk melepaskan 1 elektron terluar dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya.

  • Dalam satu golongan energi ionisasi dari atas ke bawah makin kecil, karena jari-jari atom bertambah besar. Meskipun jumlah muatan positif dalam inti bertambah tetapi gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin lemah karena jari-jari makin panjang. Akibatnya energi ionisasi makin berkurang.
  • Dalam satu periode energi ionisasi unsur dari kiri ke kanan makin besar. Bertambahnya jumlah muatan positif dalam inti dan jumlah kulit tetap menyebabkan gaya tarik inti makin kuat. Akibatnya energi ionisasi makin bertambah.
Baca juga  Stoikiometri : Konsep Mol, Rumus Molekul dan Kadar Unsur Dalam Senyawa

3. Afinitas elektron

Afinitas elektron adalah energi yang terlibat (dilepas atau diserap) ketika satu elektron diterima oleh atom suatu unsur dalam keadaan gas.

  • Dalam satu golongan afinitas elektron unsur dari atas ke bawah makin berkurang. Muatan inti bertambah positif, jari-jari atom makin besar, dan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin lemah. Akibatnya afinitas elektron berkurang.
  • Dalam satu periode afinitas elektron unsur dari kiri ke kanan cenderung bertambah. Muatan inti bertambah positif sedang jumlah kulit tetap menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin kuat. Akibatnya afinitas elektron cenderung bertambah.

4. Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kecenderungan/kemampuan atom untuk menarik elektron dalam suatu ikatan kimia. Semakin besar keelektronegatifan suatu atom berarti dalam ikatan kimia atom tersebut cenderung menarik elektron dari atom yang lain. Unsur-unsur golongan VIIIA (Gas Mulia) sulit membentuk ikatan kimia/tidak reaktif, jadi keelektronegatifannya sangat rendah.

  • Dalam satu golongan keelektronegatifan unsur dari atas ke bawah makin berkurang. Jumlah muatan inti bertambah positif jumlah kulit bertambah maka kemampuan inti untuk menarik elektron menjadi lemah. Akibatnya keelektronegatifan unsure makin lemah.
  • Dalam satu periode keelektronegatifan unsur dari kiri ke kanan cenderung naik. Muatan inti bertambah positif jumlah kulit tetap, menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron makin kuat. Akibatnya kemampuan atom untuk menarik elektron makin besar.

5. Sifat logam

Sifat logam dipengaruhi energi ionisasi dan afinitas elektron, sehingga dibagi menjadi 3 bagian yaitu logam, metalloid, dan non logam. Unsur Logam mempunyai energi ionisasi kecil sehingga mudah melepas elektron membentuk ion positif. Unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron besar sehingga mudah menarik elektron membentuk ion negatif.

  • Dalam satu golongan sifat logam unsur bertambah dari atas ke bawah. Dari atas ke bawah energi ionisasi unsur berkurang sehingga makin mudah melepas elektron, sifat logam bertambah.
  • Dalam satu periode sifat logam berkurang dari kiri ke kanan. Energi ionisasi unsur bertambah dari kiri ke kanan, sehingga makin sulit bagi unsur untuk melepas elektron. Berarti sifat logam makin berkurang.
Baca juga  Materi Lengkap Ikatan Kimia

Sifat Periodik Unsur-Unsur : sifat-sifat yang berhubungan dengan letak unsur dalam sistem periodik yang berubah dan berulang secara beraturan sesuai kenaikan dengan nomor atom unsur.

Source: Maestro Bank Soal Kimia

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan