Sistem Gerak Manusia

Hewan memiliki alat gerak sehingga memungkinkan mereka untuk berpindah tempat dan bergerak. Alat gerak pada hewan dibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Alat gerak pasif adalah alat gerak yang tidak memiliki kemampuan untuk berkontraksi, contohnya adalah tulang (rangka). Sedangkan alat gerak aktif memiliki kemampuan untuk berkontraksi, contohnya adalah otot.

A. Rangka

Rangka merupakan susunan tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu. Rangka pada hewan vertebrata berupa rangka dalam (endoskeleton). Fungsi adanya rangka adalah :

  • Sebagai penopang dan penunjang tegaknya tubuh
  • Memberi bentuk tubuh
  • Melindungi bagian tubuh yang lunak
  • Sebagai alat gerak pasif
  • Tempat melekatnya otot rangka
  • Sebagai tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral

Tulang tersusun atas komponen air (25%), zat organik berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium fosfat dan sedikit garam magnesium (45%). Berdasarkan bentuk dan jenis tulangnya dibedakan menjadi :

  • Tulang pipa, tulang pipa berbentuk seperti tabung dan kedua ujungnya bulat (epifisis) dan bagian tengahnya disebut diafisis. Terdapat sumsum tulang di bagian dalam tulang. Contohnya: tulang paha, lengan atas, dan lengan bawah.
  • Tulang pendek, tulang ini berbentuk pendek seperti kubus tak beraturan. Contohnya: tulang telapak tangan dan kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.
  • Tulang pipih, tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Contohnya: tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua macam, yaitu

  • Tulang rawan (Kartilago), tersusun atas sel-sel tulang yang mengeluarkan matriks disebut kondrin yang dihasilkan oleh kondroblas (sel pembentuk kartilago). Sel tulang rawan disebut dengan kondrosit. Matriks pada tulang rawan umumnya adalah hialin yang homogen dan jernih, sedangkan matriks yang berserabut lebih banyak mengandung zat kolagen. Contohnya: tulang ujung hidung, daun telinga, dan persendian.
  • Tulang keras (Osteon), tulang ini memilki matriks berupa senyawa kapur dan fosfat yang menyebabkan tulang ini menjadi keras. Sel tulang keras disebut dengan osteosit. Tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons (berongga).

Rangka pada manusia dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu

  • Skeleton Aksial, skeleton aksial adalah skeleton yang menyusun sumbu tubuh. Rangka ini meliputi tengkorak, ruas-ruas tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.
  • Skeleton Apendikuler, skeleton apendikuler terdiri atas tulang anggota gerak atas dan bawah. Tulang anggota gerak (tungkai) atas tersusun atas: tulang lengan atas (humerus), tulang pengumpil (radius), tulang hasta (ulna), pergelangan tangan (karpal), telapak tangan (metakarpal), dan ruas jari tangan (falanges). Tulang anggota gerak bawah tersusun atas: paha (femur), tempurung lutut (patela), tulang kering (tibia), tulang betis (fibula), ruas pergelangan kaki (tarsal), telapak kaki (metatarsal), dan ruas jari kaki (falanges).

 

Persendian (Artikulasi)

Persendian atau artikulasi merupakan hubungan antar tulang sehingga setiap tulang dapat melakukan fungsinya dengan baik. Artikulasi berdasarkan sifat geraknya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartosis.

  • Sinartrosis

Sinartrosis adalah hubungan antar kedua ujung tulang yang dilekatkan oleh suatu jaringan ikat yang kemudian mengalami osifikasi (penulangan), sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. Contohnya adalah hubungan antar tulang tengkorak. Ada dua jenis sinartrosis, yaitu sinkondrosis (hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin) dan sutura (hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat).

  • Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah hubungan antara kedua ujung tulang yang dihubungkan oleh jaringan kartilago, sehingga memungkinkan tetap adanya sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu simfisis (sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih) dan sindesmosis (sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen). Contohnya sendi antara tulang betis dan tulang kering.

  • Diartrosis

Diartrosis adalah hubungan antartulang yang satu dengan tulang yang lain yang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan tulang tersebut secara lebih bebas.

Menurut arah gerakannya, artikulasi dibedakan menjadi sendi peluru, sendi engsel, sendi pelana

  • Sendi peluru, jika terjadi gerakan ke segala arah. Contohnya: hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hubungan antara tulang panggul dengan tulang paha.
  • Sendi engsel, jika arah gerakannya hanya satu arah seperti engsel pintu. Contoh: hubungan tulang atau sendi pada siku dan pada lutut.
  • Sendi putar, jika arah gerakannya dapat mengitari tulang lainnya. Contoh: hubungan antara tulang atlas dan tulang pemutar sehingga kepala dapat bergerak berputar.
  • Sendi pelana, jika tulang yang satu dapat bergerak ke dua arah seperti orang naik kuda. Contoh: hubungan antar ruas jari tangan dengan telapak tangan, antara tulang-tulang jari kaki dan telapak kaki.

Kelainan bentuk rangka tubuh manusia

  • Artritis eksudatif (peradangan pada sendi karena terisi cairan nanah).
  • Artritis sika (peradangan pada sendi sehingga rongga sendi kering).
  • Nekrosis (kerusakan pada selaput tulang).
  • Layuh sendi (keadaan tidak bertenaga pada sendi karena rusaknya cakraepifisis tulang anggota gerak).
  • Rakhitis (gangguan tulang karena kekurangan vitamin D).
  • Osteoporosis (tulang kurang keras karena kekurangan hormon sehingga mudah rapuh).
  • Lordosis (bagian leher dan panggul terlalu membengkok ke depan).
  • Kifosis (bagian punggung terlalu membengkok ke belakang).
  • Skoliosis (bagian punggung membengkok ke kanan atau ke kiri).
  • Fisura (retak tulang).
  • Fraktura (patah tulang).
  • Dislokasi (sendi bergeser dari kedudukan semula).
  • Reumatoid (penyakit kronis yang terjadi pada jaringan penghubung sendi yang membengkak dan terjadi kekejangan otot).

B. Otot

Otot merupakan alat gerak aktif dan mempunyai 3 ciri spesifik, yaitu kontraktibilitas (kemampuan untuk memendek atau berkontraksi), ekstensibilitas (kemampuan untuk memanjang dari ukuran semula), dan elastisitas (kemampuan otot untuk kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi atau ekstensi). Otot dibedakan menjadi 3 macam, yaitu otot polos, otot lurik, otot jantung.

  • Otot polos

Tersusun oleh sel-sel otot berinti satu di tengah. Miofibril berwarna polos. Kerjanya lambat, tidak sadar, beraturan, dan tidak mudah lemah. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan, saluran pernafasan, dan pembuluh darah.

  • Otot lurik atau rangka

Otot ini melekat pada rangka. Tersusun atas serabut-serabut otot yang berinti banyak, tampak bergaris-garis, terdapat warna gelap dan terang yang tersusun teratur. Otot ini bekerja di bawah kesadaran, kontraksinya cepat, tidak teratur, dan mudah lelah. Fungsi otot rangka adalah untuk menggerakkan rangka.

  • Otot jantung

Otot jantung hanya terdapat di jantung. Otot ini secara anatomis memiliki ciri seperti otot lurik, namun hanya berinti satu di tengah dan mempunyai cabang-cabang yang menghubungkan dengan sel-sel lain. Otot jantung bekerja di luar kesadaran, lambat, teratur, dan tidak mudah lelah.

Dalam menghasilkan gerak, otot selalu bekerja secara berpasangan. Jika suatu otot berkontraksi menghasilkan gerak dengan arah tertentu, maka otot pasangannya akan menghasilkan gerak dengan arah berlawanan. Dua otot yang bergerak secara berlawanan disebut otot antagonis. Beberapa otot antagonis antara lain:

  • Ekstensi – Fleksi

Ekstensi adalah gerak meluruskan, sedangkan fleksi adalah gerak menekuk. Misalnya gerak pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari.

  • Abduksi – Adduksi

Abduksi adalah gerakan menjauhi badan, sedangkan adduksi adalah gerakan mendekati. Contoh: gerak tangan sejajar bahu (abduksi) dan sikap sempurna (adduksi).

  • Depresi – Elevasi

Depresi adalah gerak menurunkan, sedangkan elevasi adalah gerak mengangkat. Contoh: gerak kepala menunduk dan menengadah.

  • Supinasi – Pronasi

Supinasi adalah gerak menengadahkan tangan, sedangkan pronasi adalah gerak menelungkupkan tangan. Selain otot antagonis, terdapat pula otot sinergis, yaitu otot yang kerjanya saling menunjang seperti otot pronator teres dan pronator kaudatus, bila keduanya berkontraksi maka tangan akan menelungkup.

Ganguan pada Otot

  • Atrofi otot (penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan berkontraksi).
  • Hipertrofi otot (otot menjadi lebih besar dan kuat karena sering digunakan).
  • Kaku leher (stiff).
  • Tetanus (kekejangan pada otot yang disebakan oleh bakteri tetanus).
  • Distrofi otot (penyakit kronis pada otot sejak anak-anak).

Source: sukses kuasai materi Biologi SMA

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan