Siapa Bilang Jomblo Enggak Bisa Jadi Manusia Spesial, Sobat Muda Bisa Kok Jadi Jomblo Terhormat, Jomblo Mulia

Siapa sih yang enggak mau jadi hafiz Quran? baik yang jomblo, masih bocah, sudah menikah, atau sudah bercucu juga pasti pengin jadi hafiz Quran. Para penghafal Al-Quran adalah orang-orang istimewa yang sering dipuji-puji Rasulullah. Di lain kesempatan, beliau juga sering menjelaskan keutamaan-keutamaannya. Pada kesempatan lainnya, beliau sering kali melebihkan mereka dibanding yang lainnya. Spesial deh pokoknya.

Jomblo itu enggak semuanya pantes di-bully orang. Enggak semua jomblo itu ngenes. Ada jomblojomblo tertentu yang justru dihargai. Ada jomblojomblo yang sukses. Ada juga jenis jomblo yang malah enggak berani diledek orang lain, enggak berani dikatain macem-macem. Di antaranya ya ini, Jomblo Hafiz Quran.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengatakan bahwa salah satu cara mengagungkan Allah adalah memuliakan para penghafal Quran, para hafiz Quran. Artinya, kalau kita memuliakan para penghafal Al-Quran, itu artinya kita juga mengagungkan Allah. Sebaliknya, kalau kita merendahkan mereka, mem-bully mereka, melecehkan mereka, kira-kira gimana tuh?

Masa sobat muda enggak mau jadi jomblo yang hafiz Quran sih? Masa sobat muda betah sih jadi jomblo ngenes mulu? sobat muda sebenarnya bukan hanya bisa jadi jojoba alias jomblojomblo bahagia, malah lebih dari itu, sobat muda bisa kok jadi jomblo terhormat, jomblo mulia. Salah satunya dengan menghafal Quran.

Jomblo Berkualitas: Hafiz Quran

“Siapa yang menjamin?”

Siapa lagi kalau bukan Allah swt. Di saat orang lain panen dosa karena pacaran kelewat batas, kita justru sebaliknya. Dengan menghafal Quran, kita berarti panen pahala kebaikan.

“Tahu eng gak, pahala membaca Quran itu bagaimana hitungan nya?”

Pahala bacaan Quran itu dihitung per huruf, Mblo! Dalam satu hurufnya, kita minimal dikasih sepuluh pahala. Jadi, kalau seorang jomblo mampu menghafal Al-Quran 30 juz, sementara jumlah huruf-huruf di dalam Quran itu terdiri lebih dari 300.000 huruf, berarti sekali khatam bacaannya, ia bakal dapat lebih dari tiga juta pahala. Amazing sekali, Mblo!

Membaca AlQuran via pixabay.com

Di dunia, mereka mungkin terlihat senang dan bahagia, dunia seakan milik mereka sehingga kehidupan kita seakan jauh di bawah mereka. Tapi di akhirat nanti, giliran kita yang bahagia.

Sebagaimana dikatakan Siti Aisyah ra., jumlah derajat surga itu sama dengan jumlah ayat-ayat Quran. “Ayat-ayat Quran ada berapa?” Ayat-ayat Quran sebagaimana kita hitung di dalam mushaf kita terdiri atas 6.236 ayat sehingga—kata Siti ‘A’isyah ra.— yang paling tinggi derajatnya di surga nanti adalah para penghafal Al-Quran. Semakin banyak ayat-ayat yang dihafal, semakin tinggi juga derajatnya nanti. Enggak ada yang bisa melebihi derajat penghafal Quran di surga nanti, kecuali para nabi dan orang-orang super saleh.

Kalau mau jadi jomblo berkualitas—sekali lagi— mending jadi hafiz quran

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

Menghafal Quran kan juga termasuk mempelajarinya, bahkan yang pertama dilakukan Nabi shallallahu alaihi wasallam. kemudian disusul oleh sahabat-sahabatnya. Ketika turun ayat-ayat Quran, ya enggak lain kecuali menghafalkannya terlebih dulu. Mereka enggak langsung mempelajari makna dan kandungannya, tapi dihafalkan dulu, baru kemudian dipahami maknanya.

Jadi, manusia yang paling baik, berkualitas dan berkelas, merekalah yang belajar Quran dan mengajarkannya, termasuk menghafalkannya.

Jadi, sobat muda enggak perlu iri sama orang lain yang tiap hari pacaran, gandengan tangan sama pacarnya, belanja bareng, nraktir pacarnya, atau dua-duaan di tempat sepi. Kita lebih pantas iri sama para pelaku kebaikan. Iri tuh sama bocah usia 5 tahun, tapi sudah menghafal Quran. Sobat muda sudah berapa tahun baru hafal berapa juz?

Kita pasti pernah mendengar apa kata Imam Syafi’i. Beliau berkata kalau ilmu itu tidak akan diberikan kepada orang-orang yang suka bermaksiat. Hafalan Quran itu kan ilmu, bahkan ilmu yang paling mulia, sementara pacaran adalah salah satu bentuk maksiat. Jadi, kemungkinan besar dua hal ini enggak bisa menyatu. Itulah kenapa penulis mempersembahkan buku berisi ajakan untuk para jomblo agar mau menghafal Quran. Soalnya, kalau penulis ngajak yang pacaran buat ngafal Quran, sepertinya akan susah, kecuali yang diajak itu benar-benar tobat pacarannya.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa yang pacaran itu susah diajak menghafal Quran.

Jomblo Berkualitas Hafiz Quran via pexels.com

Pertama, waktunya habis buat pacaran.

Bagaimana bisa menghafal Quran, waktunya habis buat pacaran. Susah banget pokoknya kalau ngajak yang pacaran karena waktu mereka terus-terusan digunakan untuk pacaran. Dikit-dikit ketemuan, jalan-jalan, makan bareng, belanja bareng, dan biasanya enggak cuma sepuluh dua puluh menit, udah berjam-jam, baru pulang. Nyampe rumah, pasti capek. Boro-boro untuk ngafalin Quran, salat lima waktu aja berat kayaknya. Memang sih, enggak tiap waktu keluar sama pacar, pasti ada waktu buat di rumah. Tapi kan, walaupun jauh sama pacar, teleponan enggak pernah kelewat, chatting-an jalan terus. Sama aja itu artinya enggak ada waktu.

Kedua, pikirannya susah fokus.

Orang yang pacaran itu biasanya pikirannya enggak bisa fokus buat hal lain, selain pacaran. Tiap hari yang dipikirin, ya pacar. Bahkan, enggak pernah lupa buat nanyain, “Udah bangun belom?”, “Udah sarapan belom?”, “Udah mandi belom?”, “Udah nyampe belom?”.

Ketiga, sering galau.

Yang namanya galau itu biasanya bikin pikiran enggak karuan, termasuk bakal susah dipakai buat ngafalin Quran. Jangankan buat ngafalin, diri sendiri aja kadang bakal lupa dipikirin, ujung-ujungnya sakit, nyusahin diri sendiri, nyusahin orang tua.

Keempat, hafalannya susah masuk, tapi gampang lupa.

Kalau tiga hal tadi benar-benar dikumpulkan, akibatnya adalah hafalannya terasa susah, malah yang sudah dihafal mudah lupa. Kalau sudah begini, kerasa banget susahnya. Bukan Quran yang sebenarnya susah karena Allah sudah menjamin bahwa Quran itu mudah buat dihafalin. Yang susah itu adalah orangnya sendiri. Intinya, kalau enggak dicampuri dengan perbuatan maksiat, Insya Allah Quran itu akan mudah dihafal.

“Terus, bagaimana kalau yang sudah hafal? Boleh eng gak pacaran?”

Wuih, bahaya besar tuh! Hati-hati, bisa-bisa hafalannya hilang atau keberkahannya bakal berkurang. Bukankah dengan Quran berarti Allah sudah memuliakan kita?

Berbahagialah para jomblo karena mempunyai potensi dan kesempatan besar untuk dapat menghafal Al-Quran, kesempatan untuk menjadi seorang hafiz Quran.

Tinggalkan Balasan