Proses Mengajukan Resign Yang Tepat

 Kapan Seharusnya Mengajukan Resign?

Anda mengajukan resign ketika sudah positif diterima di tempat kerja yang baru. Bertanyalah, kapan Anda bisa mulai bekerja di tempat yang baru serta minta waktu untuk mempersiapkan peralihan. Biasanya, perusahaan baru tersebut akan memberi waktu satu hingga dua minggu setelah wawancara atau setelah pemberitahuan Anda diterima bergabung diperusahan mereka.

Di sisi lain, Anda perlu mempersiapkan diri untuk resign dari tempat kerja sebelumnya. Setiap perusahaan memiliki peraturan masing-masing mengenai berapa lama waktu yang diperlukan untuk persiapan resign, terhitung sejak hari Anda mengirimkan surat resign sampai hari terakhir Anda masuk kerja.

Umumnya, dua minggu, namun ada juga satu bulan, sebab Anda perlu menyelesaikan beberapa hal menyangkut pekerjaan yang ditinggalkan, melatih karyawan pengganti sementara, atau menyelesaikan kewajiban-kewajiban lain. Di saat yang sama, pihak perusahaan juga perlu mempersiapkan hal-hal lain, seperti mencari pengganti, menunjuk seseorang yang akan menggantikan Anda, dan mengadakan proses peralihan pekerjaan Anda kepada orang lain.

Ada juga perusahaan yang mengharuskan karyawan yang resign untuk segera meninggalkan mejanya di hari yang sama ketika ia menyerahkan surat resign. Perusahaan yang menerapkan sistem ini bertujuan untuk menjaga keamanan data perusahaan, bahkan ada yang tidak diperkenankan lagi menyentuh komputer/laptop kantor saat sudah menyatakan, baik secara lisan maupun tertulis, ia akan resign. Untuk berjaga-jaga, ada baiknya Anda mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum menyatakan akan resign.

Hal-hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menyatakan Resign

  • Membersihkan drive penyimpanan komputer/laptop yang Anda gunakan dari data dan dokumen pribadi. Jangan sampai sudah meninggalkan kantor lama, masih ada ratusan foto selfie Anda tersimpan di komputer tersebut.
  • Merapikan file di komputer dan dokumen-dokumen lain agar memudahkan pengganti Anda menggunakannya (data klien dan kontak semua stakeholder yang selama ini bekerja sama dengan Anda), buku kas, bon, catatan administrasi lainnya hendaknya tersimpan dan tersusun rapi.
  • Mencari tahu peraturan yang berlaku berkaitan dengan resign: berapa lama tenggat waktu yang diberikan, dokumen apa saja yang perlu disiapkan, dan lain sebagainya.
  • Periksa hak dan kewajiban Anda, misalnya apakah Anda masih mendapatkan bonus hasil kerja Anda tiga bulan yang lalu? Atau mungkin Anda wajib mengembalikan bujet yang sudah Anda pakai? Bagaimana dengan asuransi kerja dan asuransi kesehatan? Dan lain-lain. Apa yang perlu Anda kembalikan dan tidak perlu kembalikan, apa yang Anda lanjutkan pembayarannya.
  • Periksa kondisi dan kembalikan inventaris kantor yang Anda pakai, seperti laptop, kendaraan bermotor, atau tempat tinggal (apartemen, rumah) yang dibiayai pihak perusahaan.

Bagaimana Cara Mengajukan Resign?

Prinsip-prinsip yang berlaku mengenai pengajuan resign ketika Anda ingin beralih profesi sama dengan prinsip pengajuan resign lainnya, yakni melakukannya dengan sopan dan menghormati orang-orang yang telah bekerja bersama Anda sama seperti

Anda menghormati diri sendiri. Cara Anda mengajukan resign menunjukkan kelas dan tingginya nilai-nilai hidup yang Anda anut. Kalau Anda menempatkan diri sebagai profesional kelas dunia akan terlihat dari cara Anda resign, reaksi orang-orang saat Anda berpamitan, dan situasi yang Anda hadapi.

Berikut ini catatan yang perlu Anda perhatikan dalam mengajukan resign:

  • Sebaiknya, nyatakan keinginan Anda untuk resign secara lisan langsung kepada atasan. Anda bisa menghadap ke ruangannya dan berbicara secara pribadi.
  • Surat resign untuk kepentingan dokumentasi, bukan sebagai alat menyampaikan pesan. Jadi, Anda tidak disarankan untuk serta-merta mengirimkan surat resign tanpa menyampaikannya secara lisan terlebih dahulu kepada atasan.
  • Disarankan untuk menutup mulut rapat-rapat sampai Anda siap mengajukan resign. Jangan sampai informasi ini bocor dan terdengar oleh supervisor atau atasan Anda. Ini akan menjadikan suasana dan hubungan Anda dengan rekan-rekan sekerja dan atasan menjadi tidak enak.
  • Sebaiknya atasan mendengar langsung dari mulut Anda daripada mendengarnya dari mulut orang lain, entah karyawan lain apalagi kalau dari klien, mengenai rencana resign ini.
  • Sampaikan maksud Anda untuk resign dengan nada suara normal dan dalam suasana santai. Di zaman sekarang ini, orang masuk-keluar kerja sudah menjadi hal yang biasa. Tidak usah membuatnya menjadi drama yang menyedihkan atau menegangkan.
  • Ucapkan terima kasih secukupnya dan pamitlah dengan sopan santun.
  • Biasanya, atasan akan meminta Anda menyerahkan surat resign saat Anda mengungkapkan keinginan tersebut. Jadi, sebelum memasuki ruangan atasan, Anda bisa membawa serta surat resign dan menyerahkan surat itu setelah Anda menyatakannya secara lisan. Intinya, surat diberikan setelah pernyataan lisan, bukan sebaliknya, memberikan surat resign dulu baru menyatakan secara lisan.

Perlukah Memberi Tahu Alasan Anda Resign?

Jika ditanyakan alasan Anda resign, tidak ada salahnya Anda memberi jawaban. Jagalah agar jawaban Anda tetap positif dan tidak menyebutkan hal-hal detail yang menjadi penyebab Anda berpikir untuk resign (seperti yang Anda temukan dalam pembahasan #1). Sebosan apa pun atau seberapa besar kekesalan hati Anda kepada atasan, sebaiknya Anda menyatakan hal-hal yang umum saja. Anda bisa mengatakan bahwa Anda merasa sudah cukup berkarier di perusahaan itu dan ingin mengembangkan diri di tempat lain.

Menulis Surat Resign

Seperti yang telah Anda ketahui, surat resign dibuat untuk kepentingan dokumentasi perusahaan sehingga isinya hanya berupa pemberitahuan secara formal mengenai pengunduran diri Anda, ucapan terima kasih, dan menyinggung sekilas alasan pengunduran diri disertai dengan harapan Anda akan kesejahteraan kantor di masa selanjutnya. Meski begitu, penulisan surat resign tetap harus mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku umum dalam penulisan surat formal.

Pola Surat Resign Secara Umum

  • Tempat dan tanggal surat itu dibuat
  • Perihal
  • Ditujukan kepada siapa
  • Salam pembuka
  • Isi surat: menyatakan nama Anda, jabatan, mulai bekerja sejak s/d…, mengajukan pengunduran diri, dengan alasan….
  • Mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan harapan baik buat perusahaan di masa depan.
  • Salam penutup
  • Tanda tangan
  • Nama pengirim

Kalau Anda sudah mempersiapkan diri sebelum menyatakan resign dan menyampaikan dengan elegan kepada atasan, maka surat resign cukup ditulis dengan sederhana, tetapi formal. Tidak perlu Anda mencurahkan segala kekesalan Anda kepada atasan atau kekecewaan pada perusahaan panjang lebar. Anda juga tidak perlu mengucapkan terima kasih dan puji-pujian secara berlebihan kepada atasan atau perusahaan di atas kertas surat berwarna pink.

Menghadapi Pimpinan & Rekan Kerja

Meskipun di zaman sekarang orang keluar-masuk suatu perusahaan/organisasi semakin tinggi dan kata resign sudah menjadi hal biasa, namun kadang-kadang reaksi teman sekerja dan atasan Anda tidak selalu positif.

Anda perlu mengenali karakter atasan dalam menghadapi karyawan yang mengajukan resign. Pemimpin yang ideal biasanya mampu menghadapi secara bijaksana dan positif, bahkan kalau ia tahu motivasi karyawannya adalah untuk menantang dan mengembangkan diri di tempat lain, ia akan memberikan dukungan atau malah menawarkan bantuan (memberikan kemudahan) dalam proses kepindahan Anda.

Akan tetapi, tidak semua orang memiliki atasan yang ideal seperti itu. Mungkin malah atasan Anda selalu bereaksi negatif setiap kali ada karyawan yang mengundurkan diri apa pun alasannya. Jika atasan Anda memiliki tipe negatif, sebaiknya Anda mempersiapkan diri menghadapi reaksinya. Sebisa mungkin kendalikan diri Anda dan pertahankan sikap positif. Membalas kemarahan dengan kemarahan, betapa pun Anda berada dipihak yang benar atau tidak melakukan kesalahan, meninggalkan kemarahan di tempat kerja yang lama tidak akan menghasilkan apa pun bagi Anda. Kemarahan yang tidak perlu justru bisa menjadi bumerang yang akan merusak reputasi Anda di masa yang akan datang. Jadi hal terbaik yang bisa Anda lakukan, ucapkan terima kasih kepada atasan, kemas barang-barang Anda dengan tenang, dan pamitlah dengan sopan.

Sekali lagi, pastikan atasan mendengar tentang pengunduran diri Anda dari mulut Anda sendiri. Pimpinan tidak mendengar berita itu dari supervisor atau supervisor mendengar dari karyawan dan dari klien Anda. Ini dapat menimbulkan kesan yang buruk sekali bagi Anda selama sisa waktu Anda di kantor itu. Simpanlah rencana Anda rapat-rapat, kecuali mungkin terhadap orang-orang yang Anda percayai.

Alasan yang Anda sampaikan tentang mengapa resign juga hendaknya alasan yang sama seperti yang Anda sampaikan kepada semua orang. Jangan sampai atasan mendengar alasan yang berbeda dengan yang Anda sampaikan ketika makan siang bersama klien. Ingatlah, kadang-kadang dunia ini terasa kecilsekali, cerita seperti angin yang bisa tersebar dengan cepat.

Akhiri dan Awali dengan Indah

Kebanyakan orang sudah pasti berusaha mempersiapkan diri dengan baik ketika ingin terjun ke dunia kerja. Mereka membuat surat lamaran kerja, menyiapkan CV dan resume yang mengesankan, menjaga sikap ketika dipanggil interview, dan memenuhi semua syarat yang diminta. Akan tetapi, tidak semua orang melakukan hal yang sama baiknya ketika hendak meninggalkan tempat kerja (resign).

Anda yang menentukan apakah akan meninggalkan tempat kerja dengan kesan baik atau buruk. Anda yang menentukan nadanya. Kalau Anda mengambil nada tinggi (mengungkapkan kemarahan, memicu/menyambut perang urat saraf), semua orang akan ikut “bernyanyi”. Sebaliknya, jika Anda mampu menghadapi respons negatif yang muncul dengan sikap positif dan tenang, orang-orang juga akan cenderung bersikap tenang dan mengendalikan diri mereka. Kemarahan Anda, walaupun Anda benar, dapat menghapuskan semua hal baik yang sudah Anda kerjakan di tempat itu.

Jadi, alangkah baiknya Anda mempersiapkan pengunduran diri dengan cara terbaik dan terhormat. Jangan sampai Anda meninggalkan tempat kerja dengan meninggalkan kesan buruk, dengan melemparkan kekecewaan kepada atasan atau rekan kerja, mengkritik semua orang, meninggalkan meja/ruangan kerja dalam keadaan berantakan, dan file pribadi Anda memenuhi memori komputer di kantor. Jika dulu Anda masuk dengan baik-baik, hendaknya Anda juga keluar dengan baik-baik dan terhormat.

Sebagai orang yang mengejar mutu kelas dunia, Anda perlu berusaha melakukan segala sesuatu dengan tidak bercacat. Memang tidak ada yang sempurna, tetapi dalam upaya menjadi sempurna itulah Anda disempurnakan.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan