Pentingnya Seorang Guru dan Metode yang Tepat Dalam Menghafal Al-Quran

Walaupun memang bacaan kita sudah lancar dan benar serta siap untuk berjuang menghafal Quran, kita tetap aja membutuhkan yang namanya guru. yang dimaksud guru, yaitu orang yang sudah hafiz quran atau sudah menghafal 30 juz.

“Mengapa harus hafiz Quran?” Karena mereka biasanya sudah mengetahui seluk-beluk tentang menghafal Quran, termasuk bacaan-bacaan gharib atau yang asing.

Kita sebenarnya bisa-bisa aja menghafal Quran sendiri, memperbaiki bacaan sendiri, tanpa bantuan seorang guru. Akan tetapi dalam hal menghafal Quran, hal yang aneh kalau kita menyepelekan pentingnya kehadiran seorang guru. Di dalam tahfiz Quran, ada yang namanya setoran hafalan yang dilakukan face to face oleh seorang murid di hadapan guru hafalannya.

Berikut ini beberapa alasan mengapa seorang guru penting dalam menghafal Quran.

Pertama, agar sanadnya bersambung.

Yang dimaksud bersambung di sini adalah bahwa hafalan Quran itu kita peroleh dari seorang guru, di mana guru kita juga mengambil hafalan itu dari guru di atasnya, demikian seterusnya hingga silsilah hafalannya sampai kepada Rasulullah saw. sebagai penerima wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui perantara malaikat Jibril. Inilah yang dimaksud dengan sanad dalam menghafal Quran.

Kedua, agar ketika ada kesalahan yang tidak kita sadari dapat diperbaiki.

Terkadang saat menghafal sendiri, kita secara tidak sadar biasanya memiliki kesalahan dalam hafalan, baik dalam kalimat atau harakat-harakat huruf tertentu. Guru yang menghafal Quran itu biasanya sudah tahu betul di mana saja biasanya para penghafal Quran salah dalam hafalannya.

Ketiga, agar ada yang terus memotivasi dan menasihati, terlebih ketika semangat kita mengendor.

Kebanyakan orang yang gagal menyelesaikan hafalan Quran itu biasanya karena tidak ada yang memotivasinya untuk bangkit ketika terjatuh. Apalagi seorang jomblo yang rentan galau karena tak kunjung menemukan jodoh.

Keempat, agar ada yang memperhatikan hafalan quran yang kita miliki.

Bahkan, kritik dan saran buat kita dalam menghafal Quran itu sangat penting supaya kualitas hafalan kita terus meningkat dan lebih mantap untuk terus-menerus menjaga dan mengulang-ulang hafalan Quran yang kita miliki.

Bagaimana kalau kita kesulitan bertemu dengan guru untuk menyetorkan hafalan Quran setiap saat? Penulis menyadari kalau memang tak sedikit di antara kita yang sudah tidak memungkinkan untuk menghafal Quran di pesantren, namun bukan berarti kita harus menyepelekan hal yang satu ini. Paling tidak, sekali-kali kita harus menyempatkan waktu untuk menyetorkan hafalan kepada seorang guru.

Kalau memang masih merasa sulit, kita harus mencari teman yang juga seorang penghafal Quran, dan kalau bisa sih yang sudah khatam. Kalau memang masih enggak bisa juga, kita dapat sesekali minta bantuan teman untuk menyimak hafalan kita agar teman kita dapat menilai seberapa baik hafalan kita.

Pilih Metode yang Tepat

Pilih Metode yang Tepat by pixabay.com

Yang enggak kalah pentingnya adalah pemilihan metode. Pemilihan metode yang tepat akan sangat berpengaruh kepada kualitas hafalan dan berpengaruh juga terhadap kecepatan menghafal, termasuk jika metode yang digunakan benar-benar cocok maka akan membuat kegiatan menghafal tidak cepat bosan, malah menjadi menyenangkan.

Masing-masing penghafal Quran tentunya memiliki metode yang berbeda-beda. Bisa saja metode tertentu cocok bagi si A, tapi ternyata tidak cocok untuk si B. Jadi, seorang penghafal Quran harus pandai-pandai memilih metode yang menurutnya cocok digunakan untuk menghafal. Metode menghafal Quran sebenarnya sangat banyak, sebanyak penghafalnya sendiri karena masing-masing penghafal mempunyai metode sendiri yang berbeda-beda satu sama lain.

Secara umum, metode yang paling banyak digunakan oleh para penghafal Quran adalah sebagai berikut.

Pertama metode menulis

yaitu metode menghafal dengan menuliskan ayat-ayat yang hendak dihafal terlebih dahulu, baik di kertas maupun di papan. Setelah ditulis, baru kemudian ayat-ayat tersebut dihafal sampai benar-benar lancar. Metode ini sebetulnya sangat efektif, namun kita harus ekstra bekerja karena harus menulis ayat-ayat terlebih dulu.

Kedua, metode mendengar,

yaitu metode menghafal Quran dengan terlebih dahulu mendengarkan ayat-ayat Quran yang hendak dihafal, baik yang dibacakan langsung oleh pembimbing hafalan, atau bisa juga melalui media lain, seperti rekaman MP3, dan lain sebagainya. Metode ini biasanya dipakai oleh anak-anak yang belum mampu atau belum lancar membaca Quran, termasuk juga yang biasanya digunakan oleh tunanetra.

Ketiga metode berantai,

yaitu menghafal per satu ayat atau per kalimat hingga benar-benar hafal. Jika satu ayat atau kalimat tersebut belum dikuasai dengan sempurna maka tidak boleh melanjutkan ke ayat selanjutnya. Demikian dan seterusnya.

Keempat metode penggabungan,

yaitu satu halaman mushaf dihafal per satu ayat sampai benar-benar hafal. Jika sudah benar-benar hafal, baru kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya. Setelah ayat berikutnya juga dihafal dengan sempurna, kemudian ayat pertama dan ayat berikutnya disatukan hingga benar-benar tidak terjadi kesalahan. Demikian seterusnya hingga selesai satu halaman, kemudian diulang-ulang hingga benar-benar lancar.

Kelima metode pembagian,

yaitu membagi satu halaman mushaf menjadi dua atau tiga bagian. Masing-masing bagian ayat-ayatnya dihafal dengan metode penggabungan sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Setelah beberapa bagian tersebut selesai dihafal, baru kemudian bagian-bagian tersebut digabungkan menjadi satu. Metode inilah yang paling banyak digunakan oleh para penghafal.

Keenam metode pengulangan per satu ayat dengan jumlah tertentu.

Metode ini sebetulnya sama dengan metode berantai, hanya saja dalam metode ini satu ayat diulang hingga hitungan tertentu, seperti sepuluh atau dua puluh kali, baru kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya. Setelah satu ayat dibaca dalam hitungan tertentu, kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya juga dengan jumlah pengulangan yang sama dengan ayat sebelumnya, setelah itu baru digabungkan dengan ayat sebelumnya dengan jumlah pengulangan yang sama.

Ketujuh metode menghafal bersama-sama,

yaitu metode menghafal yang dilakukan secara berjamaah. Seorang guru membacakan ayat-ayat Quran, kemudian diikuti oleh para muridnya hingga benar-benar hafal.

Kedelapan metode menghafal dengan pemahaman makna,

yaitu dengan terlebih dahulu memahami terjemah, bahkan tafsirnya. Setelah dipahami dengan baik baru kemudian ayat-ayat tersebut dihafal. Meskipun butuh waktu yang tak sedikit, tetapi metode ini sangat ampuh dalam menjadikan hafalan Quran benar-benar mendarah daging.

Kesembilan metode asosiasi,

yaitu menghafal dengan menghubungkan kalimat-kalimat atau kata-kata di dalam ayat Quran dengan objek-objek tertentu yang ada di dalam pikiran.

Sumber: LIKE A STAR Jadi Jomblo Hafiz Quran

Tinggalkan Balasan