Pentingnya Marketing Media Sosial Untuk Mengembangkan Bisnis Kamu

Mengapa media sosial begitu penting bagi suatu bisnis? Dari hari ke hari, me­dia sosial kian mencerminkan kehidupan penggunanya.

Penggila media sosial suka berbagi daftar belanjaan mereka melalui blog pribadi, Facebook, dan Twitter. Lauren Boyer

Media sosial sudah bukan lagi seka­dar ajang mencari teman atau forum narsis belaka. Ada nilai plus lain dari media sosial, di antaranya menunjang bisnis, mulai dari berjualan secara terang-terangan sampai mem-post­ing foto produk tertentu yang bertujuan untuk menarik pembeli. Sekarang ini para pengguna media sosial sudah jauh lebih cerdas dalam memanfaatkan media sosial sebagai ajang pengembangan bisnis, mulai dari berjualan, promosi, kampanye, memprediksi tren, dan masih banyak lagi. Profil, obrolan, dan komentar, yang ada di media sosial, sebisa mungkin dioptimalkan sehingga bisa bermanfaat bagi bisnis.

Social Media Marketing

  • Sebanyak 53% pengguna Twitter merekomendasikan produk yang dipakai mereka melalui tweet-tweetnya.
  • Sebesar 93%pembelanja mengakui keputusannya untuk berbelanja suatu produk dipengaruhi oleh komentar-komentar orang di media sosial.
  • Tahukah kamu, 90% konsumen lebih memer­cayai rekomendasi dari jaringan media sosial, dan hanya 14% saja yang percaya iklan berbayar.

Demikian rangkuman data yang dipresentasikan Erik Qualman, penulis Socialnomics dalam video yang ditampilkan Mashable.com. Dengan perkembangan terkait penggunaan media sosial untuk bisnis seperti sekarang ini, jika kamu seorang pebisnis dan tak mau mengikutinya, bersiaplah untuk “mati”.

Fakta-fakta di bawah ini mengharuskan kamu untuk menghidup­kan bisnismu dengan media sosial?

  • Cara Tercepat

Ingin menyebarkan suatu isu atau promosi? Pakailah media sosial. Suatu pesan yang menghebohkan bisa dengan cepat menyebar ke seantero dunia melalui Facebook atau Twitter.

  • Segmen Terlengkap

Dengan 2 miliar pengguna yang tersebar di seantero dunia, media sosial tak ubahnya “negara” tersendiri dengan populasi terbesar. Sudah pasti ada beragam jenis orang di sana, dengan aneka kebutuhan yang berbeda-beda. Media sosial sudah menyediakan segmen yang sangat lengkap.

  • Tren Terkini

Promosi produk melalui media konvensional, seperti TV atau radio, boleh dikatakan sudah menjadi masa lalu. Tren terkini untuk berpromo­si adalah melalui media sosial.

Media sosial yang diramaikan oleh berbagai status sosial, etnis, ekonomi, dan profesi, dapat memberi gambaran pada kita tentang apa yang sedang tren di golongan demografi tertentu. Seorang penjual sepatu perlu mengetahui merek dan jenis sepatu apa yang kini sedang digilai anak muda. Bagaimana caranya? Apakah dia harus mem­buat survei atau mengamati jenis sepatu yang paling banyak dipakai anak muda di sekitarnya? Itu cara yang konvensional. Media sosial, seperti Face­book atau Twitter, diramaikan oleh aneka obrolan, kicauan, dan postingan foto selfie, dari berbagai golongan usia.

Ada banyak hal di media sosial yang bisa diamati oleh pebisnis, berikut beberapa di antaranya.

  • Apa yang mereka obrolkan?
  • Apa yang sedang hot di kalangan mereka?
  • Apa yang mereka benci?
  • Apa yang paling mereka butuhkan?
  • Siapa saja mereka? Golongan usia mana?
  • Di wilayah mana mereka tinggal?

Semua pertanyaan di atas dapat ditangkap dari postingan mereka di media sosial. Tren terkini, mulai dari fashion, rasa kopi, selera makanan, snack, musik, film, gadget, dan banyak lagi, bisa diketahui dari status Facebook, postingan di Instagram, atau kicauan di Twitter. Dengan memahami apa yang sedang tren, seorang pebisnis bisa tahu apa yang harus dia jual ke pasar.

Manfaatkan Facebook Bagi Bisnismu

Manfaatkan Facebook Bagi Bisnismu by pexels.com

Dengan 1,4 miliar pengguna, Face­book tak ubahnya “negara” dengan populasi terbesar nomor 3 setelah Cina dan India. Inilah sebuah komunitas online yang menyebar ke seantero dunia. Pengguna terbanyak berasal dari kawasan Asia Pasifik, yaitu sekitar 471 juta atau 32,6% dari total member Facebook global.

Sama seperti beberapa kuartal sebelumnya, kawasan Asia-Pasifik masih men­dominasi jumlah pengguna media sosial ini. Jumlah pengguna Facebook di kawasan tersebut mencapai angka 471 juta atau sekitar 32,6 persen dari total pengguna Facebook di seluruh dunia. Sampai akhir 2014, pengguna Facebook dari Indonesia berjumlah sekitar 70 juta orang. Semua hal yang di-posting di laman para pengguna akan sangat berguna dari kacamata pebisnis.

Bicara soal memanfaatkan Facebook untuk bisnis, sebenarnya tidak sekadar urusan berjualan, melainkan juga hal-hal berikut.

  • Membaca selera pasar
  • Memahami kebutuhan pasar
  • Membidik segmen tertentu
  • Mengerti apa yang mereka sukai

Inilah yang agaknya kurang dipahami para pebisnis. Banyak orang beranggapan, memanfaatkan Facebook untuk bisnis adalah sekadar memasang status jualan di laman Facebook-nya. Padahal, tentu saja lebih dari itu.

  • Facebook Bagi Bisnis
  • Membaca selera pasar
  • Memahami kebutuhan
  • Membidik segmen

Semua orang sah saja memanfaatkan laman Facebook-nya untuk berjualan. Bisnis memang identik dengan berjualan, mulai dari berjualan jasa, branding, sampai barang. Tapi, satu hal yang perlu diingat, Facebook bukan lapak untuk berdagang belaka. Ada segudang manfaat terkait Facebook yang bisa didapat dari sekadar berjualan. Hal itu sudah dibahas pada bab sebelumnya.

Bagaimana jika kamu memang ingin menyulap laman Facebook-mu menjadi lapak jualan? Tidak ada larangan. Ada banyak sekali pengguna Facebook yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan. Bahkan, mereka memetik sukses besar. Namun, yang harus kamu sadari, tidak semua teman Facebook suka dengan postingan jualan. Tak semua orang juga suka akunnya di-tag sembarangan oleh status soal promosi produk tertentu.

Terlebih lagi, kerap bermunculan akun-akun jualan yang bermodus menipu, seperti menawarkan produk gadget murah yang asal tag akun orang dan ternyata berasal dari toko online “bodong”. Membanjirnya akun-akun seperti itu membuat orang yang ingin serius membangun bisnis di Facebook jadi sering dicurigai se­bagai salah satu dari akun toko online “bodong” seperti itu?

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika kamu hendak merintis bisnis berjualan di Facebook.

  1. Hindari Tag Massal

Sebagai pengguna Facebook, kamu pasti tidak asing lagi dengan fitur tag. Pernah merasa terganggu karena akunmu di-tag oleh toko online di Facebook secara semba­rangan? Hal seperti itu terjadi ketika kita lengah mengunjungi laman Facebook kita. Tag-tag seperti itu juga pasti sangat mengganggu sebab akan menggeser status kita sendiri atau status yang terkait dengan kepentingan kita. Laman Facebook kita pun jadi terkesan “murahan”, dipenuhi spam jualan yang sudah pasti sangat tidak menarik. Orang-orang yang sengaja mengunjungi laman Facebook kita akan menganggap kita adalah bagian dari para spammer itu.

Berjualan terlalu gencar + Melakukan tag massal = Di-unfriend teman

Jika kamu mungkin pernah merasa terganggu oleh perilaku para spammer itu, maka jelas sudah untuk tidak mengikuti cara yang sama untuk berjualan. Berjualanlah dengan cara elegan, tidak vulgar, dan terlebih lagi tidak mem­buatmu di-unfriend teman. Ya, hindari melakukan tag banyak akun sekaligus seperti yang dilakukan para spammer itu. Tag massal atau melakukan banyak tag ke banyak akun sekaligus tidak membuatmu menarik, justru memuakkan. Hal ini sama saja menyorongkan speaker jualan ke banyak telinga, yang hanya membuatmu dianggap sebagai pengganggu.

  1. Membuat Akun Baru?

Coba pertimbangkan untuk mem­buat akun Facebook baru yang khusus dipakai sebagai akun bisnis. Hal ini perlu dilakukan sebab tidak semua teman Face­book-mu bersedia diganggu dengan status “jualan” yang akan kamu posting.

Apabila teman Facebook-mu sudah cukup banyak, maka akun utamamu bisa dipakai sebagai endorser akun bisnismu. Memisahkan antara akun pribadi dengan akun bisnis merupakan langkah bijak sebab kamu bisa mulai memilah-milah antara jaringan pertemanan pribadi dan jaringan pertemanan bisnis. Jenis postingannya pun jelas berbeda.

Di akun pribadi, kamu bebas melakukan update status yang mewakili diri sendiri, seperti posting foto keluarga, video humor, saling sapa dengan teman masa sekolah dengan candaan konyol, dan sejenisnya. Hal-hal seperti itu tidak bisa dilakukan di akun bisnis, di mana kamu terhubung dengan jaringan bisnis. Ada bagusnya juga nama kedua akun itu berbeda, namun tetap me­wakili dirimu sebagai brand utamanya. Coba pikirkan nama untuk akun baru Facebook-mu yang khusus untuk keperluan bisnis.

  1. Integrasikan Akun Bisnis dengan Akun Pribadi

Bagaimana jika sedari awal akun pribadi kita sudah telanjur dipakai untuk ber­bisnis? Apakah kita tetap harus membuat akun baru? Jawabannya, ya. Betul, mungkin kamu sudah terkenal sebagai orang yang berbisnis di bidang tertentu dan memanfaatkan Facebook untuk hal itu. Namun, bukan berarti kamu tidak perlu membuat akun baru.

Buat Profil Akun Yang Bisnis Banget

  1. Profil Pribadi
  • Gunakan selalu nama asli, yaitu nama yang kamu pakai di kampus atau tempat kerja bukan nama samaran. Mengingat nama aslilah yang menjadi personal brand utamamu.
  • Tampilkan foto yang sopan, ramah, dan menyiratkan betul siapa dirimu.
  • Tonjolkan Profesimu Sebagai Pebisnis
  • Apa keahlianmu? Bidang bisnis apa yang kamu geluti? Pada bagian ini, bisa ditambahkan link ke akun bisnismu.
  1. Akun Bisnis
  • Nama brand yang jelas. Apa nama brand bisnismu? Buatlah akun dengan nama brand itu agar mudah ditemukan.
  • Foto berupa logo. Logo perusahaan sangat penting untuk “dijual”, tak ubahnya foto diri bagi akun pribadi. Pakai logo perusahaanmu sebagai profile picture.
  • Detail yang jelas. Sebutkan bidang bisnis yang digeluti dan alamat real jika ada, bah­kan lengkap dengan peta. Beri tautan ke website atau blog bisnis pendukung jika ada.
  1. Facebook Fanpage

Akun Facebook mempunyai aturan pembatasan jumlah teman, yaitu tidak lebih dari 5000. Bagi pebisnis yang sudah cukup populer dan punya jaringan bisnis luas, tentu aturan itu dapat menjadi kendala. Itulah kenapa ada fanpage, yaitu akun khusus di mana pengguna bisa lebih leluasa terhubung dengan sebanyak-banyaknya teman Facebook. Bedanya, di fanpage, teman-teman diartikan sebagai fans atau penggemar. Untuk terhubung ke pengguna lain, pemilik fanpage harus mendapatkan klik “Like” sebanyak-banyaknya. Maka, fanpage memang lebih cocok bagi peng­guna yang sudah lumayan populer dan mempunyai jaringan pertemanan sangat luas.

Sumber: 99 Cara Super Lesatkan Bisnis Via Social Media

Tinggalkan Balasan