Pentingnya Entrepreneur Menetapkan Tujuan Bisnis

Prinsip utama entrepreneur saat memulai bisnis adalah memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini bisa bermacam-macam, tergantung impian masing-masing orang. Meski begitu, ternyata masih ada entrepreneur yang tidak memiliki tujuan utama yang ingin diwujudkan pada saat menyatakan ingin mulai berbisnis.

Akibat tidak memiliki tujuan yang jelas, maka bisnis yang dijalankan menjadi tidak terarah, dijalankan secara asal-asalan, dan tidak dapat berkembang sebagaimana seharusnya.

Mengapa memiliki tujuan ini penting?

Tujuan merupakan inti dari setiap langkah yang akan diambil, juga menjadi dasar dalam setiap perencanaan yang disusun dan dilaksanakan. Tujuan utama merupakan titik yang bisa dicapai melalui serangkaian tujuan jangka pendek yang berhasil di wujud kan. Oleh karena itu, penetapan tujuan utama di awal memulai bisnis harus jelas dan tujuan utama itu menjadi kompas yang akan menuntun kita dalam mengambil keputusan-keputusan terbaik demi pengembangan bisnis.

Jika saat ini bisnis yang kita jalankan stagnan, tidak mengalami perkembangan, pangsa pasar tetap, dan perlahan penjualan menurun, ada baiknya kita menguji kembali “Tujuan” yang ingin kita capai.

Robert Heller dalam bukunya yang berjudul Effective Leadership menyarankan beberapa pertanyaan berikut yang bisa digunakan untuk menguji “tujuan” bisnis.

  1. Apakah tujuan itu jelas, menantang, dan terukur?
  2. Apakah tujuan itu disetujui oleh seluruh tim kerja?
  3. Dapatkan tujuan itu dicapai?
  4. Apakah jelas dan sesuai bingkai waktunya?
  5. Apakah tujuan tersebut sudah diterjemahkan dalam rencana lengkap?
  6. Dapatkan tujuan itu disesuaikan dengan keadaan?
  7. Apakah tujuan itu menguntungkan?

Setelah melakukan pengujian terhadap tujuan yang ingin dicapai, selanjutnya mari mengevaluasi kembali langkah-langkah yang akan kita ambil demi mencapai tujuan tersebut. Contoh yang akan kita gunakan kali ini adalah menyelesaikan masalah pangsa pasar terbatas. Jika pangsa pasar yang saat ini kita miliki terbatas (dalam lingkup kecil) sehingga keuntungan yang diperoleh dari penjualan tidak sesuai harapan, kita perlu memperluas memperluas pangsa pasar.

Baca juga  10 Pertanyaan untuk Dihindari dan 10 Pertanyaan untuk Diajukan Ketika Interview

Untuk memperluas pangsa pasar, kita perlu menambah jumlah pelanggan. Salah satu cara untuk memikat calon pelanggan agar menjadi pelanggan tetap adalah produk dengan harga murah, namun memiliki kualitas yang tetap baik. Bagaimana cara agar bisa menjual produk unggulan kita dengan harga murah?

Solusi yang diajukan untuk permasalahan ini, di antaranya menurunkan biaya produksi dan distribusi. Penghematan biaya produksi bisa dilakukan misalnya dengan pengurangan biaya gaji. Masih ingat tentang mempekerjakan 3 sales berupah murah, namun tidak memiliki keahlian sehingga gagal memenuhi target penjualan? Mempekerjakan 3 sales ternyata tidak lebih baik dari mempekerjakan 2 sales berupah tinggi, tetapi keahlian mereka di bidang penjualan membuat mereka berhasil mencapai target yang ditetapkan.

Sementara untuk menghemat biaya distribusi, mungkin kita bisa memanfaatkan sales sebagai tenaga penjual sekaligus pengantar barang; hanya mensuplai distributor besar dan tidak melayani retail. Menerapkan jadwal pengiriman di hari tertentu, dan pemesan yang ingin barangnya dikirim di luar jadwal pengiriman terpaksa dibebani biaya tambahan.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan