Kamis, Juni 4, 2020
Beranda Marketing Pengertian Digital Marketing

Pengertian Digital Marketing

Dengan akses internet sekarang, apakah Anda percaya kepada saya jika saya memberi tahu Anda bahwa jumlah orang yang online setiap hari terus meningkat? Bahkan menurut Pew Research, penggunaan internet “konstan” di kalangan orang dewasa meningkat sebesar 5% hanya dalam tiga tahun terakhir. Dan meskipun kami sering mengatakannya, cara orang berbelanja dan membeli benar-benar telah berubah seiring dengan tingginya penggunaan internet – artinya marketing offline tidak seefektif dulu.

Marketing selalu diartikan menghubungkan audiens di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Hari ini, berarti Anda harus bertemu dengan mereka di mana mereka menghabiskan waktu yaitu di internet.

Apa itu Digital Marketing?

Digital Marketing mencakup semua upaya marketing yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Bisnis yang memanfaatkan channels digital seperti mesin pencari (search engine), media sosial, email, dan situs web lain yang terhubung dengan pelanggan atau calon pelanggan.

- Advertisement -

Seorang marketer berpengalaman mungkin mengatakan inbound marketing dan digital marketing adalah hal yang sama, tetapi ada beberapa perbedaan kecil. Pembicaraan dengan marketer dan pemilik bisnis di AS, Inggris, Asia, Australia, dan Selandia Baru, saya telah belajar banyak tentang bagaimana perbedaan-perbedaan kecil itu diamati di seluruh dunia.

Bagaimana sebuah bisnis mendefinisikan Digital Marketing?

Digital Marketing ditentukan oleh penggunaan strategi dan channels digital untuk terhubung dengan pelanggan secara online. Dari situs web itu sendiri hingga aset branding bisnis online – iklan digital,  email marketing, brosur online, dan lainnya – ada spektrum strategi yang berada di bawah payung “Digital Marketing.”

Digital marketers terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap campaign digital marketing mendukung tujuan mereka secara menyeluruh. Dan tergantung dengan tujuan dari strategi marketing mereka, marketers dapat mendukung campaign yang lebih besar melalui channels gratis maupun berbayar yang mereka miliki.

Content Marketers, sebagai contoh, dapat membuat seri postingan blog untuk menghasilkan ebook. Perusahaan marketers melalui media sosial dapat membantu mempromosikan posting blog ini melalui postingan berbayar dan organik di akun bisnis media sosial. Email marketer membuat campaign email untuk dikirimkan kepada mereka yang mengunduh ebook.

Contoh Digital Marketing

  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Content Marketing
  • Social Media Marketing
  • Pay Per Click (PPC)
  • Affiliate Marketing
  • Native Advertising
  • Marketing Automation
  • Email Marketing
  • Online PR
  • Inbound Marketing
- Advertisement -

Berikut ringkasan beberapa strategi digital marketing dan channels yang paling umum  yang digunakan.

Search Engine Optimization (SEO)

Adalah proses mengoptimalkan situs web Anda untuk mendapatkan “peringkat” lebih tinggi di halaman mesin pencarian, sehingga meningkatkan jumlah lalu lintas organik (atau gratis) yang diterima situs web. Channels yang mendapat manfaat dari SEO ini meliputi situs web, blog, dan infografis.

Ada sejumlah cara untuk meningkatkan SEO agar menghasilkan lalu lintas berkualitas ke situs web Anda. Diantaranya:

  • On page SEO: Jenis SEO ini berfokus pada semua konten yang ada “pada halaman” ketika menampilkan sebuah situs web. Dengan meneliti kata kunci (keyword) untuk volume pencarian, Anda dapat menjawab pertanyaan pembaca untuk mendapatkan peringkat lebih tinggi pada halaman mesin pencari (SERP).
  • Off page SEO: Jenis SEO ini berfokus pada semua aktivitas yang terjadi “off the page” ketika ingin mengoptimalkan situs web Anda. Anda mungkin bertanya “Kegiatan apa yang bukan pada situs web sendiri, yang dapat mempengaruhi peringkat?” . Jawabannya adalah tautan masuk (inbound link), juga dikenal sebagai backlinks. Jumlah publishers yang menautkan link ke web Anda dapat memengaruhi seberapa tinggi peringkat web Anda untuk kata kunci yang Anda bidik. Ketika berhubungan dengan publishers lain, menulis komentar di situs web (dan menautkan kembali ke situs web Anda), dapat memperoleh backlink yang Anda perlukan untuk meningkatkan situs web Anda pada semua SERP
  • Technical SEO: Jenis SEO ini berfokus pada bagian backend situs web Anda, dan bagaimana halaman Anda dikodekan. Kompresi gambar, struktur data, dan optimisasi file CSS adalah bentuk Technical SEO yang dapat meningkatkan kecepatan situs web Anda.

Content Marketing

Istilah ini menunjukkan penciptaan dan promosi konten untuk tujuan menghasilkan kesadaran brand, pertumbuhan lalu lintas, dan pelanggan. Channels yang dapat berperan dalam strategi marketing konten Anda meliputi:

  • Postingaan blog: Menulis dan menerbitkan artikel di blog perusahaan membantu Anda menunjukkan keahlian industri dan menghasilkan lalu lintas (traffic) pencarian organik ke bisnis Anda. Pada akhirnya memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk mengarahkan pengunjung situs web kepada tim penjualan (sales team).
  • Ebooks dan whitepapers: Ebooks, whitepapers, dan konten panjang yang dibutuhkan pengunjung situs web. Hal ini memungkinkan Anda untuk bertukar konten ketika membaca kontak informasi, menghasilkan arahan untuk perusahaan Anda, dan menggerakkan orang untuk membeli.
  • Infografis: Terkadang, pembaca ingin Anda menunjukkan, bukan memberi tahu. Infografis adalah bentuk konten visual yang membantu pengunjung situs web memvisualisasikan sebuah konsep untuk memudahkan mereka mempelajari.

Marketing media sosial

Praktik ini mempromosikan brand Anda dan konten Anda di channels media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Channels yang dapat Anda gunakan dalam marketing media sosial meliputi:

  • Facebook.
  • Twitter.
  • LinkedIn.
  • Instagram.
  • Snapchat.
  • Pinterest.

Pay Per Click (PPC)

PPC adalah metode untuk mengarahkan lalu lintas (traffic) ke situs web Anda dengan membayar publishers setiap kali iklan Anda diklik. Salah satu jenis PPC yang paling dikenal adalah Google Adsense, yang memungkinkan Anda membayar slot iklan atas halaman di mesin pencari Google dengan harga “per klik” dari tautan yang Anda tempatkan. Channels PPC lain yang Anda dapat gunakan meliputi:

  • Iklan berbayar di Facebook: Di sini, pengguna dapat membayar iklan dengan video, postingan gambar, atau slideshow, dimana Facebook menerbitkan newsfeeds yang cocok dengan audiens bisnis Anda.
  • Campaign Iklan Twitter: Di sini, pengguna dapat membayar untuk menempatkan serangkaian posts atau lencana profil ke feed berita audiens secara spesifik, semua didedikasikan untuk mencapai tujuan spesifik bisnis Anda. Sasarannya dapat berupa lalu peningkatan lintas ke situs web, meningkatkan follower Twitter, tweet engagement, atau bahkan download aplikasi.
  • Pesan Sponsor di LinkedIn: Di sini, pengguna membayar untuk mengirim pesan langsung ke pengguna LinkedIn tertentu berdasarkan industri dan background mereka.

Affiliate Marketing

Ini adalah jenis iklan berbasis kinerja di mana Anda menerima komisi ketika mempromosikan produk atau layanan orang lain di situs web Anda. Channels Affiliate marketing meliputi:

  • Hosting iklan video melalui Program Mitra YouTube .
  • Posting tautan (link) afiliasi di akun media sosial Anda.

Native Advertising

Native advertising mengacu pada periklanan dimana konten adalah fitur utama pada platform di samping konten lain yang tidak berbayar. Postingan yang disponsori BuzzFeed adalah contoh yang bagus, tetapi banyak orang menganggap iklan media sosial sebagai “native” – contohnya iklan Facebook dan iklan Instagram.

Marketing Automation

Marketing automation mengacu pada perangkat lunak (software) yang berfungsi untuk mengotomatisasi operasi marketing dasar Anda. Banyak departemen marketing dapat mengotomatiskan tugasnya secara berulang yang seharusnya mereka lakukan secara manual, seperti:

  • Email newsletters: Otomatisasi email tidak hanya memungkinkan Anda mengirim email secara otomatis ke pelanggan Anda. Ini juga dapat membantu Anda mengecilkan dan memperluas daftar kontak Anda sesuai kebutuhan, sehingga newsletters Anda hanya ditujukan kepada orang-orang yang ingin melihatnya.
  • Penjadwalan post media sosial: Jika Anda ingin menumbuhkan kehadiran perusahaan Anda di jejaring sosial, Anda harus sering memposting.
  • Lead-nurturing workflows: Menghasilkan prospek, dan mengubah prospek tersebut menjadi pelanggan, membutuhkan proses yang panjang. Anda dapat mengotomatiskan proses itu dengan mengirimkan lead email dan konten spesifik sesuai kriteria mereka, seperti ketika mereka mengunduh dan membuka ebook.
  • Campaign tracking and reporting: Campaign marketing dapat mencakup orang, email, konten, halaman web, panggilan telepon, yang berbeda. Otomatisasi Marketing dapat membantu Anda menyortir semua campaign yang dilayani, dan kemudian melacak kinerja campaign tersebut berdasarkan progress yang dicapai di semua komponen dari waktu ke waktu.

Email Marketing

Perusahaan menggunakan email marketing sebagai cara berkomunikasi dengan audiens mereka. Email sering digunakan untuk mempromosikan konten, diskon, acara, serta mengarahkan orang ke situs web bisnis. Jenis email yang dapat Anda kirim dalam campaign email marketing meliputi:

  • Berlangganan newsletter blog.
  • Menindaklanjuti email yang masuk ke website saat pengunjung mengunduh sesuatu.
  • Email sambutan kepada pelanggan.
  • Promosi liburan untuk program loyalty.
  • Tips atau email berseri untuk memelihara pelanggan.

Online PR

Online PR adalah praktik mengamankan cakupan online yang diperoleh dengan publikasi digital, blog, dan situs web berbasis konten. Ini seperti PR tradisional, tetapi di ruang online. Channels yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan upaya PR Anda meliputi:

  • Melibatkan reporter melalui media sosial: Berbicara dengan jurnalis di Twitter, misalnya, adalah cara yang bagus untuk mengembangkan hubungan dengan pers sehingga menghasilkan peluang liputan media terhadap perusahaan Anda.
  • Melibatkan online reviews perusahaan Anda: Ketika seseorang mereview perusahaan Anda secara online, apakah ulasan (reviews) itu baik atau buruk, naluri Anda mungkin tidak menyentuhnya. Sebaliknya, reviews perusahaan yang menarik membantu Anda meningkatkan brand Anda dan menyampaikan pesan yang kuat untuk melindungi reputasi Anda.
  • Melibatkan komentar di situs web atau blog pribadi Anda: Mirip dengan cara Anda menanggapi reviews perusahaan Anda, menanggapi orang-orang yang membaca konten Anda adalah cara terbaik untuk menghasilkan percakapan yang produktif di sekitar industri Anda.

Inbound Marketing

Inbound marketing mengacu pada metodologi marketing dimana Anda menarik, melibatkan, dan menyenangkan pelanggan pada setiap tahap proses pembelian. Anda dapat menggunakan taktik digital marketing seperti di atas, sepanjang strategi inbound marketing, menciptakan pengalaman pelanggan seperti bekerja dengan pelanggan, bukan menentangnya. Berikut adalah beberapa contoh inbound marketing versus marketing tradisional:

  • Blogging vs. iklan pop-up
  • Marketing video vs. iklan komersial
  • Daftar kontak email vs. email spam

Apa yang dilakukan Digital Marketers?

Digital Marketers bertugas mengarahkan kesadaran merek (brand) lewat semua channels digital – baik gratis maupun berbayar – yang disediakan perusahaan.  Channels ini termasuk media sosial, situs web perusahaan, peringkat mesin pencari (search engine rankings), email, iklan bergambar, dan blog perusahaan.

Digital Marketers biasanya berfokus pada indikator kinerja utama (KPI) yang berbeda untuk setiap channels, sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan di masing-masing chanel. Seorang digital marketers yang bertanggung jawab atas SEO, misalnya, mengukur “lalu lintas organik” ke situs web mereka – lalu lintas (traffic) ini berasal dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web perusahaan melalui laman pencari Google.

Saat ini digital marketing dilakukan di banyak peran marketing. Di perusahaan kecil, seorang generalis mungkin memiliki banyak strategi digital marketing seperti dijelaskan di atas, pada saat yang sama di perusahaan besar, startegi ini memiliki banyak spesialis yang masing-masing fokus hanya pada satu atau dua brand channels digital.

Berikut ini beberapa contoh spesialis ini:

SEO Manajer

KPI Utama: Lalu lintas organik

Singkatnya, SEO manajer bertanggung jawab mengenai peringkat web bisnis/perusahaan di Google. Menggunakan berbagai pendekatan untuk mengoptimasi mesin pencari, orang ini mungkin bekerja secara langsung dengan pembuat konten untuk memastikan konten yang mereka hasilkan berkinerja baik di Google.

Content Marketing Specialist

KPI Utama: Waktu di halaman (Time on page), traffic blog secara keseluruhan, YouTube channels subscribers

Content marketing specialists merupakan pembuat konten digital. Mereka sering melacak kalender blogging perusahaan, dan menghasilkan strategi konten yang mencakup semua konten digiyal. Para profesional ini sering bekerja dengan orang-orang di departemen lain untuk memastikan produk dan campaign bisnis yang diluncurkan didukung oleh konten promosi di setiap channels digital.

Social Media Manager

Main KPIs: Follows, Impressions, Shares

Peran seorang Social Media Manajer mudah disimpulkan dari judulnya, tetapi jaringan sosial mana yang mereka kelola untuk perusahaan tergantung pada jenis industri. Yang terpenting, Social Media Manajer membuat jadwal posting untuk konten tertulis dan visual perusahaan. Karyawan ini juga dapat bekerja sama dengan Content marketing specialists  untuk mengembangkan strategi bagaimana memposting konten di jejaring sosial.

(Catatan: Per KPI di atas, “tayangan (impressions)” mengacu pada berapa kali posting bisnis muncul di newsfeed pengguna.)

Marketing Automation Coordinator

Main KPIs: Email open rate, campaign click-through rate, lead-generation (conversion) rate

Marketing automation coordinator membantu memilih dan mengelola perangkat lunak (software) yang memungkinkan seluruh tim marketing memahami perilaku pelanggan dan mengukur pertumbuhan bisnisnya. Karena banyak dari operasi marketing dapat dieksekusi secara terpisah satu sama lain, penting bagi seseorang untuk mengelompokkan aktivitas digital ini ke dalam campaign individual dan melacak kinerja setiap campaign.

Inbound Marketing vs. Digital Marketing: Mana Saja?

Di lapangan, keduanya tampak sama: Kedua-duanya fokus pada pembuatan konten digital untuk dikonsumsi orang. Jadi apa bedanya?

Istilah ” Digital Marketing ” tidak membedakan antara taktik marketing push dan pull (atau apa yang sekarang kita sebut sebagai metode ‘inbound’ dan ‘outbound’). Keduanya masih di bawah payung digital marketing.

Taktik outbound digital bertujuan untuk menempatkan pesan marketing secara langsung di depan banyak orang yang memungkinkan lewat media online – terlepas dari apakah itu relevan atau tidak. Misalnya, banyak iklan banner mencolok yang Anda lihat di bagian atas situs web yang mencoba untuk mendorong produk atau promosi ke orang yang belum tentu siap menerimanya.

Di sisi lain, marketers yang menggunakan taktik inbound digital menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan ke situs web dengan menyediakan aset yang bermanfaat. Salah satu aset digital marketing paling sederhana namun paling kuat adalah blog, yang memungkinkan situs web Anda memanfaatkan istilah yang dicari pelanggan.

Pada akhirnya, marketing inbound adalah metodologi yang menggunakan aset digital marketing untuk menarik, melibatkan, dan menyenangkan pelanggan secara online. Digital marketing, di sisi lain, hanyalah istilah umum untuk menggambarkan strategi marketing online dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah itu dianggap inbound atau outbound.

Apakah Digital Marketing berfungsi untuk semua bisnis?

Digital marketing dapat bekerja untuk semua bisnis di berbagai industri. Terlepas dari apa yang dijual perusahaan Anda. Digital marketing masih melibatkan persona pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan audiens, dan membuat konten online yang bernilai. Namun, bukan berarti semua bisnis harus menerapkan strategi Digital Marketing dengan cara yang sama.

B2B Digital Marketing

Jika perusahaan Anda adalah bisnis-ke-bisnis (B2B), upaya digital marketing Anda cenderung berpusat pada generasi yang melek dunia digital, dengan tujuan akhir agar klien dapat berbicara langsung dengan tenaga penjualan. Karena itu, peran strategi marketing Anda adalah menarik dan mengonversi klien yang memiliki prospek bagi tenaga penjualan baik melalui situs web Anda maupun channels digital lainnya.

B2C Digital Marketing

Jika perusahaan Anda adalah bisnis-ke-konsumen (B2C), poinnya tergantung pada harga produk Anda, kemungkinan tujuan dari digital marketing Anda adalah untuk menarik orang ke situs web Anda dan menjadikan mereka sebagai pelanggan tanpa perlu berbicara dengan seorang tenaga penjual.

Karena itu, mungkin Anda cenderung berfokus pada pembeli  agar cepat melakukan transaksi, mulai dari pengunjung di situs web, hingga mereka melakukan transaksi pembelian. Ini berarti fitur produk Anda merupakan konten Anda yang paling tinggi di marketing funnel dibandingkan bisnis B2B, dan Anda mungkin memerlukan calls-to-action (CTA). Untuk perusahaan B2C, channels seperti Instagram dan Pinterest seringkali lebih disukai daripada platform yang berfokus pada bisnis seperti LinkedIn.

Apa peran Digital Marketing bagi perusahaan?

Tidak seperti marketing offline, digital marketing memungkinkan marketers untuk melihat hasil yang akurat secara real time. Jika Anda pernah memasang iklan di surat kabar, Anda akan tahu betapa sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang membuka halaman itu dan memperhatikan iklan Anda. Tidak ada alat untuk mengetahui apakah iklan itu berpengaruh atas penjualan.

Di sisi lain, dengan Digital Marketing, Anda dapat mengukur ROI di hampir semua aspek strategi marketing Anda.

Beberapa contohnya:

Lalu Lintas Situs Web (Website Traffic)

Dengan Digital Marketing, Anda dapat melihat jumlah orang yang telah melihat beranda situs web Anda secara real time dengan menggunakan perangkat lunak analitik digital seperti Google Analityc.

Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, perangkat apa yang digunakan, dan dari mana mereka berasal.

Data ini membantu Anda memprioritaskan channels marketing mana yang akan menghabiskan waktu lebih banyak atau lebih sedikit, berdasarkan sumber channels ketika orang memasuki situs web Anda. Misalnya, jika hanya 10% dari lalu lintas Anda berasal dari pencarian organik, Anda mungkin perlu meluangkan waktu untuk fokus SEO agar meningkatkan persentase pengunjung web.

Dengan marketing offline, sangat sulit untuk mengetahui bagaimana orang berinteraksi dengan brand Anda sebelum mereka berinteraksi dengan tenaga penjualan atau melakukan pembelian. Dengan digital marketing, Anda dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku orang sebelum mereka mencapai tahap transaksi, yang berarti Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat tentang cara menarik mereka ke situs web Anda.

Content Performance and Lead Generation

Bayangkan Anda telah membuat brosur suatu produk dan mempostingnya melalui kotak surat orang – brosur adalah bentuk konten, meskipun offline. Masalahnya adalah Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur tersebut atau berapa banyak orang yang membuangnya langsung ke tempat sampah.

Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur itu di situs web Anda. Anda dapat mengukur dengan tepat berapa banyak orang yang melihat halaman web, dan Anda dapat mengumpulkan detail kontak saat mereka mengunduhnya dengan menggunakan formulir. Anda tidak hanya dapat mengukur berapa banyak orang yang terlibat dengan konten Anda, tetapi Anda juga mendapatkan petunjuk ketika orang-orang mengunduhnya.

Attribution Modeling

Strategi digital marketing yang efektif dikombinasikan dengan alat dan teknologi yang tepat memungkinkan Anda untuk melacak semua penjualan Anda dari kontak digital pertama pelanggan bisnis Anda.

Kami menyebut ini pemodelan atribusi, dan memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi tren dan meneliti cara orang membeli produk Anda, membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat, menentukan strategi pemasaran, dan melihat bagian mana dari siklus penjualan Anda yang perlu disempurnakan.

Menghubungkan titik-titik antara marketing dan sales sangat penting – menurut Aberdeen Group, perusahaan dengan penjualan dan penyelarasan marketing yang kuat mencapai tingkat pertumbuhan tahunan 20%, dibandingkan perusahaan dengan penyelarasan yang buruk dengan penurunan pandapatan 4%. Jika Anda dapat meningkatkan pengalaman pelanggan Anda melalui siklus pembelian dengan menggunakan teknologi digital, kemungkinan akan berdampak secara positif pada bisnis Anda.

Apa jenis konten digital yang harus saya buat?

Jenis konten yang Anda buat tergantung pada kebutuhan audiens Anda. Anda harus mulai dengan membuat persona pembeli untuk mengidentifikasi apa tujuan dan tantangan audiens terkait dengan bisnis Anda. Pada tingkat dasar, konten online Anda harus bertujuan membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka dan mengatasi tantangan mereka.

Kemudian, Anda harus memikirkan kapan mereka kemungkinan besar siap untuk mengonsumsi konten ini. Kami menyebutnya ini konten pemetaan.

Dengan konten pemetaan, tujuannya adalah menargetkan konten sesuai dengan:

  1. Karakteristik orang yang akan mengkonsumsinya (di situlah persona pembeli datang).
  2. Seberapa dekat orang itu melakukan pembelian (yaitu, siklus hidup mereka).

Dalam hal format konten, ada banyak hal berbeda untuk dicoba. Berikut adalah beberapa opsi yang kami sarankan untuk digunakan pada setiap proses perjalanan pembeli:

Tahap Kesadaran (Awareness Stage)

  • Posting blog. Sangat bagus untuk meningkatkan lalu lintas organik Anda ketika dipasangkan dengan strategi SEO lewat kata kunci (keyword) yang kuat.
  • Infografis. Sangat mudah dibagikan, artinya ketika orang lain membagikan konten Anda lewat media social berarti meningkatkan peluang Anda untuk ditemukan di media sosial.
  • Video pendek. Sekali lagi, ini sangat dapat dibagikan dan dapat membantu brand Anda ditemukan oleh audiences baru di platform seperti YouTube.

Tahap Pertimbangan (Consideration Stage)

  • Ebook. Sangat bagus karena umumnya lebih komprehensif daripada posting blog atau infografis, yang berarti seseorang yang menerimanya lebih mungkin untuk bertukar kontak.
  • Laporan penelitian. Sekali lagi, ini adalah konten bernilai tinggi, memiliki prospek yang sangat bagus. Laporan penelitian dan data baru untuk industri Anda juga dapat bekerja pada tahap kesadaran, karena sering diambil oleh media atau industri pers.
  • Webinar. Karena konten ini merupakan bentuk konten video yang lebih rinci dan interaktif, webinar memiliki format konten dengan tahap pertimbangan yang efektif, karena menawarkan konten yang lebih komprehensif dibandingkan postingan blog maupun video pendek.

Tahap Keputusan (Decision Stage)

  • Studi kasus. Memiliki studi kasus terperinci di situs web Anda dapat menjadi konten yang efektif bagi mereka yang siap untuk membuat keputusan pembelian, karena membantu Anda memengaruhi keputusan mereka secara positif.
  • Testimoni. Jika studi kasus tidak cocok untuk bisnis Anda, testimonial singkat di situs web adalah pilihan yang baik. Jika bisnis Anda merek pakaian, bisa berupa foto tentang bagaimana orang lain menata kemeja atau pakaian.

Apakah saya memerlukan anggaran besar untuk Digital Marketing?

Jika Anda berfokus pada teknik inbound seperti SEO, media sosial, dan pembuatan konten untuk situs web yang sudah ada, kabar baiknya adalah Anda tidak perlu anggaran sama sekali. Dengan inbound marketing, fokus utamanya adalah menciptakan konten berkualitas tinggi yang ingin dikonsumsi audiens Anda, kecuali Anda berencana untuk melakukan pekerjaan outsourcing, satu-satunya investasi yang Anda perlukan adalah waktu.

Dengan teknik outbound seperti iklan online dan pembelian daftar email, tidak diragukan lagi ada biaya. Berapa biayanya tergantung seperti apa visibilitas yang ingin Anda terima dari hasil iklan.

Misalnya, menggunakan PPC Google AdWords, Anda akan bersaing dengan kata kunci perusahaan lain di industri yang sama dengan Anda agar muncul di bagian atas laman pencarian Google. Sangat tergantung pada daya saing kata kunci (keyword), bisa terjangkau, atau bisa sangat mahal, itulah sebabnya ide yang bagus adalah fokus membangun jangkauan organik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

POS TERBARU

10 Tips Berkomunikasi yang Efektif di Media Sosial

Saat ini, pengaruh media sosial sangat penting dalam kesuksesan bisnis dan marketing. Alasannya untuk memenangkan audiens di dunia yang semakin didominasi oleh media sosial dan...

8 Trik Rahasia Meningkatkan Pengunjung Web dan Blog dengan Cepat

Di awal memulai bisnis, bisa jadi kita akan sangat gencar mempromosikan link web dan blog kita. Bisa ke Twitter, Facebook, bahkan mencantumkannya di kartu...

5 Platform Blogging Gratis Terbaik

Saat ini sudah banyak usaha kecil dan pengusaha internet memulai blogging tanpa mengeluarkan banyak uang alias gratis. Ada kelemahan menggunakan platform blog gratis, yaitu...

Cara Menghasilkan Uang Dengan Google AdSense

Google AdSense merupakan program periklanan yang memungkinkan Anda mendapatkan bayaran ketika pengunjung mengklik iklan di situs web, blog, atau video YouTube Anda. Iklan yang...

Cara Menggunakan Google Meet

Bagi pekerja kantoran, saat ini Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di ruang rapat yang pengap. Dengan layanan panggilan berbasis konferensi video seperti Zoom...

Cara Mengaktifkan Mode Gelap di Aplikasi Google

Google akhirnya meluncurkan tema Mode Gelap/Dark Mode pada aplikasi pencarian baik di Android maupun iOS. Perusahaan telah memulai untuk melakukan pembaharuan untuk dapat menjangkau...

Cara Membatalkan Meeting di Zoom

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas  Cara Mengatur Jadwal Meeting di Aplikasi Zoom untuk meningkatkan produktifitas kerja. Sekarang kita akan melakukan bagaimana Cara Membatalkan Meeting...

POPULER