Pembagian Generasi yang Memainkan Peran Besar Dalam Dunia Ekonomi dan Bisnis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “generasi” diartikan sebagai “masa orang-orang satu angkatan hidup”. Kata generasi sendiri sudah digunakan sejak abad ke-17 di Perancis dengan kata “generacion” yang berarti “keturunan pada tahap hidup yang sama dalam suatu garis keturunan”. Secara praktis, generasi sendiri dapat diartikan sebagai golongan manusia yang lahir pada periode tertentu.

Contoh generasi di Indonesia antara lain adalah generasi kemerdekaan yang digolongkan sebagai manusia yang lahir pada zaman sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, dan generasi baby boomers, yaitu generasi yang lahir setelah era perang dunia kedua (1946-1964) yang ditandai dengan tingkat kelahiran (natalitas) yang tinggi dibanding generasi-generasi sebelumnya, akibat dari optimisme recovery (pemulihan) ekonomi setelah perang dunia kedua.

Setiap generasi memiliki stereotip tersendiri, yang sepenuhnya dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang terjadi. Generasi baby boomers, misalnya, identik dengan karakteristik pekerja keras dan perintis, terutama karena ekonomi pada saat tersebut sedang mengalami recovery pasca-perang dunia kedua, sehingga tenaga kerja baik pekerja kasar, pekerja kantoran, maupun entrepreneur (wirausahawan) sangat dibutuhkan bagi suatu negara untuk bisa kembali ke kondisi semula.

Di Indonesia sendiri, generasi baby boomers identik dengan jiwa perintis dan pengusaha dikarenakan sebagian besar generasi Baby Boomers di Indonesia sekarang dikenal sebagai owner ataupun CEO (Chief Executive Officer) perusahaan yang didirikan oleh mereka maupun generasi sebelum mereka. Ambil saja contoh Anthony Salim (lahir pada 1949) yang menjabat Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur,Tb.k yang merupakan salah satu perusahaan consumer goods terbesar dan terkemuka di Indonesia, ataupun Putera Sampoerna (lahir pada 1947) yang membesarkan PT. H.M. Sampoerna,Tbk, sampai menjadi perusahaan produsen rokok terbesar di Indonesia sebelum akhirnya beliau memutuskan untuk menjual seluruh saham keluarga yang dimiliki kepada Philip Morris International agar bisa berfokus pada pendirian Sampoerna Strategic.

Generasi Terhebat/Greatest Generation

Generasi yang lahir sebelum 1945 sering disebut sebagai generasi terhebat (greatest generation) karena manusia yang lahir pada periode tersebut adalah orang yang sering juga ikut bertarung dan meninggal pada perang dunia kedua. Nama dari generasi ini sendiri diperoleh dari perjuangan yang mereka keluarkan untuk bisa mengubah dunia. Namun begitu, generasi ini seringkali juga disebut sebagai generasi diam/silent generation, sebab banyak manusia pada generasi tersebut yang wafat selama periode perang dunia kedua. Di Indonesia sendiri, generasi yang lahir  sebelum tahun 1945 seringkali disebut sebagai generasi kemerdekaan, karena tokoh-tokoh yang lahir pada generasi menjadi pendorong proklamasi Indonesia pada 17 Agustus 1945 seiring dengan berakhirnya perang dunia kedua. Sebagian besar tokoh nasional maupun internasional yang lahir pada generasi ini terkenal akibat kontribusi ataupun jasa mereka dalam mengakhiri perang dunia kedua. Di Indonesia sendiri, tokoh-tokoh generasi ini berjasa dalam membawa Indonesia menuju kemerdekaan.

Generasi Baby Boomers

Generasi yang lahir antara 1946-1964 dan terkenal akibat dari banyaknya jumlah bayi yang dilahirkan selama periode tahun tersebut disebut sebagai generasi baby boomers. Tingginya jumlah natalitas (kelahiran) selama periode tersebut diakibatkan oleh berakhirnya perang dunia kedua dan memuncaknya optimisme masyarakat dunia dalam menyambut era baru setelah perang dunia kedua yang diramalkan akan jauh lebih baik dibanding dengan periode selama perang dunia kedua yang penuh dengan konflik dan kesengsaraan. Generasi baby boomers merupakan generasi dengan jumlah populasi terbanyak di dunia untuk saat ini. Generasi ini juga menjadi pionir teknologi yang ada pada abad ke-21 walaupun sebagian besar dari mereka masih akrab dengan penggunaan teknologi yang dapat digolongkan “lampau” pada zaman modern ini, seperti telegram, faksimili, telepon rumah dengan kabel, dan sebagainya.

Generasi ini identik dengan spirit pekerja keras, perintis, pejuang, dan sebagainya. Di Indonesia, tokoh-tokoh generasi baby boomers ini sekarang dikenal sebagai CEO perusahaan multinasional di Indonesia, tokoh besar di ajang politik maupun pemerintahan, seseorang dengan jabatan tinggi di suatu lembaga, dan sebagainya. Tokoh-tokoh pada generasi ini terkenal dari pengaruh (influence) mereka di kalangan masyarakat ataupun akibat dari posisi mereka yang berada di puncak tampuk kekuasaan.

Generasi X

Generasi X merupakan manusia yang lahir pada periode 1965-1980. Selama periode tersebut, euforia masyarakat dunia akan berakhirnya perang dunia kedua sudah pudar dan optimisme masyarakat kembali ke kondisi semula, sehingga jumlah natalitas bayi selama periode ini tidak sebanyak pada saat periode baby boomers. Generasi ini tumbuh dan besar di antara pesatnya perkembangan teknologi, seperti personal computer (PC), televisi kabel, internet, video games, dan sebagainya (walaupun penggunaannya belum terlalu populer dikarenakan tidak terjangkaunya harga-harga produk elektronik tersebut di kalangan masyarakat awam).

Sebagian besar dari generasi ini masih sangat up-todate dengan teknologi terkini. Tidak sedikit dari tokoh di generasi ini yang mengintegrasikan teknologi serta social media dalam berbagai aktivitas sehari-hari mereka. Beberapa tokoh generasi ini terkenal akibat berbagai website yang mereka ciptakan selama periode awal munculnya internet walaupun generasi ini juga yang merasakan getirnya Dotcom bubble pada 2000 lalu yang menyebabkan banyak sekali perusahaan berbasis internet (.com) kolaps. Generasi ini identik dengan spirit kepemimpinan yang tersentralisasi dan birokratis, rasional, bertanggung jawab, dan berfokus pada karier yang mapan.

Generasi Y

nadiem makarim by flickr.com

Populer juga dengan sebutan generasi milenial, generasi Y adalah sekumpulan manusia yang lahir antara periode tahun 1981-1994, di mana pada periode tersebut teknologi sedang berkembang pesat-pesatnya, lebih terjangkau untuk masyarakat luas, dan terjadi pergeseran penggunaan teknologi komunikasi konvensional (seperti telegram, telepon kabel, faksimili) ke penggunaan teknologi komunikasi yang lebih canggih, seperti melalui e-mail (surel) ataupun Short Message Service (SMS) menggunakan ponsel.

Julukan generasi milenial sendiri berasal dari pengalaman generasi ini yang tinggal pada 2 zaman yang berbeda, yaitu pre-milenium (sebelum 2000) di mana penggunaan teknologi komunikasi konvensional seperti faksimili, telepon kabel, dan sebagainya masih marak digunakan, dan zaman pasca-milenium (sesudah 2000) di mana sebagian besar masyarakat mulai banyak menggunakan teknologi komunikasi yang lebih canggih seperti e-mail, internet messenger, SMS, dan sebagainya. Pendek kata, manusia yang lahir pada generasi ini merasakan sendiri perubahan yang terjadi pada 2 zaman milenial yang berbeda, sehingga mereka disebut generasi milenial (millennials). Stereotip yang ada pada generasi ini antara lain adalah preferensi mereka untuk segala sesuatu yang serba praktis, mencari tantangan dan pengakuan di tempat kerja melalui promosi karier, erat dengan teknologi, memiliki tingkat inovasi yang tinggi, dan lebih terbuka terhadap perubahan akibat globalisasi. Tokoh-tokoh terkenal yang berada di generasi ini biasanya berhasil mengembangkan sebuah disruptive technology ataupun berada di puncak pimpinan pada usia yang boleh dikata sangat belia.

Generasi Z/iGeneration

Generasi Z (dikenal juga sebagai iGeneration, akibat akrabnya generasi ini dengan penggunaan teknologi) adalah sekumpulan manusia yang lahir pada periode 1996-2010. Pada periode tersebut, teknologi sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan seseorang, dan infrastruktur yang ada memungkinkan sebagian besar manusia yang lahir di generasi ini untuk mengakses internet yang mudah, murah, dan cepat. Generasi ini tumbuh besar bersama dengan teknologi yang sudah maju sehingga sedari dini, mereka sudah tidak asing dengan smartphone, tablet computer, laptop, dan sebagainya, dan juga tidak asing dengan istilah-istilah seperti cloud storage, torrent, mobile apps, dan lainnya.

Generasi ini identik dengan penggunaan teknologi yang terintegrasi, individualitas, perubahan melalui teknologi, dan komunikatif melalui social media (yang merupakan sebuah santapan wajib bagi generasi ini). Tokoh-tokoh yang terkenal pada generasi ini biasanya merupakan buah bibir dari para netizen (orang yang menggunakan internet) di mana mereka tenar akibat banyaknya jumlah followers (pengikut) mereka di social media ataupun “gebrakan” (breakthrough) yang mereka lakukan pada usia yang bahkan lebih muda lagi dibandingkan dengan generasi Y.

Generasi Alpha (Alpha Generation)

Generasi Alpha adalah sekumpulan manusia yang lahir pada periode 2011-2025. Pada periode tersebut, teknologi komunikasi sudah sangat maju dan praktis sehingga generasi ini diprediksi akan menjadi generasi yang sepenuhnya bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk berkomunikasi, bekerja, ataupun untuk sekedar sarana entertainment.

Orang tua generasi alpha ini juga sudah banyak menggunakan teknologi sehingga pengenalan  enggunaan teknologi sedari dini serta pembuatan akun social media pada usia yang sangat belia bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan untuk generasi ini.

Tidak banyak hal yang dapat diketahui mengenai masa depan ataupun gaya hidup dari generasi ini, namun sejumlah ahli mengatakan bahwa generasi alpha akan membawa sejumlah perubahan yang drastis dalam tatanan sosial, ekonomi, maupun gaya hidup, dikarenakan generasi alpha besar pada kondisi infrastruktur yang sudah berkembang pesat, dan orang tua mereka cenderung memiliki ekonomi yang lebih mapan dibanding generasi sebelumnya sehingga mereka mampu menyekolahkan anaknya di jenjang tertinggi.

Selain itu, karena generasi alpha ini sudah terbiasa menggunakan teknologi pada usia yang sangat dini, integrasi gaya hidup sehari-hari dengan teknologi sudah dapat dipastikan tidak dapat dipisahkan pada generasi ini. Pada generasi ini juga, Mccrindle, sebuah organisasi penelitian sosial dari Australia, memprediksi bahwa Tiongkok dan India akan menjadi pusat perhatian dunia dikarenakan kedua negara tersebut memiliki pertumbuhan penduduk yang pesat terutama untuk generasi alpha. Tiongkok sendiri baru saja menanggalkan kebijakan satu anak yang dianutnya selama 35 tahun, sehingga memberi potensi bagi generasi alpha di negara tersebut untuk bertumbuh dengan pesat secara jumlah.

Dunia Berfokus pada Generasi Y/ millennials

Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh CNN money, lebih dari 30% dari total penduduk dunia adalah manusia yang lahir pada generasi Y, di mana riset tersebut juga memperkirakan bahwa pada 2020, lebih dari 50% dari total workforce yang ada di dunia adalah mereka yang lahir pada generasi Y. Hal tersebut berarti bahwa pada tahun-tahun menjelang 2020 dan setelah 2020, generasi Y akan memainkan peran yang besar dalam dunia lapangan kerja dan juga pergerakan ekonomi secara keseluruhan, karena mereka jugalah yang akan menjadi konsumen terbesar dari berbagai produk maupun jasa yang dijual. Dengan daya beli generasi ini yang lebih tinggi dibanding dengan generasi-generasi sebelum mereka, dapat dipastikan bahwa generasi Y akan menjadi roda penggerak ekonomi dunia ke depannya.

Sumber: Millennial Finance

Tinggalkan Balasan