Panduan Menulis Resume yang Benar

Resume adalah selembar kertas yang Anda tempatkan pada halaman depan CV dan berisi rangkuman dari daftar riwayat hidup (CV) Anda. Penulisan resume lebih menekankan pada hal-hal yang ingin Anda tonjolkan. Dari sekian banyak skills yang Anda cantumkan di CV, Anda akan menampilkan potensi terkuat dari skills tertentu, termasuk menekankan transferable skills yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang Anda lamar.

Perlukah Membuat Resume?

Sebenanya tidak ada peraturan yang formal apakah resume diperlukan atau tidak. Biasanya, CV saja sudah cukup. Akan tetapi bagi Anda yang ingin beralih profesi, CV saja tampaknya tidak cukup. Diperlukan resume untuk memberikan sorotan tertentu, terutama pada kemampuan-kemampuan yang Anda anggap sebagai alasan jika Anda adalah kandidat yang cocok untuk posisi itu.

Ingatlah, cara seseorang “membaca” CV adalah dengan “memindai” (scanning). Matanya akan menyapu sekilas pada bagian pendidikan dan pengalaman kerja. Asumsinya, ia mengetahui apakah Anda layak atau tidak dengan posisi yang ditawarkan hanya berdasarkan kedua hal yang dipindainya itu.

Di saat yang sama, Anda harus sadar kalau Anda berasal dari “pulau yang berbeda”. Seandainya terjadi percakapan langsung, Anda tentu bisa menjelaskan, “Saya adalah sarjana di bidang A dan selama lima belas tahun telah berkarier dalam bidang A, meski begitu saya memiliki kemampuan Z yang dibutuhkan untuk posisi itu karena….”

Fakta yang tak mungkin diabaikan, Anda sering kali tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan keahlian dan kemampuan Anda secara langsung pada para perekrut pekerja. Kehadiran Anda hanya melalui satu-dua lembar kertas yang dinamai Curriculum Vitae (CV). Maka sebagai upaya memberikan penjelasan dengan penekanan pada skills tertentu yang dibutuhkan pekerjaan itu, Anda harus menyertakan resume. Ketika memegang resume milik Anda dan memindainya, diharapkan mata si pembaca akan langsung menangkap apa yang ingin mereka temukan.

Apa Saja yang Harus Ditulis dalam Resume?

  1. Menuliskan tujuan dengan jelas, seperti:
    • Nama pekerjaan yang Anda inginkan.
    • Posisi yang diinginkan.
    • Nama industrinya.
    • Apakah Anda punya batasan geografis?
  2. Pastikan paragraf pertama berisi rangkuman deskripsi pekerjaan yang diinginkan dan kaitannya dengan pencapaian Anda di masa lalu. Contoh, jika posisi yang tersedia adalah ahli di bidang online marketing, pastikan pertama kali yang Anda sebut adalah pengalaman berkaitan dengan kegiatan website. Ingat, manager HRD yang membaca resume Anda umumnya melakukan pemindaian tidak lebih dari satu menit. Pastikan ia langsung melihat keterkaitan resume Anda dengan pekerjaan itu.
  3. Langsung menonjolkan potensi dan transferable skills. Kalau profesi baru itu memiliki perbedaan yang sangat ekstrem dengan profesi sebelumnya maka ada baiknya Anda bergaul terlebih dahulu dengan orang-orang yang bekerja dibidang itu. Apabila mereka sudah mengenal latar belakang, potensi, dan kekuatan-kekuatan Anda, mereka kemungkinan besar dapat memberi masukan mengenai peran atau posisi dalam bidang profesi mereka yang mungkin cocok bagi Anda. Selain itu, mereka juga tidak segan memberi informasi mengenai kualifikasi apa saja yang harus Anda miliki demi mendapatkan pekerjaan tersebut. Kualifikasi itulah yang nantinya harus ditonjolkan dalam resume.
  4. Mengemas pengalaman kerja Anda dalam bentuk baru yang dapat dipahami dengan mudah orang lain (dalam hal ini para perekrut pekerja dari perusahaan tertentu). Setiap profesi memiliki berbagai istilah tersendiri. Tugas Anda adalah mencari, menerjemahkan, dan merumuskan kembali pengalaman-pengalaman Anda dalam istilah yang sesuai dengan profesi baru yang diinginkan. Dengan kata lain, pengalaman Anda harus menggunakan kata kunci yang sama.
  5. Tuliskan hanya informasi penting dan relevan dengan tujuan Anda. Dengan kata lain, Anda menawarkan apa yang ingin Anda “jual” saja, seperti skills, prestasi,dan kualifikasi terbaik dan paling sesuai dengan pekerjaan yang dilamar. Rangkum seluruh informasi tersebut dalam satu halaman yang akan menarik perhatian siapa pun yang membacanya. Dengan cara ini, diharapkan Anda mampu meyakinkan perekrut pekerja bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi yang ditawarkan.
  6. Gunakan angka, terutama kalau menyebutkan prestasi yang telah berhasil Anda raih. Misalnya, “Mencapai penjualan 11 miliar dalam 3 minggu.” Penyebutan ini jauh lebih baik daripada Anda menyebutkannya seperti berikut: “…sebelas miliar dalam tiga minggu.”
  7. Kegiatan dan skills di luar kantor yang ada hubungannya dengan profesi baru perlu Anda sertakan dalam resume, termasuk ulasan singkat mengenai hobi atau kegiatan pengisi waktu luang lainnya yang relevan dengan posisi yang hendak dilamar. Contoh: anggota asosiasi profesional, bekerja sebagai volunteer, pernah magang di salah satu yayasan yang menangani para pecandu narkoba, perlu dicantumkan jika Anda ingin melamar pada posisi public relation atau layanan pelanggan (customer service).
  8. Tulis–periksa-tulis ulang hingga benar-benar merangkum semua yang ingin Anda tonjolkan. Pastikan resume menunjukkan skills Anda dari sisi operasional, manajemen, kepemimpinan, dan komunikasi.
  9. Tambahkan keterangan yang menunjukkan keterkaitan dengan profesi baru. Contoh, sebelumnya Anda bekerja sebagai analis produk. Lalu, Anda ingin beralih menjadi manajer Sumber Daya Manusia (HRD). Anda dapat menuliskan di dalam resume sebagai berikut: analis produk dengan penekanan pada manajemen produksi. Akan tetapi, Lakukan hal ini kalau benar-benar terjadi secara nyata, jangan hanya membesar-besarkan kemampuan tanpa bukti nyata.
  10. Tuliskan nama yang dapat dikenal untuk memperkuat bukti prestasi Anda. Contoh, “Berhasil meningkatkan penjualan dari 400 juta menjadi 1 miliar dalam 6 bulan diperusahaan XYZ.”

Bagaimana Menuliskan Transferable Skills dalam Resume?

Transferable skills, atau keterampilan-keterampilan yang dapat diaplikasikan keberbagai jenis profesi, merupakan modal utama bagi Anda yang ingin beralih profesi. Apabila Anda sudah bekerja selama 7-15 tahun, entah sebagai manajer, editor, sales, atau mekanik, Anda dapat dipastikan memiliki banyak skills yang dapat ditransfer ke bidang profesi apa pun (coba baca kembali Checklist IV). Saat ini, fokus Anda mungkin lebih pada bagaimana menuliskan transferable skills dalam selembar kertas yang disebut resume?

Contoh Penulisan Resume yang Menonjolkan Transferable Skills.

Saya memiliki pengalaman bekerja selama _____tahun sebagai seorang _________________, ________________________, dan ________________ di perusahaan BUMN pada bidang minyak dan gas. Saya bersedia ditempatkan pada posisi _______________________ yang akan memaksimalkan secara efektif pengalaman saya dalam _________________________.

Contoh Resume Akuntan yang Melamar Sebagai Peneliti

Saya bersedia ditempatkan pada posisi sebagai peneliti biologi yang akan secara efektif memaksimalkan pengalaman saya selama 10 tahun sebagai seorang manajer yang bertanggung jawab dalam pengawasan dan pengaturan keuangan.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan