Panduan  Lengkap Melakukan HXC Research untuk  Startup

HXC adalah pengguna yang percaya dengan visi perusahaan kita dan menggunakan seluruh layanan  dan produk kita dengan maksimal, karena itu membuat perbedaan dalam hidup mereka.

Bagian terbaik dari memahami HXC (high expecting customer) adalah setiap orang dalam bisnismu, dari karyawan hingga konsumen, mendapatkan pemahaman yang sama mengenai produk yang dikembangkan. User produkmu pun akan merasa bahwa produk tersebut memang diciptakan untuk mereka.

Kamu tentu tidak perlu bersusah payah lagi menggaet hati mereka sehingga customer acquisition cost akan berkurang. Roadmap bisnismu juga terlihat lebih jelas dan seluruh tim dapat bekerja lebih kreatif. Semua berawal dari sini.

Langkah 1 Mengingat kembali positioning startup/produk

Secara umum positioning merupakan sebuah  pernyataan baik satu atau dua kalimat yang secara jelas mendefinisikan masalah yang coba diatasi, dan mengapa solusi tersebut menarik. Positioning menjadi fondasi awal dalam menyusun strategi bisnis, produk, dan merek. Sebuah perencanaan yang matang akan membawamu kepada revenue yang positif, konsumen yang bahagia, dan tempat kerja menyenangkan.

Kamu bisa memulainya dengan lima pertanyaan berikut:

  • Siapa yang menginginkan/membutuhkan produkmu?
  • Mengapa produkmu berguna bagi mereka?
  • Bagaimana perasaan mereka terhadap produkmu?
  • Apa manfaat yang ditawarkan produk?
  • Apakah produkmu bisa melebihi ekspektasi mereka nantinya?

Jadi, sebelum kamu memutuskan untuk mengambil langkah besar, menggelontorkan waktu dan tenaga untuk melakukan HXC research, ingat kembali positioning startup milikmu.

Langkah 2 Menetapkan tuiuan riset

Langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan riset. Mendefinisikan tujuan riset sebelum memulai riset akan membantumu merumuskan orang-orang yang terlibat, serta memberikan gambaran jelas kepada mereka. Buatlah tujuan besar (lebih baik tidak lebih dari tiga), agar risetmu tetap fokus.

Tujuan yang ditetapkan secara garis besar adalah jawaban yang kamu harapkan dari riset ini. Kamu dapat memulainya dengan kombinasi berikut:

  • Mengetahui siapa HXC produkmu jawaban yang nantinya kamu temukan akan membantumu mengetahui tipe user seperti apa yang memperoleh value terbesar dari produkmu dan apakah kamu sedang melayani user yang tepat.
  • Mencari tahu apa yang mereka inginkan Nantinya, kamu akan mengetahui apa yang sebenarnya user butuhkan dan bagaimana caranya menyediakannya untuk mereka.

Langkah 3 Menentukan persona HXC

Mendefinisikan user ideal produkmu adalah langkah yang paling krusial. HXC adalah user paling cerdas yang ada dalam suatu demografi yang kamu bidik. la adalah seseorang yang bahkan tidak sungkan mengakui bahwa ia menikmati produkmu dan merasakan manfaatnya. User ini cerdas, dalam artian ia mampu membantu startup menyebarluaskan  informasi  mengenai  produk  yang ditawarkan.

Misal startup kamu memiliki tiga juta pengguna. Siapa yang masuk kategori HXC kamu? Mengingat HXC adalah pengguna aktif yang peduli dengan produkmu, maka sebagai permulaan kamu dapat menggunakan kombinasi kriteria berikut ini:

  • User yang memiliki akun di situs kamu
  • Mengunjungi laman situs setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu
  • Login ke website setidaknya satu kali dalam tiga bulan terakhir
  • Pernah membagi konten di media sosial

lngat, kriteria yang kamu gunakan sangatlah penting. Gunakan kriteria yang berkaitan langsung dengan bisnis kamu. Misalnya untuk sebuah marketplace tempat sewa tinggal, maka jumlah malam booking serta frekuensi dalam sebuah periode lebih penting daripada jumlah uang yang dia habiskan dalam semalam. Atau jika kamu sebuah developer game, maka user yang memberikan input, ikut dalam versi beta, dan merekomendasikan game ini kepada teman lebih penting daripada user yang membeli IAP satu kali dalam jumlah besar.

Langkah 4 Menemukan HXC melalui survei awal

Dengan kombinasi kriteria tersebut, maka kamu sudah menemukan jumlah user yang akan menjadi responden survei awal kamu. Langkah selanjutnya adalah menyusun pertanyaan berdasarkan tujuan yang sudah ditentukan. Perlu diingat, pertanyaan pada survei awal bertujuan untuk mengetahui persepsi dan kebutuhan user. Jadi, setiap pertanyaan harus dapat membantu kamu menemukan jawabannya.

Pro Tip

  • Hindari pertanyaan umum yang tidak sesuai atau keluar dari tujuan awal kamu melakukan riset ini.
  • Bila kamu dapat memprediksikan jawabannya, hilangkan pertanyaan tersebut dalam survei.
  • Jangan tanyakan user tentang fitur atau UI produkmu.
  • Perhatikan user experience dalam pengisian survei. Jangan sampai terlalu banyak pertanyaan terbuka yang membuat user cenderung enggan mengisi jawaban yang sebenarnya.
  • Sebar survei ke grup kecil terlebih dahulu dan coba liat hasilnya. Apakah ini membantu kamu? Lakukan perubahan pertanyaan jika perlu.
  • Survei ini mengharuskan user untuk kritis dan jujur, maka izinkan user mengisi secara anonim. Sebab user kurang berani menyampaikan pendapat mereka bila harus menulis nama. Namun, jika  ada  user yang berani menyebutkan identitasnya, user tersebut selangkah lebih dekat ke arah HXC.

Langkah 5 Mengelola data awal survei

Dari hasil survei yang sudah diisi, kamu bisa melihat pola yang  mulai terbentuk  dan menarik beberapa kesimpulan. Melalui data ini, kamu dapat menemukan banyak hal tak terduga dan memiliki gambaran apakah strategi, roadmap, dan tim kamu sudah sejalan dengan keinginan user atau tidak.

Pro Tip

  • Jangan terlalu berpegangan pada hasil survei sebab data yang dihasilkan masih mentah.
  • Bersiaplah untuk mengalami drop rate lebih dari 70 persen. lngat, tidak semua user kamu benar-benar peduli kepada produk kamu.

Langkah 6 Melakukan wawancara langsung

Kamu memerlukan data yang lebih jelas, kritis, dan jujur. ltulah mengapa kamu harus bertemu mereka secara langsung. Dari total user yang mengisi survei awal, siapa yang harus diundang untuk wawancara? Tajamkan fokusmu dengan memilah user yang paling dekat ke arah HXC, misalnya dengan kriteria seperti: mengisi semua pertanyaan survei, meninggalkan nama dan email untuk dihubungi, dan mengakses produkmu tiga kali seminggu.

Dengan kombinasi tersebut, langkah berikutnya adalah mengirim email undangan kepada user terpilih. Selanjutnya dari user terpilih tersebut mungkin  saja hanya ada beberapa orang yang setuju untuk meluangkan waktu mereka. Tenang, angka bukanlah persoalan.

Pro Tip

  • Susun pertanyaan yang lebih esensial dan bisa mendorong mereka untuk menjawab secara lebih personal serta jujur.
  • Hindari pertanyaan     seperti, “Apa   yang kamu inginkan dari produk kami?”. Sebaliknya, fokus pada masalah yang mereka hadapi sehari-hari dan bagaimana produkmu dapat menjadi solusi.
  • Tanyakan pengalaman mereka saat menggunakan produkmu dan masalah yang mereka temui.
  • Lakukan trial run dengan rekan kerjamu untuk memastikan pertanyaan dengan mudah dapat dimengerti.
  • Jangan puas dengan jawaban pertama mereka, gali terus, temukan alasan mendasarnya. Tanya mengapa? Mengapa? Mengapa?

Langkah 7 Mengelola Data Hasil Wawancara

Dari seluruh jawaban yang kamu dapat, kamu akan menemukan gambaran yang lebih jelas dan mendalam. Kemudian rangkum semuanya dalam poin-poin kesimpulan.

Sebelum kamu benar-benar mengakhiri riset ini, pastikan kamu yakin dengan HXC yang kamu temukan dengan merefleksikan semuanya melalui pertanyaan berikut ini.

  • Apakah HXC ini mampu menjadi inspirasi bagi user lainnya?
  • Apakah memiliki   HXC   seperti   ini   membuat  kamu   bangga?   Jika   tidak   mungkin   kamu  sedang bertanya kepada pengguna yang tidak tepat.
  • Apakah masalah yang mereka alami relevan dengan produk kamu? Apakah kamu dapat memecahkan masalah HXC dengan produk dan visi kamu?

Langkah 8 Merancang Rencana Keria

Kesimpulan yang sudah dibuat dari hasil riset ini kemudian  diubah  menjadi rencana kerja. Kamu perlu menjadikan HXC sebagai kode genetik DNA dalam strategi, roadmap, operasi dan pemasaran produkmu. Tergantung hasilnya, ini mungkin akan membutuhkan waktu sampai dengan 8 minggu. Setelahnya, kamu dan perusahaan akan menemukan perspektif yang lebih tajam dan membangun fitur lain yang lebih baik sesuai dengan apa yang HXC butuhkan.

Pro Tip

  • Jangan ragu untuk  menggunakan gaya   bahasa yang   digunakan oleh HXC agar produkmu nanti terasa semakin personal. Sebab kamu telah berinvestasi saat proses pengumpulan data dan sekaranglah saatnya untuk menuai hasilnya.
  • Jangan ragu pula untuk melakukan split testing untuk melihat bagaimana pesan atau strategi tersebut diterima oleh user produkmu yang lain.

Tidak ada jaminan bahwa riset pertama ini akan langsung membuahkan hasil. Kamu tetap harus mengadakan kembali riset ini dari waktu ke waktu. Sebab yang terpenting bukan hanya temuan riset, tapi juga keinginan untuk terus-menerus berubah dan melayani user produkmu.

Source: techinasia

Tinggalkan Balasan