Metrics Untuk Mengukur Kesuksesan Campaign Email Marketing

Tentunya setelah kamu mengirimkan email ke customer kamu, kamu ingin tahu apakah campaign email marketing yang kamu lakukan sebenarnya membantu tujuan utama dari email marketing yang kamu lakukan? Apakah email list kamu bertambah? Apakah kamu mendapat customer baru?

Apapun goal yang ingin kamu capai, kamu memerlukan metrics untuk mengukur kesuksesan campaign email marketing kamu. Ada beberapa metrics yang bisa kamu pilih sebagai alat pengukur kesuksesan. Di bagian ini, kita akan membahas metrics apa saja yang bisa kamu pilih dan bagaimana metrics ini bisa membantu kamu untuk mencapai goal email marketing kamu.

  1. Open Rate

  • Definisi: Persentase email yang dibuka
  • Cara menghitung: Email yang dibuka ÷ (Email dikirim – email bounce)
  • Contoh: 5,000 ÷ (10,000 – 500) x 100 = 52,6%

Tidak semua email yang kamu kirim akan dibaca oleh penerimanya. Open rate adalah metrik yang bisa memberitahu kamu apakah email kamu dibuka atau tidak oleh subscriber email dan newsletter kamu. Kalau open rate kamu rendah, mungkin kamu harus mencoba mencari subject email yang lebih menarik agar orang mau membuka email kamu.

  1. Clickthrough Rate

  • Definisi: Persentase penerima email yang mengklik satu atau lebih link yang ada di dalam email.
  • Cara menghitung: (Total clicks ÷ jumlah email yang dikirim) x 100
  • Contoh: (500 total clicks ÷ 10,000 email dikirim) x 100 = 5%
  • Clickthrough rate atau sering disebut CTR adalah salah satu metrics yang selalu diperhatikan oleh email marketer. Metrics ini adalah salah satu metrics yang paling mudah dihitung untuk melihat seberapa efektif email yang kamu kirim.
  • CTR juga biasa digunakan untuk melihat hasil A/B testing, karena testing ini biasa memang dilakukan untuk melihat strategi mana yang memberikan hasil lebih besar.
  • Clickthrough rate adalah salah satu metrics yang penting karena CTR memberikan insight langsung tentang berapa banyak orang yang ada di list email kamu engage dengan konten kamu dan tertarik untuk tahu lebih banyak tentang brand atau tawaran kamu.
  1. Conversion Rate

  • Definisi: Persentase penerima email yang mengklik link di email kamu dan melakukan action yang kamu inginkan, misalnya mengisi formulir atau membeli sebuah produk.
  • Cara menghitung: Jumlah orang yang melakukan action ÷ Jumlah email yang dikirim) x 100
  • Contoh: (400 orang melakukan action ÷10,000 email dikirim) x 100 = 4%

Setelah penerima email mengklik link yang ada di email kamu, goal selanjutnya adalah mendorong mereka untuk melakukan sebuah action. Misalnya, kamu mengirim email untuk menawarkan penerima email kamu sebuah eBook, maka setiap kali penerima email men-download ebooknya, ini dihitung sebagai conversion.

Karena definisi conversion bisa berbeda-beda sesuai dengan CTA yang kamu letakkan di email, conversion rate adalah salah satu metrik yang paling penting untuk menentukan sejauh mana kamu berhasil mencapai tujuan kamu.

Untuk mengukur conversion rate campaign email marketing kamu, kamu harus mengintegrasikan platform email dan web analytics kamu. Ini bisa dilakukan dengan membuat URL tracking untuk link email kamu. URL tracking ini akan membantu kamu mengidentifikasi apakah click-nya datang dari campaign email marketing.

  1. Bounce Rate

  • Definisi: Persentase jumlah email yang tidak terkirim ke penerimanya
  • Cara menghitung: (Jumlah email yang tidak terkirim ÷ Jumlah email yang dikirim) x 100
  • Contoh: (75 email tidak terkirim ÷ 10,000 email dikirim) x 100 = 0.75%

Ada dua jenis bounce yang bisa kamu track: hard bounces dan soft bounces. Jika email penerima masih valid, tetapi inbox mereka penuh atau ada masalah dengan server penerima, email kamu pasti akan di-bounce. Ini adalah jenis bounce yang disebut dengan soft bounce. Jika penerima sudah membersihkan inboxnya atau mengatasi masalah yang ada pada server mereka, kamu bisa mengirim ulang email kamu dan mereka akan mendapatkannya.

Jenis bounce yang kedua adalah hasil dari pengiriman email ke alamat email palsu, invalid, atau sudah dihapus. Tentu saja email kamu tidak akan terkirim jika alamat emailnya tidak ada. Kamu sebaiknya menghapus alamat email hard bounce dari daftar email kamu karena bounce rate akan mempengaruhi reputasi alamat email pengiriman. Kalau ada terlalu banyak email hard bounce di alamat email kamu, alamat email kamu akan terlihat seperti spammer di mata provider Internet (ISP).

Sumber: dewaweb

Tinggalkan Balasan