Mengenal Istilah Produsen, Marketer, Reseller, dan Dropshipper Dalam Bisnis Online

Di dunia bisnis online, orang bebas memasarkan bebagai jenis produk dan jasa, selama tidak melanggar hukum. Tidak semua produk dan jasa itu kita hasilkan atau produksi sendiri. Bahkan tidak semuanya merupakan milik kita. Pada bisnis jual beli konvensional, sering dikenakan aturan bahwa penjual wajib membeli lebih dulu semua produk dari agen, baru kemudian dijual lagi. Di bisnis jual beli online, hal itu tidak selalu berlaku. Maka muncul beberapa istilah, seperti produsen, marketer, reseller, dan dropshipper. Ada beberapa istilah lain, tapi empat istilah itu bisa dikatakan paling merepresentasikan tingkatan dalam bisnis online. Bagi yang sudah bergaul di komunitas jual beli online, pasti cukup familier dengan istilah-istilah itu.

Apa perbedaan dari istilah-istilah itu? Berikut penjelasannya:

Produsen

Jika kamu punya hobi membuat kerajinan art and craft, yang kemudian memproduksi dan menjualnya, maka kamu adalah seorang produsen. Kamu lah pencipta produk itu, sekaligus memasarkannya, mempromosikan, menjual, dan melayani pesanan. Tapi ada saatnya seorang produsen memerlukan bantuan pihak lain untuk melakukan itu semua, sehingga mereka dapat fokus pada bidang produksi. Menjadi produsen merupakan tingkatan yang paling kompleks dalam suatu bisnis. Perlu dibekali kemampuan manajemen,komunikasi, menguasai keuangan, strategi bisnis serta wawasan yang luas, dan ketekunan. Tapi begitu kamu menemukan passion di suatu bidang, seperti menjadi ilustrator, dan karyamu disukai banyak orang, maka akan banyak pihak yang bersedia membantumu. Dan saat itulah menjadi produsen adalah suatu keniscayaan.

Marketer

Sesuai namanya, marketer adalah seorang yang fokus pada bisnis marketing atau pemasaran. Marketer biasanya berafiliasi dengan produsen, membantu mereka memasarkan produknya secara online. Para marketer bisa seorang bloger, penulis konten, buzzer media sosial, atau reviewer. Intinya, mereka membantu agar suatu produk dikenal lebih luas dan mencapai target yang diharapkan. Berpromosi juga menjadi bagian kerja seorang marketer. Untuk itu seorang marketer dituntut punya ide-ide cemerlang agar dapat melakukan terobosan di bidang marketing, serta koneksi yang luas.

Marketer online saat ini merupakan jenis bisnis online yang menggiurkan. Ada banyak bloger, reviewer, buzzer media sosial, yang bisa meraup belasan hingga puluhan juta rupiah setiap melakukan posting artikel atau tweet, foto atau video. Bahkan perusahaan raksasa selevel Google, Facebook, Twitter, mendulang keuntungan dari bisnis marketing online yang mereka tawarkan.

Online marketing by pexels.com

Reseller

Produsen dan marketer memerlukan reseller, sebagai pihak yang menjual produk atau jasa ke pihak lain. Reseller merupakan pelaku bisnis, dan jika itu dilakukan secara online maka tergolong bisnis online. Mereka menjual produk di web, forum jual beli online, toko online, atau online marketplace, tapi mereka bukanlah produsen produk tersebut. Reseller hanya perlu menyediakan stok secukupnya, menjual, dan melakukan aktivitas pengiriman pesanan ke pembeli. Setelah stok habis, mereka bisa mengambil lagi dari produsen atau distributor atau agen penyedia stok.

Bisnis reseller lebih pas untuk jenis produk yang evergreen, tidak akan lekang oleh waktu, dan variannya tidak banyak, sehingga tidak terlalu memakan space penyimpanan. Misalnya hijab muslim, perlengkapan salat, kaos kaki, sarung tangan, topi, mantel hujan, dan pernah-pernik sejenis. Karena menyimpan dan melihat produknya langsung, reseller bisa memastikan ketersediaan dan kualitas barang, sehingga mempermudah melayani pesanan.

Dropshipper

Nyaris sama dengan reseller, dropshipper menjual barang yang bukan produknya sendiri, dan bukan miliknya. Bedanya dengan reseller, dropshipper tidak menyimpan stok produk sama sekali. Dropshipper melakukan penjualan online, setiap kali ada pemesan maka mereka akan menyampaikan ke pihak reseller, distributor, atau produsen. Pihak itulah yang akan melakukan pengiriman pesanan ke konsumen. Inilah jenis bisnis online yang paling praktis, namun sekaligus juga agak rumit. Sebab seorang dropshipper harus tekun melakukan komunikasi dan mediasi antara konsumen dengan penyedia produk. Pihak dropshipper harus memastikan keinginan pembeli bisa dipenuhi sebelum transaksi dilakukan. Akibat tidak melihat dan menyimpan stok produk, dropshipper tidak bisa langsung memantau ketersediaan dan kualitas barang. Ketika pembeli merasa tidak puas dengan kondisi produk, dropshipper harus tetap bertanggung jawab memberi penjelasan. Inilah tantangan utama sebagai dropshipper, walau kadang ada yang menganggap menjadi dropshipper adalah bisnis online paling mudah dan murah, sebab tidak perlu keluar modal besar.

Dari empat hierarki di atas, menjadi produsen dapat dikatakan yang tersulit. Sedangkan dropshipper merupakan yang paling mudah dan murah. Reseller tergolong banyak diminati pebisnis online, terutama untuk produk fashion dan aksesorinya. Tentu saja, semakin banyak pelaku bisnis di suatu bidang, makin besar pula kompetisinya. Apabila kamu punya skill atau passion menciptakan sesuatu, ingin memproduksi, memasarkan, dan menjualnya, bisa dicoba menjadi produsen. Memang tantangannya lebih berat, tapi kamu akan punya pasar niche, pasar khusus untuk bisnismu. Dan jika kamu menguasainya, sangat besar peluangnya untuk berkembang.

Bagi yang punya passion saling berbagi informasi, senang mempromosikan sesuatu, punya jaringan luas, senang bergaul, maka menjadi marketer online adalah pilihan yang oke. Sementara untuk menjadi reseller dan dropshipper, kamu harus punya jiwa berdagang dan melayani. Tapi inti dari semuanya adalah kamu wajib punya passion di bidang bisnis.

Sumber: segera resign dan mulai bisnis

Tinggalkan Balasan