Mengenal Alat-Alat Ukur

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang materi (zat) dan energi. Fisika menyatakan keteraturan hubungan besaran-besaran fisik melalui hukum-hukum Fisika. Untuk keperluan itu dibutuhkan pendefinisian secara tepat dan pengukuran secara teliti.

Dalam kegiatan Fisika tentu tidak terlepas dari kegiatan pengukuran. Kegiatan pengukuran memerlukan alat ukur yang sesuai.

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang baku dapat berupa mistar, rol meter, jangka sorong, atau mikrometer skrup.

1. Mistar

Mistar adalah alat ukur panjang yang mempunyai ketelitian setengah dari skala terkecil. Pada skala centimeter, 1 cm dibagi menjadi 10 skala, sehingga 1 skala panjangnya 0,1 cm atau 1 mm. Sehingga ketelitian mistar adalah 0,5 mm.

Contoh:

2. Jangka Sorong

Gambar Jangka sorong dengan skala nonius dan skala utama
Gambar Jangka sorong dengan skala nonius dan skala utama

Gambar (a) bagian-bagian jangka sorong (b) penunjukkan skala jangka sorong. Panjang benda diukur menggunakan jangka sorong ditunjukkan seperti gambar (b). Pada gambar di atas skala utama (Sku) 62 skala.

Skala nonius (Skn) 4 skala.

Panjang benda = sku . 1 mm + skn . 0,1 mm

= 62 . 1 mm + 4 . 0,1

= 62 mm + 0,4 mm

= 62,4 mm

3. Mikrometer Skrup

Gambar Mikrometer Skrop memiliki skala utama dan nonius

Selain jangka sorong, mikrometer sekrup juga mempunyai skala utama dan skala nonius. Bila selubung luar diputar satu kali, rahang geser dan selubung luar maju atau mundur 0,5 mm. Karena selubung luar memiliki 50 skala, maka skala nonius memiliki panjang 0,5/50 = 0,01 mm.

Jadi 1 skala utama (sku) mikrometer = 0,5 mm dan 1 skala nonius (skn) mikrometer sekrup = 0,01 mm.

Pada gambar di atas penunjukkan sku = 9 skala skn = 43

Panjang benda yang ukur = (sku . 0,5 + skn . 0,01) mm.

= (9 . 0,5 + 43 . 0,01) mm

= (4,5 + 0,43) mm

= 4,93 mm

NOTASI ILMIAH

Permasalahan dalam fisika kadang melibatkan angka yang terlalu besar dan kadang terlalu kecil. Contohnya kecepatan cahaya kurang lebih sebesar:

c = 300.000.000 m/s

muatan elektron kurang lebih sebesar:

e = 0,00000000000000000016 coulomb.

Jika ditulis seperti di atas memakan tempat/tidak efisien. Untuk mengatasi masalah tersebut kita dapat menggunakan notasi ilmiah atau notasi baku.

Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dapat dinyatakan:

a x 108n ; -10 < a < 10 dan n = bilangan bulat

Jika ditulis dengan notasi ilmiah kedua contoh di atas menjadi:

c = 3 . 108 m/s dan e = 1,6 . 10-19 coulomb.

Sumber: bse depdiknas

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan