Mengapa Sebelum Melakukan Promosi Kita Harus Menentukan Target Terlebih Dahulu?

Sering kali kegagalan bisnis disebabkan karena kita tidak memahami target konsumen. Riset dari Customer Intelligence Research Partners di Amerika mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan pengguna smartphone Samsung, pengguna iPhone adalah orang-orang muda, kaya, dan berpendidikan.

Tren ini sesuai dengan tagline Apple: Think Different. Pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari keberhasilan Apple adalah ketegasan dan kejelasan segmen membuat Apple lebih mudah menentukan dan mengembangkan strategi pemasaran produk.

Dengan kata lain, kita harus mengetahui siapa calon pembeli produk kita? Bagaimana karakteristik mereka? Di mana mereka tinggal? Apa motif mereka dalam membeli produk? Di dalam dunia bisnis, pengetahuan ini dikenal dengan istilah segmen.

Produk dan kegiatan pemasaran untuk segmen dewasa tentu berbeda dengan segmen remaja, bahkan anak-anak. Begitu pula ketika kita memutuskan menjual produk di daerah kecil atau kota besar.

Dalam buku Lasting Lean karya Bonnie S., segmen dapat dibedakan dalam tiga kategori berikut.

1. Segmen Geografi

Segmen ini berlaku jika kita memutuskan untuk melakukan penjualan secara offline. Penjualan di kota kecil dan kota besar sebaiknya dilakukan dengan cara berbeda, termasuk mempersiapkan tagline untuk promosi yang juga berbeda.

Misalnya, produk bisnis kita adalah cokelat de ngan resep turun-temurun dari keluarga kita. Di Jakarta, kita menggunakan tagline: Rasa Cokelat, Warisan Asli Keluarga. Sementara di Garut, tagline kita pun berubah karena menyesuaikan dengan bahasa atau budaya masyarakat setempat, misalnya Rasa Cokelat, Aseli ti Karuhun.

2. Segmen Demografi

Jenis kelamin, usia, agama, tingkat pendidikan, sampai profesi merupakan dasar dari segmentasi demografi. Dalam menentukan segmen ini, kita harus benar-benar fokus dan konsisten karena setiap kelompok demografi memberi peluang yang sama besar jika kita dapat menawarkan nilai produk sesuai kebutuhan mereka.

3. Segmen Psikografi

Segmentasi ini lebih menekankan pada ciri psikologis manusia, seperti gaya hidup, kelas sosial, dan kepribadian. Hal ini bisa kita lihat dari berbagai game online yang ada di smartphone, Android, Iphone. Hampir semua lapisan masyarakat membutuhkan hiburan berupa permainan. Itu sebabnya industri game online terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Keuntungan mengguna kan segmentasi psikologis, kita dapat melampaui batasan demografi dan geografi.

Dalam praktiknya, kita bisa menggabungkan ketiga segmen ini dalam satu bisnis. Contoh yang terlihat jelas memiliki ketiga segmen ini adalah bisnis hotel. Hotel harus memiliki lokasi strategis (segmen geografi) yang mudah dijangkau atau memiliki pemandangan indah yang memikat orang untuk datang dan menginap. Dari segmen demografi, hotel memenuhi kebutuhan tertentu, misalnya untuk liburan keluarga atau perjalanan bisnis. Hotel juga memiliki kelas masing-masing, mulai dari bintang 2 hingga bintang 5, demi mengikuti gaya hidup konsumen (segmen psikografis).

Nah, sekarang giliran kita mempertimbangkan segmen pasar yang akan kita tuju untuk bisnis yang sedang kita jalankan? Siapa target pasar kita? Dapatkan kita menggabungkan ketiga segmen yang telah kita bahas pada bab ini demi memenuhi kebutuhan konsumen?

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Tinggalkan Balasan