Langkah-Langkah Menjadi Youtuber Sukses dengan Penghasilan Puluhan Ribu Dollar

Tidak suka menulis, memotret, tapi punya bakat membuat video? YouTube adalah jawabannya. Berapa banyak artis yang lahir dari YouTube? Tak terhitung. Justin Bieber hanya salah satunya. Dengan YouTube, siapa saja bisa menjadi selebriti unjuk kebolehan sesuai bakatnya. Tak harus piawai menyanyi, hobi mengedit musik, dan video pun memungkinkan siapa saja meraup sukses di TV online ini. Eka Gustiwana, youtuber asal Indonesia, dengan jumlah subscriber nyaris 400.000, mengaku berpenghasilan di atas UMR berkat kreativitasnya. Kalau kamu punya bakat membuat video, menguasai teknik-teknik dasarnya, maka menjadi youtuber alias praktisi YouTube pilihan yang tepat buatmu.

Bagaimana Memulainya?

1. Si Penampil atau Si Pembuat?

Ada dua jenis youtuber, yaitu si penampil dan si pembuat. Justin Bieber cilik di awal kariernya merupakan contoh youtuber penampil. Sedangkan, Eka Gustiwana tergolong pembuat, dalam artian sosoknya tidak tampil di video, melainkan dialah pembuat videonya. Penampil wajib punya keberanian berakting di depan kamera, sesuai dengan bidang yang ingin ditampilkan. Misalnya, ingin bernyanyi maka kuasailah bidang tarik suara. Ingin menjadi stand up comedian, kuasailah bidang itu. Pembuat video tak harus punya keberanian tampil di depan kamera, tapi wajib punya skill dan kreativitas membuat video. Di sini kamu berperan sebagai sutradara sekaligus produser. Kuasailah bidang pilihanmu.

2. Buat channel YouTube

Sama seperti TV, YouTube punya channel atau saluran khusus. Siapa saja bisa membuatnya. Jika sudah punya akun Google, otomatis akan memiliki akun YouTube dan bisa mendaftar untuk membuka channel. Perhatikan pemilihan nama channel, sebisa mungkin sangat menggambarkan dirimu atau konten yang akan kamu unggah. Pakailah username yang singkat, mudah diingat, dan orisinal. Sekali membuat username, sebaiknya jangan pernah menggantinya, sebab itu adalah brand-mu.

3. Kuasai teknik editing

Ada banyak aplikasi yang mempermudah proses editing video. Jika kamu bisa menguasainya, maka proses mengedit video ditambah kreativitas oke, akan menghasilkan video ciamik.

Berikut beberapa aplikasi editing video yang bisa dipelajari:

  • Windows Video Maker: Dilengkap fitur efek, transisi, judul atau credit, audio track,timeline narasi, dan auto movie.
  • Avidemux: Bisa diundung gratis. Avidemux membantumu melakukan pemotongan sederhana, penyaringan, dan pengodean. Mendukung banyak jenis file, seperti AVI, DVD file, MPEG yang kompatibel, MP4, dan ASF, menggunakan berbagai codec.
  • Wax: Aplikasi ini sangat fleksibel. Bermanfaat membuat efek 2D dan 3D. Ingin membuat efek ledakan, asap, hujan, kebakaran? Wax bisa membantumu mewujudkannya.

4. Unggah konten

Usahakan selalu mengunggah konten video dalam kualitas gambar terbaik. Jika tidak, akan membuat orang enggan menontonnya, kendati kontennya bagus. Video di YouTube sebisa mungkin juga jangan terlalu panjang durasinya, sebab akan membuat orang enggan menontonnya sampai habis, mengingat keterbatasan bandwidth internet. Konsistenlah dengan jenis kontenmu. Jika nama channel-nya “Buku Diari Lucu Kucingku”, maka sebaiknya semua konten bertema sama, video tentang perilaku kucing sehari-hari yang lucu. Dan rutinlah memperbarui kontenmu, misalnya setiap seminggu sekali atau setiap tiga hari sekali. Dengan jadwal rutin, maka penonton atau subcsriber tidak akan ketinggalan acaramu.

5. Berlatih terus: Merasa karyamu kurang oke dan tidak disukai banyak orang?

Tenang, namanya juga pemula, wajar jika tak langsung berhasil. Teruslah unggah video karyamu, sembari belajar dari kesalahan video sebelumnya. Minta teman-teman untuk mengomentari karyamu, kenapa kurang menarik, apakah ada teknik khusus yang kurang kamu kuasai, dan seterusnya. Perbaiki kontenmu dengan mencoba memakai kamera yang lebih baik. Jangan lupa untuk melihat-lihat berbagai channel YouTube lain yang sudah punya banyak subsrciber. Pelajari apa yang bisa kamu contoh dari mereka.

6. Cari audiens!

Apalah artinya sebuah channel jika tak ada yang menonton? Carilah audiens sebanyak-banyaknya. Caranya, dengan mengundang semua orang untuk mengeklik link YouTube-mu. Sebarkan ke seantero media sosial, forum-forum online, kalau perlu broadcast melalui pesan instan, seperti WhatsApp, BBM, Line, dan sebagainya. Sebelum itu, pastikan videomu akan berguna, bukan hoax, dan tidak mengandung hal-hal yang menyinggung SARA atau pornografi.

7. Uangkan videomu!

Ada beberapa cara untuk monetize alias menguangkan videomu:

Salah satu cara simpel mendapatkan uang dari YouTube adalah melalui iklan. Ini berarti kamu mengizinkan pihak YouTube memasang iklan di channel-mu. Klik tab monetization saat mengunggah video dan tandai kolom “Monetize with Ads”. Setelah mengunggah video, buka tab video manager dan klik tanda “$” pada video yang dimaksud. Tandai lagi kolom “Monetize with Ads”.

8. Google AdSense

Mendaftar ke Google AdSense bisa dilakukan gratis di webnya dengan mengeklik Sign Up Now. Kamu harus berusia di atas 18 tahun untuk memiliki akun ini. Jika usiamu di bawah 18, mintalah bantuan kakak, orang tua, atau teman yang lebih tua. Kamu juga harus punya akun PayPal atau rekening bank untuk bisa menerima pembayaran dari Google AdSense.

9. Cek dan analisis

Mengetahui detail pengunjung, berapa kali video kita diklik, sangat perlu. Selain untuk membandingkan kualitas videomu, memeriksa, dan menganalisis data ini juga dibutuhkan untuk tahu seberapa besar pendapatan. Klik opsi analytics di menu Channel. Di sini bisa dipantau berapa banyak videomu ditonton, pendapatan, tampilan iklan, demografi, dan sebagainya.

Tips Menjadi Youtuber Sukses by pixabay.com

Tips Menjadi Youtuber Sukses

Menjadi youtuber nyaris sama dengan menjadi artis, sutradara, sekaligus produser. Kamu harus berjiwa seni, inovatif, dan jeli melihat selera pasar. Bukan sekadar menguasai hal-hal teknis, seorang youtuber dituntut punya kreativitas tiada henti. Inilah kenapa kamu harus terus menggali kreativitas dan ide-ide baru. Ada beberapa varian genre video YouTube yang bisa kamu tampilkan secara bergantian. Dengan cara ini maka idemu bisa tergali lebih dalam, dan para subscriber pun tidak jenuh.

Beberapa contoh genre yang bisa dicoba:

  • Video tutorial: Sesuai namanya, video ini berisi petunjuk atau tutorial membuat atau melakukan sesuatu. Contoh: Tutorial memakai hijab, tutorial merakit gadget, tutorial memandikan kucing.
  • Video parodi: Berisi parodi atau plesetan dari video klip penyanyi terkenal. Penggemarnya cukup banyak, lho.Contoh: Parodi Duo Serigala, Parodi Agnez Mo.
  • Video cover: Video yang menampilkan penyanyi yang membawakan lagu penyanyi top, bisa dalam versi lain atau berusaha menyamai. Contoh: Cover version Slank oleh Lana.
  • Video ulasan: Mengulas film, video games, buku, restoran, gadget, dan produk lain.Contoh: Review

Menjadi YouTube Partner merupakan salah satu cara untuk mengembangkan karier sebagai youtuber. Ini hanya berlaku bagi mereka yang sudah mampu menghasilkan uang dari YouTube dan memiliki jumlah subscriber tinggi. Dengan menjadi partner YouTube, kamu bisa mengakses lebih banyak tools untuk berkreasi dan memenangkan kompetisi dengan jumlah views terbanyak. Partner YouTube juga bisa menjangkau lebih banyak komunitas dan mendapatkan tips-tips keren.

Ada banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama dengan para youtuber yang sudah memiliki subscriber dan jumlah views tinggi. Youtuber yang punya potensi populer akan dirangkul oleh perusahaan untuk mengiklankan produk mereka. Untuk perusahaan kelas kakap, sebut saja Amazon dan eBay. Sedangkan perusahaan kelas menengah yang juga tertarik mengajak youtuber berafiliasi adalah ClickBank, Commission Junction, dan ShareASale. Maka teruslah berusaha meningkatkan jumlah subscriber dan views, agar kamu dilirik untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan top.

Bagaimana Pendapatannya?

Sama prinsipnya dengan blog, makin banyak orang mengeklik dan menyimak videomu, makin besar pula pendapatanmu. Ini didapat dari iklan. Kamu pasti ingat, setiap kali kita menonton video di YouTube, muncul iklan pendek sebelum video sesungguhnya diputar, itulah yang disebut dengan iklan pre-roll. Setiap 1000 kali iklan ini muncul dan ditonton pengunjung, YouTube mendapatkan uang dari si pemasang iklan. Jumlahnya bervariasi, biasanya berkisar 20 sampai 25 dolar AS per 1000 views. Pengunggah video mendapat bagian dari pendapatan ini. Tapi iklan jenis ini hanya berlaku bagi video berdurasi lebih dari 10 menit.

Pendapatan seorang youtuber tergantung pada konten video dan iklan yang tampil. Rata-rata antara 1,5 sampai 4 dolar AS per 1000 views. Bayangkan seorang youtuber yang sudah punya ratusan ribu subsrciber dan rutin memperbarui videonya setiap minggu. Itu hanya pendapatan dari iklan saja, belum terhitung kerja sama dengan perusahaan atau vendor tertentu yang bersedia membayar tinggi

seorang youtuber populer. Dan selalu ada kesempatan untuk memenangkan kompetisi membuat video yang berhadiah fantastis. Chris Poole, youtuber yang terkenal dengan channel-nya yang menampilkan serangkaian video lucu sepasang kucing bernama Cole dan Marmalade. Youtuber dengan 267.000 subscriber ini memenangkan grand prize Friskies Awards 2014 dengan videonya “Dumpster Kitty”. Dia meraih 25.000 dolar AS plus suplai makanan gratis untuk dua kucingnya selama setahun.

Sumber: 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend

Tinggalkan Balasan