Kenali Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Jerawat

Jerawat dapat menjadi masalah yang menakutkan terutama bagi wanita yang sangat memperhatikan penampilannya. Jerawat memang tidak hanya dialami oleh kaum wanita, namun sebagian survei membuktikan bahwa wanita cenderung lebih banyak mengalami masalah dengan kulitnya, terutama kulit berminyak dan berjerawat.

Jerawat adalah kondisi di mana tersumbatnya pori-pori kulit wajah oleh kotoran sehingga menyebabkanya adanya peradangan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri pada daerah kelenjar sebacea. Peradangan akut dapat menyebabkan bengkak, kemerahan, serta rasa nyeri ketika disentuh.

Jerawat dapat mengurangi rasa percaya diri dan dianggap sebagai musuh utama pada kulit wajah untuk setiap orang. Penyebab jerawat bukan hanya tersumbatnya pori-pori kulit wajah saja, banyak faktor yang menyebabkan munculnya jerawat. Secara garis besar faktor penyebab jerawat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor ekstenal.

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam seperti kadar minyak dan hormon, sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar seperti debu, kotoran, dan infeksi bakteri. Penyebab munculnya jerawat ini biasanya terjadi karena kombinasi dari faktor internal dan faktor eksternal. Pada bab ini akan menjelaskan kedua faktor penyebab jerawat tersebut secara mendetail.

Faktor Internal

  1. Faktor Hormonal

Faktor hormonal menjadi salah satu faktor yang berperan besar dalam proses pembentukan jerawat. Hormon androgen adalah hormon yang menyebabkan peningkatan produksi minyak pada wajah, hormon ini terdapat pada pria dan wanita.

Pada masa pubertas, kelenjar minyak menjadi lebih aktif dan dapat menghasilkan minyak yang berlebihan. Minyak tersebut biasanya akan mengering, mengelupas, dan bakteri menjadi berkumpul di dalam pori-pori kulit sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran minyak dari folikel ke pori-pori. Selain itu, perubahan hormonal lainnya seperti masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat.

  1. Faktor Genetik

Pewarisan sifat genetik diakui sebagai salah satu penyebab munculnya jerawat. Orang-orang yang memiliki masalah jerawat pada umumnya diturunkan dari orang tuanya yang juga memiliki masalah yang sama. Di mana gen yang diturunkan adalah gen-gen yang berhubungan dengan aktivitas kelenjar minyak yang berlebih.

  1. Struktur Kulit

Struktur kulit berpengaruh besar terhadap munculnya jerawat. Kulit berminyak memang memiliki peluang 3 sampai 4 kali lebih besar menimbulkan jerawat dibandingkan kulit kering dan normal, alasannya karena kelenjar minyak yang aktif memproduksi dan mengeluarkan minyak dengan tidak seimbang.

Berlebihnya kondisi minyak menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Semakin banyak minyak yang diproduksi maka semakin besar kemungkinan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit tersumbat, jika terdapat bakteri maka akan menyebabkan jerawat. Namun bukannya hanya produksi minyak berlebih, ternyata sel-sel kulit mati yang tersumbat di dalam pori-pori kulit dan saluran folikel rambut juga akan menimbulkan jerawat.

Faktor Eksternal

  1. Infeksi Bakteri

Tersumbatnya pori-pori kulit dan saluran folikel rambut oleh minyak, kotoran, kosmetik, sel-sel kulit mati, dan infeksi bakteri di dalam pori-pori ini bisa menyebabkan peradangan. Bakteri yang bertanggung jawab adalah bakteri Propionibacterium acne.

Bakteri ini akan berkembang biak di dalam kelenjar minyak yang tersumbat, kemudian menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Iritasi tersebut akan menyebabkan pembengkakan dan menyebar ke daerah sekitarnya sehingga menimbulkan efek nyeri dan meninggalkan bekas yang sulit hilang. Selain bakteri Propionibacterium acne, bakteri Staphylococcus aureus juga dianggap sebagai bakteri penyebab jerawat.

  1. Kosmetik

Penyumbatan pori-pori kulit dan saluran folikel rambut juga dapat disebabkan oleh penggunaan kosmetik. Penyumbatan terjadi akibat kosmetik yang mengandung banyak minyak atau bedak yang bercampur dengan foundation yang bertekstur creamy atau two way cake. Selain itu, kosmetik yang mengandung kadar alkohol tinggi atau ketidakcocokan kosmetik juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Sebaiknya setelah menggunakan kosmetik, wajah dicuci bersih sehingga tidak tertinggal sisa-sisa kometik pada wajah.

  1. Asupan Makanan

Asupan makanan menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat, terutama jika mengonsumsi makanan berlemak, berminyak, pedas, atau makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi.

  1. Stres

Stres adalah faktor yang secara tidak langsung menyebabkan munculnya jerawat, Pada kondisi stres menyebabkan kondisi hormon menjadi tidak stabil yang memengaruhi produksi dan sekresi minyak dari kelenjar minyak. Selain itu, kondisi stres memengaruhi asupan makan dan kondisi sistem imun yang menurun sehingga infeksi bakteri dengan mudah berkembang biak dan menyebabkan jerawat.

  1. Obat-obatan

Konsumsi obat kortikosteroid baik yang diminum (oral) atau dioleskan (topical) pada tubuh menjadi salah satu faktor yang menimbulkan jerawat. Hal ini karena obat kortikosteroid yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun dapat meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang  meningkat dari kondisi normal.

  1. Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti perokok, pecandu alkohol, konsumsi junk food, tingkat kerja yang tinggi menyebabkan stres, kurang istirahat, kurang olahraga, dan gaya hidup lain dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

  1. Kebersihan

Kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam infeksi bakteri pada kulit. Jika memiliki permasalahan dengan jerawat maka hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan handuk, spons bedak, kuas makeup, atau peralatan apa pun yang bersentuhan langsung dengan kulit wajah. Bakteri yang terdapat pada benda-benda tersebut dapat mengakibatkan munculnya jerawat pada kulit.

Source: 500 Rahasia Cantik Alami Bebas Jerawat

Tinggalkan Balasan