Kamis, Juli 9, 2020
Beranda Bisnis Tips Bisnis Kegagalan Hanyalah Satu Langkah Menuju Kesuksesan

Kegagalan Hanyalah Satu Langkah Menuju Kesuksesan

- Advertisement -

Sergio Zyman adalah sosok yang bertanggung jawab di balik merek New Coke, produk Coca-Cola yang tidak diminati pasar. Sosoknya ini ramai dijadikan pembahasan dalam buku pemasaran dan bisnis. Peristiwa New Coke dianggap sebagai satu kegagalan besar. Apalagi minuman Coca-Cola telah bertahan selama 20 tahun menguasai pasar. Meski telah melakukan riset pasar yang intensif dan ribuan kali menguji coba rasa, Zyman meninggalkan Coca-Cola dengan rasa malu luar biasa setahun setelah kejadian tersebut.

Sergio Zyman lalu memulai bisnis konsultannya sendiri dan berhasil berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan. Beberapa tahun kemudian, Coca-Cola menarik Zyman kembali. Mereka sepakat meluncurkan Coca-Cola lama ke pasar yang di beri label baru Coke Classic. Siapa sangka, penjualan Coke Classic mengalami kenaikan terbesar dalam sejarah perusahaan!

Pengalaman Zyman dan Coca-Cola tadi sesuai dengan perkataan Simone Caruthers, psikolog dan konsultan bisnis, “Hidup adalah suatu rangkaian hasil. Kadang-kadang hasilnya sesuai yang Anda inginkan. Ini bagus. Jelaskan hal yang sudah Anda laku kan dengan benar. Kadang-kadang hasilnya tidak Anda inginkan. Ini juga bagus. Jelaskan yang telah Anda lakukan sehingga Anda tidak melakukannya lagi.”

- Advertisement -

Keberhasilan Coke Classic adalah karena perusahaan menyadari, tidak bijak jika mereka tidak mampu menolerir suatu kesalahan. Mereka memahami apabila menolak kegagal an, mereka tidak akan pergi ke mana pun. Penarikan Zyman dan memproduksi kembali Coke Classic menjadi jawaban yang ternyata malah mendatangkan kesuksesan.

Kini, ubah pandangan kita mengenaikan kegagalan. Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Pemikiran yang salah mengenai kegagalan akan mencegah kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

Kegagalan itu…

  • Kegagalan merupakan pengalaman belajar.
  • Kegagalan menunjukkan keinginan untuk mengambil risiko.
  • Kegagalan menunjukkan keinginan mencoba ide-ide baru.
  • Kegagalan-kegagalan terbesar menghasilkan keberhasilan-keberhasilan terbesar.
  • Kegagalan adalah permulaan yang keliru, namun kita selalu memiliki waktu untuk memulainya kembali.
  • Kegagalan adalah rintangan-rintangan menuju keberhasilan.

Dengan pola pikir tentang kegagalan yang baru, kita tidak perlu takut dan khawatir lagi, Kegagalan adalah hadiah. Kita dapat belajar, berkembang, dan menyesuaikan diri dengan ada nya kegagalan sehingga dalam kesempatan berikutnya kita men jadi semakin mudah mendapatkan hasil yang kita inginkan. Terima kegagalan dengan lapang dada. Cobalah lagi setelahnya dengan penuh semangat. Bisa jadi, keberhasilan sudah begitu dekat di depan kita.

- Advertisement -

Menemukan Kepribadian Dalam Karakteristik Psikogeometrik Untuk Menentukan Posisi Dalam Tim Kerja

  • Kreatif dan intuitif.
  • Mengalami loncatan-loncatan dalam berpikir atau mengambil kesimpulan.
  • Tertarik pada konsep baru.
  • Memusatkan diri pada masa depan.
  • Ekspresif, mampu memotivasi orang lain.
  • Tidak teratur dan pelupa.
  • Pemikir otak kanan.
  • Ramah, perhatian, tenang, disenangi.
  • Membenci konflik, senang menyelesaikan masalah.
  • Komunikator yang andal.
  • Memiliki empati naluriah dan perhatian tulus.
  • Sulit mengatakan “tidak”.
  • Terkadang mudah dimanfaatkan orang lain.
  • Pemikir otak kanan.
  • Pekerja keras, berdedikasi, tekun.
  • Selalu menyelesaikan pekerjaan.
  • Berorientasi pada detail dan sangat teratur.
  • Menyukai data faktual, tidak menyukai isu emosional.
  • Pelaksana yang baik; sebaliknya mengalami kesulitan jika harus mengembangkan rencana mereka sendiri.
  • Sering kali tidak membuat keputusan, kecuali dipaksa.
  • Mengalami kesulitan bertindak dalam lingkungan yang tidak terstruktur atau terorganisasi.
  • Pemikir otak kiri.
  • Memiliki keseimbangan.
  • Fokus pada sasaran, karier, kemajuan.
  • Memiliki kepemimpinan yang kuat.
  • Cepat dalam membuat keputusan dan bertindak.
  • Suka bersaing.
  • Memiliki kemampuan memberdayakan orang lain.
  • Pemikir otak kiri.
  • Sedang belajar dan tumbuh.
  • Suka mempertanyakan keadaan yang terjadi atau mencari sesuatu yang baru.
  • Bersemangat dalam menghadapi perubahan yang akan datang.
  • Terbuka terhadap ide-ide dan pengalaman baru.
  • Sering mengubah pemikiran, bingung dan tidak konsisten.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

PILIHAN EDITOR

Langganan Artikel

Dapatkan tips dan artikel menarik secara GRATIS setiap hari

POS TERBARU