Ini Nih, Tips Dalam Rangka Mengakhiri Masa-Masa Jomblo yang Kadang Terasa Perih

Masa men-jomblo adalah masa-masa yang sulit terlupakan.

Ngenes-nya, sedihnya, akan menjadi suatu kenangan tersendiri saat kita tua nanti. Tapi jangan salah ya, jomblo itu enggak berarti terus-terusan ngenes dan sedih. Pasti juga ada bahagianya, ada senangnya.

Sebaik-baiknya jomblo adalah dia yang kadar kebahagiaannya melebihi kadar kesedihannya.

Sebaliknya, kalau jomblo yang setiap waktunya cuma melamun, galau, sedih meratapi ke-jomblo-annya berarti dia sejelek-jeleknya jomblo, atau yang biasa disebut dengan jomblo ngenes. Mudah-mudahan kita terlindungi dari jomblo ngenes ini.

Ada banyak orang yang bisa bikin masa jomblo justru menjadi masa-masa indah penuh dengan kebahagiaan. Enggak usah peduli orang lain mau ngatain apa, enggak usah panik kita sudah umur berapa, yang penting kita harus selalu bahagia dalam menanti janji-Nya menghadirkan pasangan hidup terbaik untuk kita.

Tips dalam rangka mengakhiri masa-masa jomblo via pexels.com

Agar tetap bahagia, ini dia caranya:

Pertama, banyaklah bersyukur.

Kalau jomblo pandai bersyukur, enggak akan ada tuh yang namanya ratapan kesedihan karena masih banyak hal yang sebetulnya perlu disyukuri. Cobalah mensyukuri nikmat-nikmat, baik yang besar maupun yang kecil. Dan perlu diingat, kalau kita rajin-rajin bersyukur, Allah bakal menambah nikmat-Nya buat kita. Nikmat apa tuh? Ya nikmat apa aja, asal jangan berupa penambahan alokasi waktu men-jomblo aja. Mudah-mudahan kalau kita banyak bersyukur akhirnya jodoh cepet dateng (Yang jomblo, ayo amin-in yang panjang). Amin.

Kedua, banyakin zikir

Zikir artinya mengingat Allah, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. Hati kita harus selalu dekat dengan Allah. Jangan lupa juga, lisan kita harus sering membaca bacaan zikir. Meski jomblo, salat harus selalu tepat waktu, bangunnya jangan sampai kesiangan, tahajud sama dhuha-nya jangan sampai ketinggalan.

Ketiga, banyakin baca Al-Quran

Al-Quran sebenarnya bagian dari zikir. Karena Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi pedoman kita, jangan lupa membaca dan menadaburkan Al-Quran. Bahkan, lebih baik lagi kalau bisa dihafalin. Dengan membaca Al-Quran, Insya Allah yang namanya galau dan gelisah enggak akan berani datang.

Keempat, sibukkan diri dengan hal positif.

Karena yang jomblo biasanya mempunyai banyak waktu luang, jangan disia-siakan tuh supaya diisi dengan sesuatu yang positif, seperti olahraga, silaturahmi, membantu orang tua, atau kegiatan lainnya. Munculkan juga ide-ide kreatifnya. Jomblo juga harus bisa berkarya dong! Jangan malah kebanyakan tidur. Itu jomblo kebluk namanya.

Kelima, jangan patah semangat mencari jodoh.

Terakhir, jangan lupa dong, usaha untuk mencari jodoh jangan ditinggalkan. Enggak usah patah semangat, teruslah perjuangkan. Hari ini enggak dapat, mungkin besok bisa dapat. Bulan ini enggak dapat, mungkin bulan depan. Tahun ini enggak dapat juga, mungkin tahun depan. Positive thinking aja, ya! Kuncinya, banyak-banyaklah berdoa, dukung dengan usaha, kuatkan dengan sabar dan tawakal, Insya Allah masa jomblo kamu akan berakhir.

Kapan Harus Mengakhiri Masa Jomblo?

Mengakhiri masa jomblo via pexels.com

Pertanyaan ini lumayan susah dijawab nih. Siapa juga yang mau men-jomblo terus-terusan. Setiap jomblo pasti penginnya cepat-cepat dikasih jodoh. Ada yang masih kepengin hidup men-jomblo, eeeh tahu-tahu jodoh udah nongol di depan pintu. Ada juga yang udah ngebet pengin punya pasangan hidup, tapi tiap ada yang ngetuk pintu pasti cuma ibu kost yang mau menagih uang bulanan. Duh, sedih amat.

Kemana-mana pasti ada saja sindiran masalah jomblo. Enggak di dunia nyata, enggak juga di dunia maya. Buka Facebook, banyak status yang memojokkan jomblo, atau paling nggak, messenger-nya penuh sama pertanyaan-pertanyaan dari teman, “Kapan nih nikah? Udah punya calon belom?” Kan bete ya ditanya ini terus, iya enggak? Buka Instagram, quote-nya juga enggak jauh dari sindiran-sindiran buat jomblo.

Belum lagi di dunia nyata. Kadang-kadang ada jomblo yang enggak mau ketemu orang cuma gara-gara enggak mau ditanya kapan nikah. Bahkan ngenes-nya, pertanyaan-pertanyaan itu bukan hanya muncul di luar rumah saja, kadang orang serumah juga kayaknya enggak bosan nanya kayak gitu. Uuuh, dunia sangat sempit rasanya buat kamu

Tenang.

Kapan pun datangnya, itu yang namanya jodoh, selama kita terus berdoa, semangat berusaha dan sabar, Insya Allah enggak akan bikin kita putus asa menjalani kehidupan kok. Makin sabar, makin banyak pahalanya juga kan? Asal jangan menempuh jalan yang salah aja.

Apa itu jalan yang salah? Apa lagi kalau bukan pacaran.

Zaman sekarang ini, kamu yang jomblo, bukan sesuatu yang enggak mungkin bahwa akan ada yang ngajak pacaran. Itu godaan, Mblo! Enggak usah diterima deh, kecuali kalau ajakannya adalah ajakan untuk menikah.

“Kalau pacaran dulu baru nikah gimana?”

Memangnya situ yakin yang namanya pacaran itu pasti lanjut sampai pernikahan? Enggak sedikit yang pacaran bertahun-tahun, tapi nikahnya sama orang lain.

“Tapi, kan ada juga yang pacaran nya lanjut sampai nikah?”

Memang ada, tapi setidaknya mereka sudah mengawali hubungan dengan sesuatu yang dilarang. Tetap aja pernikahan mereka tidak akan menghapus dosa selama masa pacaran. Iya, kan?

Tips dalam rangka mengakhiri masa-masa jomblo yang kadang terasa perih.

Pertama

Teruslah perbaiki akhlak karena inilah yang menjadi tolak ukur utama seseorang. Kamu pasti tidak mau berjodoh dengan orang yang buruk akhlaknya. Jadi, orang lain juga pasti enggak mau memilih kamu kalau akhlak kamu kurang baik.

Kedua

Jangan terlalu menutup diri. Dalam arti, sering-seringlah menjalin komunikasi atau menghubungkan silaturahmi dengan orang lain. Biasanya dari sinilah kebanyakan orang akhirnya bertemu jodohnya.

Ketiga

Perbaiki penampilan karena hal pertama yang orang lain perhatikan dari diri kamu adalah penampilan. Kalau penampilan kamu rapi, orang akan senang melihatnya. Tapi kalau sebaliknya, penampilan kamu amburadul, jangan harap orang lain tertarik dengan kamu.

Keempat

Keahlian itu penting juga loh! Orang yang mempunyai keahlian khusus biasanya banyak yang suka. Jadi, mulai sekarang, galilah potensimu. Ciptakan keahlian sendiri!

Kelima

Udah enggak tahan nge-jomblo bukan berarti asal pilih pasangan. Tetap aja, kita harus memilih yang terbaik, paling tidak yang baik dalam hal agamanya.

Tinggalkan Balasan