Hidup Kamu Jauh Lebih Baik dari Orang Lain, Hitung Nikmatmu dan Jangan Hitung Kesedihanmu.

Ya Allah, sengsara sekali hidupku ini. Mungkin akulah orang yang paling menderita di dunia ini.”

Jika diri kita ditimpa musibah atau kemalangan, kita akan merasa bahwa diri kita adalah satu-satunya orang yang mengalami musibah, makhluk yang paling merana, insan yang paling hina, dan manusia yang paling menderita di seluruh dunia.

Jangan bersedih seperti itu, ketahuilah bahwa kamu tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga menderita seperti kamu. Bahkan ada banyak sekali orang yang mengalami penderitaan jauh lebih besar daripada kamu. Inilah saatnya kamu harus mulai melihat ke luar diri kamu. Lihatlah di sekeliling kamu, amati dengan saksama, gunakan hati yang paling dalam, lihatlah dan rasakanlah bagaimana kehidupan orang lain di sekitarmu.

Hidup Mereka Lebih Sulit

Ada sebuah kisah nyata yang cukup menarik. Seorang pemuda mengalami musibah yang menurutnya sangat berat untuk dijalaninya. Sang kekasih yang begitu dicintainya telah meninggalkannya tanpa alasan yang masuk akal, padahal dia benar-benar sangat mencintainya.

Setiap orang memiliki kelemahan hati yang unik. Kebetulan orang ini memiliki kelemahan hati dalm hal cinta. Begitu ia ditimpa musibah seperti itu, hatinya benar-benar tidak sanggup menerimanya. Ia merasa tidak bisa berpisah dari kekasih yang sangat dicintainya. Sakit sekali rasanya. Menurutnya itu suatu cobaan yang sangat besar, yang tidak sanggup ia terima.

Suatu saat, ia merasa gundah dan sedih sehingga ia memutuskan untuk pergi entah kemana mengikuti langkah kakinya. Tanpa disadari, ia tiba di suatu taman yang cukup teduh. Di sana ia duduk, merenung, berdoa, dan menangis. Entah sudah berapa orang yang lalu lalang di taman itu memerhatikan dia dan air matanya tetapi ia sama sekali tidak peduli. Di tengah kesedihannya yang mendalam, ia berdoa, “ Ya Allah yang suka membolak-balikkan hati, berikanlah hatiku ketetapan dan kebahagiaan.”

Tiba-tiba entah dari mana, datanglah seorang pak tua yang mendekatinya. Ternyata ia ingin permisi numpang duduk di sebelahnya. “Permisi ya, Nak. Bapak boleh duduk di sini?” katanya lembut namun terasa lemah. Ia hanya mengangguk sedih, tapi entah bagaimana dia merasa melihat pula kesedihan yang dalam pada pak tua ini.

Setelah duduk berdua dalam diam selama beberapa waktu, tiba-tiba pak tua itu bicara, “Bapak capek, Nak.” Kemudian mulailah ia mengisahkan perjalanannya dari Bandung ke Jakarta mencari anak laki-lakinya yang ternyata tidak membuahkan hasil. Dia sudah hampir seminggu di Jakarta tanpa teman seorang pun, tidur di emperan, setiap hari hanya berjalan kaki, bahkan selama dua hari terakhir ini dia belum makan.

Hati pemuda ini  berdegup bagai disambar petir. Di tengah-tengah kesedihannya yang cengeng itu, ternyata ada orang yang mengalami penderitaan yang lebih berat dari dirinya. “Bapak cuma ingin pulang saja nak. Tapi Bapak tidak punya ongkos. Setiap hari bapak berdoa agar diberi pertolongan dari Allah. Bapak capek, Nak...” katanya sambil berkaca-kaca.

Sang pemuda itu tidak tega lalu memberikan sedikit uang yang ada pada pak tua itu. Di tengah isak tangis dan ucapan terima kasih yang keluar dari mulut pak tua, sang pemuda memberinya nasihat yang sebenarnya cocok untuk dirinya sendiri, “Allah itu tidak tidur, Pak. Dia pasti melihat Bapak. Sabarkan hati bapak, ini hanya ujian…tabah...”

Ya Allah, Alhamdulillah. Di tengah kesedihanku ini, aku masih bisa menolong orang lain…. kesedihanku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kesedihannya. Terima kasih telah membawaku ke taman ini, ya Allah.”

Bersyukurlah, banyak yang masih kamu miliki by pexels.com

Jika kita perhatikan di sekitar kita, ada banyak sekali orang yang mengalami musibah penderitaan yang jauh lebih berat dari yang kita alami. Maka dari itu, tenangkanlah dirimu. Allah masih menyayangi dan melindungimu. Jangan menganggap Allah benci dan tidak menyayangimu sehingga memberikan cobaan yang Anda anggap begitu berat.

Saat melihat orang lain, lihatlah dengan hati yang benar-benar tulus. Rasakanlah penderitaan orang lain tersebut. Rasakanlah apabila kamu menjadi mereka. Mereka juga sedang gundah dan sedih seperti kamu. Lihatlah orang-orang yang ada di jalanan, yang mungkin belum makan seharian dan setiap hari tidur di emperan. Sementara kamu masih bisa makan tiga kali dan tidur di kasur yang empuk.

Apabila kamu sudah melakukannya, apabila kamu sudah bisa merasakan penderitaan orang lain, bersyukurlah akan apa yang kamu miliki sekarang. Bersyukurlah kamu masih diberi nikmat yang lebih besar dari orang lain. Bersyukurlah kamu masih diberi nikmat yang lebih besar dari orang lain. Bersyukurlah kamu masih diberi nikmat makan, sementara saudara kita yang mungkin belum makan selama beberapa hari.

Bersyukurlah kamu masih diberi nikmat melihat, sementara ada saudaramu yang mungkin buta. Seandainya kamu bersedih karena ditinggal seseorang, bersyukurlah karena kamu mungkin masih memiliki kerabat atau orang lain yang menyayangimu.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha Pengampun lagi maha Penyayang.(QS. An Nahl: 18)

Terakhir berdoalah untuk dirimu:

Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, ampunilah dosaku dan dosanya. Terima kasih telah memberiku kehidupan yang lebih baik darinya. Semoga ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari yang ia jalani sekarang. Ya Allah, berilah kami kesabaran dalam menjalani hidup kami.

Banyak yang Mau Bertukar Tempat Denganmu

Banyak yang Mau Bertukar Tempat Denganmu by pexels.com

Seandainya aku jadi orang itu, pastilah aku rela melakukan apa saja untuk bertukar tempat denganku.”

Setelah kamu merasakan penderitaan orang lain yang mungkin lebih berat dari yang kamu derita, kini cobalah lihat kembali dirimu sendiri. Lihatlah apa yang kamu miliki, rasakanlah sedalam-dalamnya segala nikmat yang masih tersisa di dalam dirimu.

Ternyata, kamu masih memiliki banyak sekali nikmat yang diberikan Allah. Kamu masih hidup! Kamu masih bisa bernapas! Kamu masih diberi nikmat dan berkah yang besar sekali dari Allah! Kamu masih punya apa yang kamu miliki sekarang, entah apakah itu orang yang menyayangimu, kesehatanmu, hartamu, dan sebagainya.

Jika seandainya kamu menawarkan hidupmu kepada orang lain, pasti akan ada banyak sekali orang yang mau bertukar tempat denganmu. Banyak orang yang rela melakukan apa saja untuk menjadi dirimu. Banyak yang akan berebutan membuang kehidupannya yang lebih buruk untuk menjalani hidupmu. Kenapa?

HIDUP ANDA JAUH LEBIH BAIK DARI BANYAK ORANG!

Jadi bersyukurlah kepada Allah akan apa yang masih kamu miliki sekarang. Banyak sekali orang yang jauh menderita dari kamu. Mungkin kesedihanmu hanya sepersejuta saja jika dibandingkan dengan orang-orang lain yang diuji dengan begitu beratnya oleh Allah.

Ingatlah!!!

  • Banyak orang yang jauh lebih menderita darimu.
  • Bersyukurlah, banyak yang masih kamu miliki.
  • Banyak orang yang mau bertukar tempat denganmu.
  • Hitunglah nikmatmu, jangan hitung kesedihanmu.

Tinggalkan Balasan