Hepatitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Hepatitis adalah penyakit yang ditandai peradangan di organ hati. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, jamur, parasit) atau non-infeksi (alcohol, obat, autoimun, penyakit metabolik). Bila berlangsung kurang dari 6 bulan bersifat akut, sedangkan lebih dari 6 bulan bersifat kronis.

Perjalanan penyakit ini bisa tidak bergejala, bergejala dan sembuh sendiri, atau berkembang menjadi kronis. Kondisi paling berbahaya adalah berkembang menjadi kronis gagal hati, sirosis, atau kanker hati dalam kurun waktu tahunan. Ibu hamil yang menderita hepatitis B dan C juga dapat menulari janinnya melalui jalan lahir. Padahal, hati memiliki banyak sekali pernanan dalam metabolisme tubuh:

  1. Menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
  2. Menguraikan karbohidrat, lemak, dan protein.
  3. Menetralisir racun yang masuk ke tubuh.
  4. Mengaktifkan berbagai enzim.
  5. Membuang bilirubin (zat yang dapat membuat tubuh menjadi kuning), kolesterol, hormone, dan obat-obatan.
  6. Membentuk protein seperti albumin dan factor pembekuan darah.
  7. Menyimpan karbohidrat (dalam bentuk glikogen), vitamin, dan mineral.

Penyebab Hepatitis Virus

  1. Hepatitis A (HAV), biasayanya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dari penderita hepatitis A.
  2. Hepatitis B (HBV), dapat ditularkan melalui cairan tubuh (seperti darah, cairan vagina, dan air mani) yang terinfeksi virus hepatitis B.
  3. Hepatitis C (HCV), ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagai jarum suntik.
  4. Hepatitis D (HDV), jarang terjadi, namun bersifat serius. HDV tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
  5. Hepatitis E (HEV), mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat terkontaminasi virus hepatitis E pada sumber air.

Kosumsi alkohol berlebihan merusak sel-sel hati secara permanen dan dapat berkembang menjadi gagal hati atau sirosis. Penggunaan obat-obatan melebihi dosis atau paparan racun juga dapat menyebabkan hepatitis. Pada beberapa kasus, hepatitis terjadi karena kondisi autoimun pada tubuh seseorang. Sistem imun tubuh menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini adalah sel-sel hati, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Hepatitis autoimun lebih sering terjadi pada perempuan dibanding pria.

Gejala Umum Hepatitis

Sebelum bergejala, virus ini akan melewati masa inkubasi dengan waktu inkubasi tiap jenis virus berbeda-beda antara 1-45 hari sampai 6 bulan. Beberapa gejala yang umumnya muncul antara lain gejala seperti flu misalnya demam, mual, muntah, lemas, feses berwarna pucat, mata dan kulit berubah menjadi kekuning-kuningan, nyeri ulu hati, berat badan turun, urin menjadi gelap seperti cairan teh, dan kehilangan nafsu makan.

Hepatitis virus kronik seoerti hepatitis B dan C sering tidak dirasakan gejala awalnya sampai timbul gangguan fungsi hati yang berat sehingga sering diagnosisnya menjadi terlambat.

Pengobatannya bermcam-macam, sesuai jenis hepatitis yang diderita dan gejalanya. Infeksi akut virus hepatitis A dan E dapat sembuh sendiri terutama kekebalan tubuh yang baik. Infeksi virus hepatitis B dan C sering membuthkan obat berupa antivirus untuk membantu penyembuhan, karena jika tidak segera diobati pasien bisa mengalami kerusakan hati yang parah dan berujung pada berbagai macam komplikasi.

Hepatitis dapat menular lewat makanan atau minuman lebih berfokus pada pekerja pengolahan limbah. Sementara hepatitis non-infeksi lebih berisiko pada pecandu alkohol. Hepatitis yang menular melalui cairan tubuh lebih berisiko pada petugas medis, atau pengunaan NAPZA dengan jarum suntik, atau berganti-ganti pasangan seksual. Sekarang sudah jarang orang tertular hepatitis melalui transfusi darah, karena darah yang didonorkan terlebih dahulu melewati pemeriksaan untuk penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui darah.

Pencegahan Hepatitis

Pola hidup bersih dan sehat penting agar kita terhindar dari hepatitis, misalnya menjaga kebersihan sumber air agar tidak terkontaminasi virus hepatitis, mencuci bahan makanan yang akan dikonsumsi seperti sayur dan buah-buahan, tidak berbagi sikat gigi, pisau cukur, apalagi jarum suntik dengan orang lain. Pakai sarung tangan pelindung jika harus menyentuh cairan atau darah.

Selain melalui pola hidup sehat dan bersih, hepatitis (terutama A dan B) bisa dicegah secara efektif melalui vaksinasi. Sementara vaksin hepatitis C, D, dan E hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Source: dr. Hardja Widjaja (infokita)

Tinggalkan Balasan