Hasilkan Puluhan Juta Rupiah dengan Menjadi Penulis E-Book

Ingin menjadi penulis buku tapi naskahmu selalu ditolak penerbit? Tenang, sudah ada metode penerbitan buku online, dan kamu bisa menerbitkan bukumu sendiri. Hanya, bukumu dalam format elektronik, atau yang dikenal dengan e-book. Kamu bisa menulis banyak hal, yang kamu rasa akan berguna bagi banyak orang, dan bisa laku dijual. Penulis e-book bisa bebas memasarkan, menerbitkan, menjual, dan pastinya menentukan harga, serta meraup keuntungan lebih besar dibanding dengan penulis buku biasa.

Pekerjaan ini bisa dilakukan di sela kesibukan, dengan mengandalkan internet beserta aplikasinya. Banyak penulis e-book yang akhirnya sukses, walau awalnya naskah mereka sering ditolak penerbit besar. Penasaran mencoba?

Bagaimana Memulainya?

  1. Tentukan ide

Sama dengan buku biasa, konten e-book memerlukan ide untuk ditulis. Jika kamu memang punya passion menulis, dan sudah dibanjiri dengan ide-ide, segeralah tuangkan dalam bentuk tulisan. Tidak perlu ide yang besar, mulailah dengan yang simpel, namun berguna bagi pembaca. Perhatikan e-book dengan topik sederhana namun cukup laris. Biasanya e-book yang berisi pengalaman inspiratif, atau tips-tips sejenis “how to”.

  1. Tulislah

Belum ada naskah sama sekali? Segeralah tulis. Ide yang simpel, dilengkapi dengan detail berguna dan orisinal, menjadi landasan utama. Sebelum terbiasa menulis panjang, cobalah untuk menulis buku yang tipis saja. Naskah sepanjang 30-50 halaman Word sudah lumayan bagi penulis e-book pemula.

  1. Riset seputar e-book

Cari tahu seperi apa e-book yang laris di pasaran. Googling, browsing, berinteraksi dengan para peminat e-book, atau bahkan berkonsultasi dengan penulis e-book. Ada sejumlah web yang menyediakan aneka e-book, dan bisa kamu unduh untuk dipelajari:

http://duniadownload.com

https://www.free-e-books.net

https://store.kobobooks.com/en-us/p/free-e-books

  1. Tambahkan cover

Kelebihan penulis e-book dibanding penulis buku cetak adalah bisa menentukan cover sendiri. Kalau punya kenalan yang piawai mendesain, bisa diajak bekerja sama, sebab desain cover tidak bisa dianggap main-main. Jika berminat memakai foto atau gambar dari internet, perhatikan apakah karya itu dilindungi hak cipta. Sebab kalau e-book-mu populer dan laku keras, bisa saja penciptanya menuntutmu.

  1. Kuasai aplikasi e-book

Ada banyak aplikasi untuk e-book, yang memungkinkan naskahmu bisa nyaman dibaca di berbagai gadget. Aplikasi akan mengonversi format-format dokumen tertentu seperti DOCX, HTML, ePUB, PDF, DJVU, dan TXT ke macam-macam format e-book, seperti ePUB, DOCX, MOBI, PDF, dan PRC. Kamu bisa coba mengunduh aplikasi-aplikasi seperti: Calibre, Mobipocker Creator, Sigil, atau ePUBee Maker. Pelajarilah penggunaanya dan tentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Atau kamu bisa bertanya langsung ke penulis e-book yang sudah lebih senior, untuk berkonsultasi tentang aplikasi mana yang paling disarankan.

  1. Minta pendapat teman

Kirimkan e-book karyamu ke teman atau kenalan, minta pendapat mereka. Perbaiki kekurangan yang mereka sampaikan, dan kirimkan lagi ke mereka. Setelah cukup banyak komentar positif, inilah saatnya kamu punya kepercayaan diri untuk menerbitkannya.

Cara Kerja Penulis Ebook

  • Sebenarnya sampai di tahap atas tadi, e-book sudah jadi. Kini tinggal bagaimana metode penerbitannya. Ada dua cara untuk menerbitkan e-book, yaitu menerbitkan sendiri melalui blog dan melalui pihak ketiga. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
  • Menerbitkan sendiri melalui blog pastinya akan lebih leluasa dan kamu bisa mendapatkan profit 100%, bebas menentukan harga pula. Tapi kamu harus bersedia sedikit repot memasarkannya, menjual, memeriksa pesanan, menentukan metode pembayaran, sampai mengirimkannya ke pembeli. Banyak penulis e-book yang mencoba cara ini di awal, sebagai “test the water” alias mengecek akan sejauh mana respons pembaca pada e-book
  • Pilihan lain untuk menerbitkan e-book adalah melalui pihak ketiga yang memang fokus untuk itu. Ada beberapa jenis aplikasi penerbitan e-book, Kindle Direct Publishing (KDP) salah satu yang paling populer. Penerbitan e-book milik Amazon ini memformat e-book dan mempublikasikannya ke Kindle Marketplace secara gratis. Siapa saja yang memiliki e-readers Kindle bisa membeli e-book-mu dari sana. Penulis akan mendapatkan sharing 70% dari harga penjualan e-book per copy. Harga ada di kisaran 2,99—9,99 dolar AS. Sayangnya KDP hanya bisa menerbitkan e-book ke khusus pembaca Kindle saja.

Karena keterbatasan tadi, maka kamu perlu melirik juga penerbit e-book lain. Tenang, ada banyak sekali web layanan penerbitan e-book. Terlebih lagi jika bukumu berbahasa Inggris, maka segmennya mencapai ke seantero dunia. Berikut beberapa web penerbitan e-book yang bisa dicoba:

Payhip

Setelah e-book-mu terdaftar di web ini, kamu bebas  mempromosikannya ke mana saja. Manfaatkan media sosial, jangan lupa untuk memberi tautan ke laman e-book-mu. Registrasi di Payhip gratis, dengan royalti 100% menjadi milikmu.

Lulu

Jaringannya luas, mencapai iBookStore dan Barnes & Noble NOOK. Kamu bisa bebas menentukan harga. Registrasi tak dikenakan biaya, dengan royalti 90% dari harga jual e-book.

Smashwords

Jangkauan penerbit ini tak kalah luas. E-book-mu dapat meraih pembaca di Apple iBookstore, Barnes & Noble, Sony Reader Store, Kobo, The Diesel e-book Store, Baker & Taylor’s Blio, Axis360, dan banyak lagi. Penulis mendapatkan ISBN gratis dan dapat mengonversi e-book hingga 9 format. Royaltinya berkisar 60-85%.

  • Jika berurusan dengan penerbit e-book, waspadai adanya biaya tak terduga. Kadang mereka memberikan layanan seperti merapikan format naskah. Biasanya memang tak dikenakan biaya, tapi tak ada salahnya berjaga-jaga untuk itu.
  • Hindari bekerja sama dengan penerbit e-book yang tidak mengizinkan kamu untuk menentukan harga jual sendiri. Penerbit e-book standar biasanya memberi pilihan kisaran harga, bukan menentukan harga mati. Sebagai gambaran umum, biasanya e-book dihargai antara 0,99 sampai 5,99 dolar AS per copy.
  • Jangan pernah bosan mempromosikan e-book-mu. Sekali e-book-mu terbit, maka kamu punya kewajiban tak resmi untuk terus ikut aktif ikut menjualnya. Memang melelahkan, kadang juga jenuh, sebab terkesan kamu sangat narsis. Tenang saja, kamu punya sesuatu untuk dijual, dan orang layak tahu, bahkan layak membelinya. Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan media sosial lain, bisa jadi media untuk menarik perhatian orang. Berikan sedikit teaser soal konten e-book-mu, bikin mereka penasaran.

Pendapatan Penulis E-Book

Tak perlu heran kalau pendapatan seorang penulis e-book bisa lebih tinggi ketimbang penulis buku cetak. Sebab e-book tak membutuhkan biaya produksi dan distribusi besar selayaknya buku cetak. Tak ada kebutuhan membeli kertas, biaya cetak, transportasi untuk distribusi, promosi, dan banyak lagi. Kalau penulis buku cetak rata-rata hanya mendapat royalti 10% dari harga jual buku, maka penulis e-book di atas itu. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, royalti penulis e-book bisa di atas 65%, bahkan ada yang 100%.

Pendapatan penulis e-book sangat tergantung pada harga jual dan seberapa banyak e-book terjual. Maka pastikan kamu bekerja sama dengan penerbit e-book yang kredibel, punya jaringan luas, dan bisa dipercaya. Semakin kamu ikut aktif mempromosikan e-book-mu di media sosial, makin besar pula kemungkinan e-book-mu laku keras. Jika ditanya berapa sesungguhnya pendapatan penulis e-book, maka jawabannya adalah: tak terbatas. Menantang sekali, bukan?

Kisah Sukses Amanda Hocking Hasilkan 2,5 Juta Dolar AS dalam 20 Bulan

Pada bulan April 2010, Amanda Hocking mengaku nyaris frustasi. Uangnya terus menipis, sementara naskah-naskah bukunya teronggok karena ditolak berbagai agensi dan penerbit. Sembilan tahun lamanya dia menulis 17 manuskrip novel dan berusaha menawarkan ke banyak pihak, tak berbuah satu pun. Akhirnya dia menjual naskahnya ke Amazon, dalam bentuk e-book.

Tidak mudah, mengingat Amanda baru mengenal terobosan ini. Dia harus bergulat dengan masalah teknis di aplikasi Kindle. Membuat cover, mengedit, mempromosikannya di blog, Twitter, Facebook, semua dilakukannya sendiri. Kadang dia mendapat respons buruk, karena ada alur cerita atau ejaan yang salah. Dengan sabar Amanda berusaha membalas email dan sapaan di media sosial, memperbaiki kesalahan naskahnya. Sering kali dia dibanjiri kritikan pedas, sebab ada saja tata bahasa yang kurang pas, salah ketik, dan sejenisnya.

“Semua itu bikin saya gila. Tapi saya berusaha agar bisa melakukannya dengan baik. Melelahkan dan sulit dilakukan. Kadang bikin emosi juga,” Amanda mengenang masa lalunya. Dengan proses itu, Amanda memperbaiki satu demi satu naskah e-book-nya, sehingga menjadi lebih baik.

Enam bulan kemudian, Amanda menghasilkan 20.000 dolar AS setelah sukses menjual 150.000 copy e-book-nya. Kemudian dalam tempo 20 bulan, wanita asal Minnesota ini menjual 1,5 juta copy, dengan penghasilan 2,5 juta dolar! Buku-buku genre roman horor Amanda menjadi bestselling, antara lain berjudul My Blood Approves dan Trylle Trilogy. Dengan nama yang sedemikian populer, Amanda akhirnya dilirik penerbit besar. Dia menandatangani empat kontrak sekaligus dari St. Martin’s Press, bernilai 2 juta dolar. Tahun 2015 Amanda kembali menandatangani 3 kontrak buku baru dengan St. Martin yang salah satunya terbit tahun ini. Sungguh hasil kerja keras yang sangat membanggakan.

Source: 60 Cara Online Menghasilkan Uang Saat Weekend

Tinggalkan Balasan