Faktor Penyebab Osteoarthritis (OA) dan Pengobatannya

Faktor Penyebab Osteoarthritis (OA) dan Pengobatannya

Sering dengar “Gapapa gemuk, yang penting sehat”? Benarkah? Bisakah orang gemuk tapi sehat? Bayangkan sebuah kursi anak-anak diduduki oleh orang dewasa yang beratnya 5–10 kali berat anak-anak. Atau bayangkan sebuah mobil yang digunakan untuk mengangkut barang yang sangat berat dan melebihi kapasitasnya. Apakah yang akan terjadi? Kursi tersebut tentu akan patah. Mobil tersebut lama-kelamaan pun akan rusak karena mengangkut beban yang melebihi kapasitasnya.

Sama halnya dengan lutut. Lutut manusia adalah bagian yang paling berperan dalam menyangga tubuh secara keseluruhan. Bertahun-tahun menyangga beban tubuh yang melebihi normal, maka setelah beberapa tahun akan ‘aus’. Kondisi ini yang disebut Osteoarthritis (OA).

OA adalah peradangan pada sendi yang bisa terjadi pada sendi lutut, bahu, tulang belakang, panggul, dan berbagai sendi lainnya. OA pada lutut paling sering ditemui. Sendi sebenarnya adalah pertemuan dua tulang lunak yang menjadi bantalan agar tidak terjadi gesekan antartulang ketika terjadi pergerakan. Pada OA bantalan tulang lunak menjadi tulang keras sehingga timbul nyeri ketika bergerak karena gesekan antartulang.

Selain nyeri, OA sering disertai bengkak di area yang terkena dan rasa kaku pada sendi terutama saat dipergunakan lagi setelah diistirahatkan cukup lama. OA dapat menyebabkan sendi tidak bisa ditekuk/diluruskan maksimal. Pada OA lutut, biasanya pasien mengalami kesulitan untuk berjongkok atau bersujud saat sembahyang. Selain pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rontgen atau MRI (Magnetic Ressonance Imaging) untuk mendiagnosis OA. Faktor penyebab OA di antaranya:

  • Usia

Semakin bertambah usia, kelenturan setiap sendi akan menurun karena kadar cairan dalam sendi akan berkurang. Selain itu penggunaan sendi secara berulang terjadi seiring dengan peningkatan usia. Biasanya OA mulai dirasakan saat usia 50 tahun ke atas.

  • Jenis kelamin

Wanita lebih banyak mengalami OA, namun belum diketahui penyebabnya.

  • Obesitas

Beban tubuh yang berat memberi tekanan besar kepada lutut dan panggul dan membuat sendi akan menjadi lebih rapuh.

  • Trauma

Cedera pada sendi dapat membuat OA lebih mudah terjadi. Pelari dan pemain sepak bola memiliki risiko lebih tinggi terjadi OA.

  • Riwayat keluarga dengan OA
  • Penyakit lain

Beberapa kondisi dapat menyebabkan OA lebih mudah terjadi seperti asam urat, rhematoid arthritis, diabetes, gangguan hormonal, dan lain-lain.

OA dapat ditangani dengan melakukan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan penggunaan tongkat untuk mengurangi tekanan pada sendi lutut. Untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan dapat diberikan obat-obatan oleh dokter. Pemberian obat dapat berupa obat oral, semprot, krim, maupun penyuntikan di lokasi sendi langsung. Penggunaan glukosamin dan chondroitin sampai saat ini tidak terbukti dapat membentuk tulang lunak baru, namun dapat memberikan efek menghilangkan nyeri. Pasien dengan OA perlu mendapat fisioterapi untuk menjaga kekuatan dan kelenturan otot. Pada kondisi yang berat di mana obat sudah tidak bisa membantu, dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi mengganti sendi yang rusak dengan sendi buatan.

Sebaiknya jaga berat badan tetap ideal dan hindari olahraga berlebihan untuk mencegah OA. Olahraga aerobik seperti berenang atau bersepeda lebih disarankan untuk menghindari OA. Jaga postur badan terutama saat bekerja di kantor. Duduk dengan posisi yang tegak dan hindari berada pada satu posisi yang lama. Lakukan peregangan secara berkala.

Sumber: (dr. Fiona Tjiputra/Info Kita)

Tinggalkan Balasan