Cara Efektif Membuat Content Marketing

Content Marketing adalah teknik marketing untuk membuat dan mendistribusikan konten yang Valuable, Relevant, dan Consistent. Content marketing berperan dalam menumbuhkan peluang mendapatkan konsumen baru (reach dan convert), memberikan hasil yang lebih terukur dan ROI yang lebih besar dibandingkan dengan traditional marketing, menumbuhkan brand trust, dan menciptakan brand stories yang menarik konsumen.

Mengapa Content Marketing Dinilai Penting?

  • Menjawab permasalahan konsumen dengan memberikan solusi (bukan push marketing).
  • Konsumen lebih menyukai keadaan di mana mereka diberikan solusi, bukan ditawarkan produk yang belum tentu berelasi.

Traditional Marketing vs Content Marketing

1. Traditional Marketing

  • Menawarkan produk
  • Komunikasi satu arah
  • Menargetkan audience dalam skala besar
  • Tidak mudah disebarluaskan oleh audience
  • Bersifat jangka pendek
  • Biaya campaign cenderung lebih mahal
  • Media: Telemarketing, Billboard, Media Cetak, Iklan TV, Direct Mail, Direct Selling

2. Content Marketing

  • Memberikan solusi yang relevan
  • Interaktif
  • Menargetkan audience secara spesifik
  • Mudah disebarluaskan oleh audience
  • Bersifat jangka panjang
  • Biaya campaign cenderung lebih rendah
  • Media: Media Sosial, Paid Ad, Podcast, Infografis, Blog, Video.

Manfaat Content Marketing

  1. Meningkatkan traffic ke website. Konten yang ditemukan di search engine dan dikunjungi oleh audience akan menghasilkan traffic dan meningkatkan SEO.
  2. Meningkatkan brand awareness. Content marketing yang konsisten menciptakan awareness terhadap brand atau produk.
  3. Memperoleh customer engagement Engagement terbentuk ketika konten yang disampaikan dapat memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi audience.
  4. Meningkatkan leads dan tingkat konversi. Peningkatan traffic, brand awareness, dan customer engagement akan turut meningkatkan leads dan konversi.
  5. Mengembangkan broadcasting channel. Engagement dan interaksi dengan audience akan meningkat seiring dengan konsistensi kualitas dan relevansi konten yang disampaikan di berbagai saluran seperti media sosial.
  6. Menciptakan competitive advantage. Kualitas dan keunikan dari konten suatu brand akan membedakannya dari para pesaing.

Strategi Content Marketing

1. Construct

  • Menetapkan tujuan konten
  • Memetakan buying journey konsumen
  • Mengembangkan fungsi konten
  • Melibatkan aktivitas: Brand awareness, Brand loyalty, Customer education, dan Customer engagement.

2. Research

  • Memahami karakteristik konsumen dengan mempelajari sisi demografis, psikografis, dan perilaku online mereka.
  • Melibatkan aktivitas market research yang di-support dengan buyer persona.

3. Execute

  • Memilih konten yang akan diproduksi
  • Melibatkan aktivitas: Brand story, Eksekusi konten, Scheduling.

4. Amplify

  • Mempromosikan konten melalui iklan berbayar (paid ad)
  • Channel yang dapat digunakan: Google Ads, Facebook Ads, Youtube Ads, TikTok Ads.

5. Test & Evaluate

  • Mengukur performa konten
  • Tools analisis yang dapat digunakan:
  • Google Analytics
  • Facebook Insight

Cara Efektif Membuat Konten untuk Digital Ads

  • Membuat konten yang tepat. Konten harus berguna, relevan, dan engaging. Perhatikan budget dan tujuan dari penggunaan paid ads.
  • Memilih network yang tepat. Perhatikan content interest dari setiap channel yang dipilih.
  • Menentukan KPI untuk kesuksesan iklan. Perhatikan aspek engagement, konversi, dan reputasi dengan target yang dapat diukur.
  • Membuat copy yang menarik.  Ciptakan copy yang dapat menarik perhatian, isi pesan tersampaikan, tidak misleading, dan mengarahkan pada proses pembelian.
  • Membuat landing page sebagai arahan konversi. Buat landing page dengan konsistensi dan CTA yang jelas, mudah dilihat dan diakses, serta melewati uji 3 detik pertama (apa yang harus dilakukan visitor setelah 3 detik pertama).

Content Marketing dan SEO

Content Marketing dan SEO

Hubungan antara content marketing dan SEO

  • SEO merupakan bagian dari strategi content marketing, yang mana membutuhkan copy dan keyword.
  • Perlu dilakukannya riset keyword dalam SEO untuk amplifikasi konten.
  • Konten yang unik dan kreatif dapat diindeks dengan cepat dan memperoleh peringkat SEO yang lebih tinggi.
  • Title tag yang tepat memberikan user experience yang baik (informasi dapat dipahami bahkan sebelum diklik).
  • Konten yang sangat bagus memicu peningkatan traffic.

Tipe Konten

1. Evergreen

  • Dapat diakses kapan saja
  • Tetap relevan sepanjang waktu
  • Traffic konsisten dari waktu ke waktu
  • Contoh: Cara merawat tanaman, Tip mencari kerja, panduan kesehatan, dll

2. Topical

  • Banyak dicari pada saat tertentu
  • Relevan pada saat ini
  • Terdapat lonjakan traffic yang signifikan untuk sementara waktu
  • Contoh: BTS Meal, Destinasi Liburan Sekolah

Content Pillar

Content Pillar

  • Content pillar adalah kunci dari sebuah konten, topik dasar yang menentukan tema artikel, videos, e-books, infographics atau blog.
  • Merupakan pondasi dasar dari konten yang mampu memberikan jawaban detail pada setiap pertanyaan yang dicari oleh audience.
  • Bertujuan pada kenaikan peringkat di search engine.

Optimasi User Experience

  • Isi halaman web dapat di-scan secara cepat.
  • Tempatkan inti konten pada kata-kata awal di setiap heading, judul, dan links
  • Terapkan front load keywords
  • Urutkan konten dari topik terpenting -> detail pendukung -> info yang berkaitan dengan topik tersebut
  • Terapkan Konten Above the Fold. Visitor dapat melakukan scanning isi konten tanpa perlu scroll down.
  • Optimisasi Konten untuk SEO. Memberikan konten yang singkat, padat, dan jelas dengan memperhatikan keyword dan jumlah karakter yang digunakan.

TERKAIT: Belajar SEO Dasar (Fundamentals SEO)

ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here