Cara Mengurangi Beban Kerja Dengan Manajemen Waktu

Kata stress berasal dari bahasa Latin, stringer. Artinya, menarik dengan kencang. Para psikolog melihat stres sebagai respons adaptif seseorang terhadap bentuk stimulus apa pun yang memberikan tuntutan psikologis atau fisik secara berlebihan.

Dalam bahasa sederhana, stres merupakan hasil dari kesenjangan antara tuntutan terhadap seseorang dan kemampuan orang tersebut untuk mengatasi tuntutan itu. Sesuatu yang membuat stres seseorang bisa berbeda-beda, begitu pula tingkat stres mereka.

Perlu diperhatikan, terlalu banyak stres akibat beban kerja yang berlebihan dapat menghancurkan kita. Apalagi dunia entrepreneur bisa menjadi sangat rumit. Bayangkan andai kita harus memikirkan begitu banyak masalah dalam satu waktu pembayaran bahan baku yang tertunda, keluhan pelanggan yang datang bertubi-tubi dan butuh perhatian ekstra untuk me nanganinya, penjualan menurun, kebijakan pemerintah yang terus berubah dan membuat bisnis semakin sulit, para partner yang tidak menjalankan kewajibannya, dan masih banyak lagi. Apa yang akan terjadi?

Tingkat stres yang tinggi dapat menurunkan kemampuan kita dalam mengambil keputusan penting. Sementara tingkat stres tinggi tadi kalau dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan penyakit serius. Lalu, bagaimana cara kita menghindarkan stres akibat beban kerja yang berlebihan?

Mari kita bayangkan terlebih dahulu ilustrasi ini. Kita memegang sebuah stoples besar, lalu mengisinya dengan batu sampai penuh dan hanya menyisakan sedikit ruang. Tutup rapat stoples itu, kemudian guncangkan sebentar untuk memastikan stoples telah penuh. Setelahnya, ambillah batu-batu yang lebih kecil, seperti kerikil, untuk mengisi sedikit tempat yang masih kosong tadi. Berhasil? Sekarang, masukkan tanah atau pasir. Guncangkan stoples sesekali agar kita tetap memiliki ruang. Isi dengan tanah atau pasir sampai penuh. Apakah Anda yakin stoples itu sudah penuh? Coba isi stoples itu dengan air. Masih bisa, bukan?

Dalam hidup ini, kita sudah tahu bahwa kalau ada prioritas-prioritas utama yang bisa dipilih, seperti batu-batu besar yang kita masukkan pertama kali ke dalam stoples. Lalu, kita memiliki beberapa pekerjaan yang kita senangi, seperti kerikil. Pekerjaan lain yang harus kita lakukan, seperti tanah atau pasir. Dan terakhir, pekerjaan yang cenderung mengacaukan jadwal dan menghabiskan energi bisa diibaratkan air.

Ilustrasi tadi menggambarkan tentang manajemen waktu yang baik di mana terdapat keseimbangan di dalamnya. Kita melakukan setiap pekerjaan sesuai prioritas dan semua pekerjaan dilakukan tepat pada waktunya.

Sekarang, mari kita lakukan yang sebaliknya. Kosongkan kembali stoples tadi, isi penuh dengan air. Tambahkan beberapa batu, terserah mau yang besar atau kecil lebih dulu. Tidak bisa, bukan? Kita tidak mungkin bisa memasukkan batu-batu tadi tanpa membuat air di dalamnya tumpah.

Kuncinya, ketahuilah batu-batu besar yang ada dalam hidup kita terlebih dahulu. Pastikan prioritas-prioritas utama kita terjadwal dan terseleseikan sebelum hal-hal sepele yang kurang penting menghabiskan waktu dan tenaga kita. Namun, hal ini bukan berarti kita tidak perlu meluangkan waktu untuk bersantai. Ingatlah selalu bahwa keseimbangan itu penting.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan