Cara Menentukan Kompetensi Inti Perusahaan

Keberadaan Internet semakin mempermudah jalannya suatu bisnis. Hampir semua bisnis dapat menjual produk melalui Internet ke seluruh dunia. Bisa jadi, pesaing kita bukan lagi mereka yang ada di lingkungan sekitar kita melainkan berasal dari Malaysia, Thailand, atau Cina. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya spesialisasi dan kompetensi inti diri kita sebagai entrepreneur akan membantu kita mempertahankan kelangsungan bisnis yang sedang dijalankan.

Contoh kasus, Union Carbide merupakan perusahaan yang memproduksi bahan-bahan kimia. Salah satu produk terbaiknya adalah kantong plastik bernama Glad. Pemimpin perusahaan memerintahkan timnya untuk menjual lebih banyak lagi kantong Glad. Di akhir cerita, Union Carbide tidak lagi memiliki divisi produk konsumen.

Sebaliknya, Proctor & Gamble mendengarkan masukan dari tim pemasaran, para manajer toko swalayan, bahkan konsumen. Mereka mengembangkan satu produk baru berdasarkan pengetahuan mereka akan keinginan dan kebutuhan konsumen. Mereka melakukan validasi pasar untuk menguji produk baru, baru setelahnya menghabiskan banyak dana demi mempromosikan produk.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari dua cerita ini.

  1. Fokuslah pada kebutuhan konsumen, bukan kelebihan produk .
  2. Perluas wawasan agar dapat melihat peluang pertumbuhan usaha yang baru.
  3. Temukan hal yang dapat dilakukan dengan baik untuk mendasari bisnis yang sedang dijalankan. Dengan kata lain: kompetensi inti kita.

Setelah mengetahui kompetensi inti yang ada di dalam diri, sekarang waktunya mengajukan pertanyaan: Apa tujuan usaha ini? Apa misi Anda dalam menjalankan bisnis ini? Setiap bisnis tentu saja memiliki tujuan yang ingin dicapai. Proctor & Gamble membuat produk kebersihan dan kesehatan rumah tangga untuk membantu konsumen memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Contoh lainnya, e-Bay yang dengan jelas me nyatakan misinya, “Kami membantu orang-orang menjual secara praktis semua barang di muka bumi ini.” Standard Oil bukan hanya menjual bensin, tapi memasok energi. Sementara misi Coca-Cola berubah dari penjual minuman soda menjadi pemasar minuman ringan karena sekarang Cola-Cola juga menjual minuman lain selain Coca-Cola.

Untuk menentukan misi suatu bisnis, kita harus mampu mengajukan sekaligus menjawab pertanyaan dengan tepat.

  1. Mengapa saya ingin terjun ke bidang usaha ini?
  2. Apakah produk saya unik dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen?
  3. Apa kelebihan produk saya dibandingkan produk yang lain?
Baca juga  8 Hal Penting Yang Selalu Diinginkan Oleh Konsumen

Sekarang mari kita analisis dengan menggunakan satu contoh kasus lagi.

Anda ingin membuka usaha toko buku online karena sangat suka membaca. Anda ingin menularkan kesukaan tersebut kepada lebih banyak orang. Toko Anda unik karena tak hanya menjual buku, tetapi juga menerima pesanan buku-buku yang dibutuhkan konsumen. Kelebihan lain yang dimiliki toko Anda dengan toko buku lain, Anda menuliskan resensi sekaligus memberikan rekomen dasi usia pembaca dari setiap buku yang Anda jual.

Dengan kondisi ini, misi Anda mungkin saja ingin membantu konsumen mendapatkan kepuasan dalam membaca buku-buku bermutu sesuai usia masing-masing, membantu konsumen mendapatkan buku yang diinginkan, dan sebagainya.

Pada akhirnya, begitu kita mengetahui kompetensi inti dan merumuskan misi, kita pun jadi memiliki dasar yang kuat untuk menjalankan bisnis kita dan bisa melampaui keadaan sulit dengan memanfaatkan kompetensi inti tersebut.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan