6 Cara Mendapatkan 1000 Subscriber Pertama di Channel YouTube Anda

Cara Mendapatkan 1000 Subscriber – Ingin menghasilkan 1000 subscriber pertama di channel YouTube Anda? Dalam posting ini, akan dibahas step by step cara mendapatkan 1.000 subscriber YouTube, tetapi pertama-tama, jawab pertanyaan ini – mengapa Anda ingin mendapatkan 1.000 subscriber?

Jika jawaban Anda adalah karena Anda ingin memonetisasi channel YouTube Anda, nah, jangan lupa, Anda juga membutuhkan 4.000 jam Waktu Tonton. Selain itu Anda juga harus mendaftar YouTube Partner Program (YPP), karena YouTube akan memeriksa apakah Anda mencoba membeli subscriber atau memanipulasi metrik.

Cara Mendapatkan 1000 Subscriber Pertama di Channel YouTube

1. Prioritaskan Audiens Anda Daripada Pendapatan Adsense

Sekarang, jika 1.000 orang mewakili komunitas besar yang telah menaruh keyakinan dan kepercayaan pada konten Anda karena menginspirasi dan mendidik, maka Anda berada di jalur YouTube yang benar.

- Advertisement -

Sebagian besar content creator baru, memikirkan lebih banyak tentang apa yang bisa mereka dapatkan dari platform YouTube daripada apa yang bisa mereka berikan kepada audiens. Berhentilah memikirkan metrik dan bagaimana Anda mendapatkan sesuatu dari konten Anda, tetapi pikirkan dulu apa yang berharga bagi penonton YouTube Anda.

Berikut beberapa ide yang bisa menginspirasi Anda membuat konten video yang bernilai dan bermanfaat:

  • Dengarkan komunitas Anda. Baca komentar di video terbaru Anda dan cari tema. Bandingkan dengan komentar di video lama.
  • Lihat tren industri. Lihat blog online yang relevan dengan channel Anda.
  • Pertimbangkan kembali minat Anda. Tinjau kembali pernyataan misi channel Anda. Mungkin Anda memiliki minat baru yang ingin dijelajahi di depan kamera.

2. Tentukan Proposisi Nilai Channel YouTube Anda

Apa artinya? Jelaskan channel Anda dalam lima detik atau kurang dengan cara yang menarik dan berkesan. Misalnya channel tentang travelling Eropa? Ini terlalu umum, dan tema ini sering kita dengar. Bisa kita coba ini; Travelling ke Eropa tanpa Uang Euro. Ini bisa mendefinisikan channel Anda sebagai konten yang mendeskripsikan orang yang berkeliling negara-negara Eropa, kemungkinan besar dengan anggaran yang ekstrim.

Jadi, Anda telah memperkenalkan channel kepada audiens Anda tidak secara eksplisit, tetapi melalui proposisi nilai yang menarik dan mudah diingat. Tidak ada yang salah dengan berbagai tema channel YouTube Anda, tetapi jika channel Anda memiliki tema inti yang memiliki nilai dimata audiens baru atau subscriber tetap, mereka kemungkinan secara suka rela share konten Anda ke berbagai media.

3. Perbanyak Konten Video yang Berkinerja Baik

- Advertisement -

Untuk memulai dan membangun channel YouTube yang populer tidak ada yang mengalahkan pengalaman. Jika Anda sudah memiliki beberapa video di platform dan Anda memiliki beberapa tampilan dan beberapa subscriber, gunakan data tersebut untuk mengoptimasi channel YouTube Anda.

Ketika Anda memiliki video tertentu yang berkinerja lebih baik dari yang lain, seperti memiliki engagement dan feedback yang tinggi. Buat konten video yang berhubungan dengan video populer di channel Anda.

Meskipun ini adalah trik paling sederhana mengurutkan berdasarkan video yang paling populer. Jika ada pola di lima atau 10 video teratas berkinerja baik, maka perbanyaklah konten video tersebut, baik tentang topik video atau gaya video.

Mungkin Anda sudah memilih niche atau topik video Anda, apakah itu olahraga, game, politik, kecantikan, dll. Tetapi dari konten yang Anda miliki, seharusnya sudah dapat menemukan sub-topiknya.

4. Membuat Trailer Channel YouTube

Berikutnya mungkin berada di bawah prioritas Anda saat membangun channel YouTube, tetapi mungkin sebagian dari Anda sudah mulai berpikir untuk membuat trailer channel YouTube.
Trailer channel pada dasarnya merangkum proposisi nilai dalam video berdurasi tidak lebih dari 30 hingga 45 detik. Dengan berbagai cara, content creator sukses menggunakan trailer channel untuk memperkenalkan diri kepada audiens.

5. Lakukan SEO YouTube

YouTube adalah search engine terbesar kedua di dunia setelah Google, dan sebagian besar content creator memulai dengan konten yang dapat ditemukan melalui penelusuran. Penting untuk melakukan riset kata kunci (keyword) yang ekstensif ke dalam topik Anda untuk mengetahui apa yang dicari orang, termasuk kata kunci tersebut ada dalam judul atau membuat judul tersebut menarik untuk diklik.

Google Trends, Anda dapat menemukan video Paling Populer berdasarkan wilayah geografis, tanggal, dan kategori, sehingga Anda bisa mengetahui kueri-kueri penelusuran apa saja yang populer di Google. Coba periksa apakah topik yang biasanya Anda bahas trennya naik atau turun selama setahun terakhir. Pelajari poin-poin di bawah ini untuk mengoptimasi channel melalui SEO YouTube

  • Riset Keyword
  • Membuat Video dengan Kualitas Terbaik
  • Optimasi Metadata
  • Promosi Video
  • Manfaatkan YouTube Analytics

6. Jadilah Content Creator YouTube yang Inovatif

Banyak kreator mengatakan mereka merasa sangat kreatif ketika baru saja memulai karier di YouTube, kemudian mereka mulai kesulitan untuk mendapatkan ide segar. Anda tetap dapat mendorong batasan kreativitas Anda, bahkan saat tidak sedang melakukan perubahan besar. Berikut beberapa contoh hal yang dapat Anda coba:

  • Memulai live streaming. Dengan YouTube Live, Anda dapat terhubung dan berinteraksi dengan penonton dengan cara yang berbeda. Anda dapat menunjukkan berbagai momen spontan, reaksi emosional, dan bahkan peristiwa di balik layar.
  • Mencoba kolaborasi baru. Kolaborasi dapat menjadi cara seru dan efektif untuk menarik penggemar baru. Pikirkan kreator yang ingin Anda ajak kerja sama dan topik yang mendorong Anda mencoba hal baru.
  • Berinteraksi dengan postingan komunitas. Dengan Postingan komunitas, Anda dapat berinteraksi dengan penonton melalui polling, gambar, teks, dan sebagainya. Cara ini dapat mendorong Anda agar jadi kreatif sekaligus melengkapi upload rutin Anda.
  • Mengekspresikan diri dalam Stories. Stories dapat memberi Anda cara untuk terhubung dengan penonton secara pribadi dan spontan, sehingga Anda dapat mengekspresikan kreativitas dan memperluas eksistensi Anda di YouTube.
- Advertisement -

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TRENDING

Subscribe

Dapatkan update artikel terbaik dari email Anda