Bioteknologi Konvensional & Bioteknologi Modern

Bioteknologi merupakan pemanfaatan mikroorganisme dan agen-agen biologi untuk menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan manusia. Pada prinsipnya dalam bioteknologi terkandung tiga hal pokok, yaitu agen biologi, pendayagunaan secara teknologis, dan produk atau jasa yang diperoleh.

Macam Bioteknologi

1. Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan pemanfaatan agen hayati secara langsung untuk menghasilkan produk tertentu tanpa adanya manipulasi pada agen hayati yang digunakan. Beberapa contoh penerapan bioteknologi konvensional adalah :

a. Pengolahan produk susu

  • Keju dibuat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus lactis, Streptococcus, jamur Penicillium roqueforti, Penicillium camemberti.
  • Yoghurt dibuat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
  • Mentega dengan Streptococcus lactis dan Leuconostoc cremoris.

b. Supplemen

  • Protein Sel Tunggal (PST) dengan memakai alga Chlorella, Spirulina, dan Scenedesmus; khamir Candida utilis dan jamur Fusarium gramineaum.

c. Pembuatan produk minuman

  • Anggur difermentasikan menjadi wine dengan bantuan khamir Saccharomyces ellipsoideus.
  • Bir dibuat dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae.
  • Asam cuka dibuat dari fermentasi Acetobacter dan Gluconabacter.

d. Pembuatan bahan makanan

  • Roti dibuat dengan menambahkan khamir Saccharomyces cerevisiae.
  • Tempe dibuat dengan bantuan Rhizopus dan Zigospora sp.
  • Kecap dibuat dengan fermentasi oleh Aspergillus wentii.
  • Oncom dibuat dengan bantuan Neurospora crassa.
  • Nata de coco dibuat dengan Acetobacter xylinum.

2. Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah pemanfaatan ketrampilan manusia dalam melakukan manipulasi agen hayati agar dapat digunakan untuk menghasilkan suatu produk yang diinginkan. Salah satu ciri khas bioteknologi modern adalah adanya manipulasi materi genetik. Beberapa contoh bioteknologi modern adalah:

a. Kultur Jaringan

Kultur jaringan adalah metode budi daya secara vegetatif dengan menggunakan sel, jaringan, atau organ tumbuhan yang ditanam pada media tertentu dalam kondisi aseptik (steril). Teknik ini memanfaatkan sifat totipotensi dari tanaman. Totipotensi adalah kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh menjadi tanaman sempurna bila berada dalam lingkungan yang sesuai. Ada 4 tahapan yang dilakukan dalam teknik ini, yaitu tahap inisiasi, tahap multiplikasi (perbanyakan kultur), tahap menghasilkan planlet, dan tahap aklimatisasi. Tujuan dari kultur jaringan adalah :

  • Menghasilkan bibit tanaman yang bebas dari penyakit.
  • Memperoleh bibit seragam dalam jumlah besar.
  • Tanaman yang sukar dibudidayakan secara konvensional, dapat dilestarikan dengan teknik ini.

b. Rekayasa Genetika

Rekayasa genetika merupakan teknik memanipulasi materi genetik suatu organisme untuk mendapatkan produk baru. Beberapa teknik umum yang dipakai dalam rekayasa genetika adalah teknik DNA rekombinan, hibridoma, dan kloning.

DNA rekombinan merupakan teknik mengganti atau menambah DNA dari luar ke DNA asli di dalam sel. Hal ini sering disebut manipulasi genetik. Cara menyisipkan gen luar pada suatu organisme adalah melalui vektor. Vektor yang biasa dipakai adalah plasmid bakteri.

Hibridoma merupakan sel-sel yang dihasilkan dengan cara peleburan atau fusi dua tipe sel yang berbeda menjadi kesatuan tunggal yang mengandung gen-gen dari kedua sel yang digabungkan. Teknik hibridoma dikembangkan untuk pembentukan antibodi monoklonal.

Kloning merupakan proses pencangkokan sifat atau gen tertentu dari suatu organisme untuk diperbanyak sehingga diperoleh sifat yang sama dengan induknya. Kloning tidak terbatas pada pemahaman memperbanyak hewan yang punya sifat unggul seperti domba Dolly, tetapi juga dalam hal memperbanyak gen penghasil sifat yang berguna seperti gen penyandi karotenoid, gen penyandi hormon insulin. Sehingga produk dapat dihasilkan dalam jumlah besar dan identik dengan gen aslinya.

Source: Sukses kuasai materi Biologi SMA

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan