Bahaya dan Efek Samping Menggunakan Rokok Elektrik

Rokok elektrik semakin banyak beredar. Rokok modern ini diklaim lebih aman daripada rokok konvensional karena tidak mengandung tar dan karbonmonoksida seperti rokok tembakau. Rokok elektrik bahkan dipercaya sebagai alternatif cara mengehentikan kebiasaan merokok konvensional, terutama di kalangan anak muda. Benarkah klaim ini?

Komponen utama rokok elektrik antara lain tabung berisi cairan, pemanas, baterai, dan corong hirup. Saat rokok elektrik dinyalakan pemanas, mengubah cairan dalam tabung menjadi aerosol (partikel halus diudara) yang kemudian diisap pengguna melalui corong hirup. Berbagai varian rokok elektrik yang beredar di pasaran: ada yang sekali pakai, ada yang bisa diiisi ulang, ada yang menggunakan tegangan tinggi, ada yang menggunakan baterai yang bisa diisi ulang. Cairang yang dijual pun bermacam-macam mulai dari aneka rasa buah-buahan, permen, dan lain-lain.

Cairan rokok elektrik mengandung nikotin, air, gliserol, dan beberapa zat lainnya. Nikotin bersifat adiktif yang menimbulkan kecanduan pada perokok. Nikotin berbahaya bagi janin, perkembangan otak anak, menurunkan daya ingat, dan konsentrasi. Nikotin juga meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan dapat menyebabkan muntah, iritasi bola ata, penurunan kesadaran, dan kejang.

Kadar nikotin pada cairan rokok elektrik bervariasi. Cairan berkadar nikotin rendah kerap dipilih mereka yang berhenti merokok. Ada pula cairan rokok bebas nikotin, meskipun sulit membuktikan cairan tersebut benar-benar murni tanpa nikotin. Bukan berarti pula cairan itu aman walaupun tidak mengandung nikotin.

Ada lebih dari 7.000 jenis cairan rokok elektrik dengan komponen berbeda-beda. Banyak komponen yang tidak diketahui dan sulit mengidentifikasi campuran apa saja yang digunakan oleh produsen cairan rokok elektrik, terlebih karena belum jelasnya regulasi mengenai rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara, cairan tersebut terbukti mengandung ganja.

Komponen glikol dan gliserol dalam cairan rokok elektrik mudah terbakar. Keduanya juga mudah membusuk jika terkena pembakaran, dan berubah menjadi senyawa formaldehida (sering dikenal dengan formalin) yang digunakan dalam bahan bangunan dan menyebabkan kanker.

Diacetyl adalah komponen lai yang tidak kalah berbahaya. Diacetyl  sebenarnya adalah pemberi rasa sintetik pada makanan. Penggunaan diacetyl memberikan berbagai macam rasa pada cairan rokok elektrik. Diacetyl  banyak  digunakan pabrik-pabrik popcorn untuk memberi rasa mentega pada popcorn. Namun, banyak pekerja dari 8 pabrik popcorn ditemukan mengalami gangguan paru, yaitu terjadi perubahan alveolus (jaringan terkecil pada paru-paru tempat terjadinya pertukaran karbondioksida dengan oksigen) sehingga menjadi jaringan parut. Perubahan ini membuat paru-paru tidak bisa berfungsi normal. Satu-satunya terapi untuk kondisi ini adalah transplantasi paru. Meskipun belum dapat dipastikan apakah diacetyl penyebab kondisi ini  (karena selain  diacetyl, ditemukan juga 2,3 pentanadion dan cetoin pada para pekerja pabrik tersebut), namun suatu penelitian menemukan 92% cairan rokok elektrik yang beredar di masyarakat mengandung salah satu dari tiga komponen ini. Bahkan pada cairan tanpa rasa buah-buahan dan permen seperti rasa original dan mentol juga mengandung sati dari tiga komponen ini.

Selain bahaya dari komponen cairan, komponen pemanas juga ikut menyumbang zat berbahaya. Pada saat rokok elektrik dinyalakan, selain cairan yang dipanaskan, komponen baterai juga ikut memanas dan melepaskan partikel logam berat seperti timah, kadmium, nikel, kromium, dan timbal. Logam-logam ini berbahaya bagi tubuh kita.  Paparan timah dapat menyebabkan kerusakan saraf, hati, ginjal, dan sumsum tulang belakang. Paparan kadmium dapat menurunkan kepadatan tulang, menyebabkan keguguran dan gangguan pengantaran nutrisi pada plasenta, kanker paru, gangguan ginjal, dan sesak napas. Paparan nikel jangka panjang menyebabkan peradangan paru, membuat pengerasan jaringan paru dan berujung pada kanker paru.

Pengguna rokok elektrik dapat terpapar zat-zat di atas namun berbeda-beda kadarnya, tergantung jenis cairan yang digunakan, jenis rokok elektrik, jenis baterai, teknik merokok, dan lain-lain. Karena rokok elektrik baru marak beredar belakangan ini, belum ada penelitian yang bisa dianggap cukup membuktikan keamanan rokok elektrik. Meskipun demikian akan terlambat bagi perokok elektrik untuk mengubah kondisi paru-paru mereka jika memang dikemudian hari rokok elektrik benar-benar terbukti menyebabkan kanker paru atau kerusakan paru lainnya.

Tidak merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik, tentulah yang terbaik bagi paru-paru kita. Sebisa mungkin hindari pula menjadi perokok pasif. Bantu dan beri dukungan teman maupun keluarga yang ingin berhenti merokok. Berikut ini beberapa tip yang bisa dicoba untuk menghentikan kebiasaan merokok:

  1. Buang semua rokok, korek, dan semua hal yang berhubungan dengan rokok. Jangan mencadangkan satu batang pun rokok.
  2. Minta dukungan orang-orang di sekitar untuk membantu mengehentikan kebiasaan merokok. Peran mereka penting untuk mengingatkan saat merasa sangat ingin merokok.
  3. Bila keinginan merokok datang, alihkan perhatian pada hal lain, misalnya berkumur, makan permen karet, minum air putih, tarik napas dalam-dalam.
  4. Bila masih belum berhasil, cobalah tunda keinginan untuk merokok. Katakan pada diri sendiri untuk menundaaa 5 menit. Bila keinginan merokok masih kuat setelah 5 menit, tunda lagi 5 menit. Penelitian menunjukkan setelah penundaan 2-3 kali umumnya keinginan merokok akan hilang dengan sendirinya.
  5. Berkonsultasilah dengan dokter bila perlu.

Source: dr. Fiona Tjiputra (Info kita)

Tinggalkan Balasan