8 Tips Membangun Jaringan dan Koneksi untuk Kesuksesan Kariermu

Network (jaringan) sangat penting bagi Kamu yang ingin beralih profesi. Dari jaringan, Kamu akan mendapatkan koneksi. Kamu akan berinteraksi dan membicarakan pekerjaan dan karier dengan orang-orang yang merupakan koneksi dan jaringanmu.

Perlu diketahui, jaringan dan koneksi tidak sama dengan berkolusi atau nepotisme. Connections (koneksi) dibangun dengan upaya melibatkan diri dalam berbagai kegiatan agar Kamu dikenal sehingga ketika ada yang membutuhkan kualifikasi yang Kamu miliki, mereka teringat kepadamu. Dalam kondisi lain, ketika Kamu mengajukan diri, mereka sudah mengenal kualifikasimu dengan baik. Sementara, kolusi dan nepotisme mengandung makna negatif karena biasanya hanya berdasarkan hubungan keluarga atau berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu tanpa mempertimbangkan kualifikasi yang bersangkutan.

Memiliki jaringan dan koneksi yang bagus adalah modal yang sangat penting dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan. Membangun jaringan untuk mengeksplorasi profesi dan pekerjaan dapat dilakukan dengan melakukan percakapan informal dengan para profesional di bidang yang diminati, termasuk mengumpulkan informasi mengenai pekerjaan, jenjang karier, industri, atau tempat kerja yang cocok bagimu.

Ketika Kamu aktif mencari pekerjaan, Kamu bisa memanfaatkan jaringan yang telah Kamu bangun untuk memasarkan diri. Kamu bisa memberi tahu langsung kualifikasi yang Kamu miliki sekaligus posisi dan perusahaan yang Kamu inginkan. Melalui  percakapan-percakapan seperti itu biasanya Kamu mendapat bimbingan dan sumber pengetahuan yang tidak Kamu dapatkan dari tempat lain.

Alasan jaringan dan koneksi menjadi hal penting dalam mencari pekerjaan, antara lain:

  • Orang-orang lebih suka bekerja dengan orang yang mereka kenal dan sukai. Resume dan CV saja kadang tidak terlalu bisa diandalkan.
  • Dokumen lamaran kerja yang Kamu kirim bisa saja hanya berada dalam tumpukan dokumen pelamar lain. Melalui jaringan dan koneksi, Kamu bisa mendapatkan rekomendasi dari seseorang yang mengenalmu sehingga peluang untuk diterima lebih besar.
  • Ada banyak lowongan pekerjaan yang tidak diiklankan. Informasi mengenai pekerjaan ini biasanya hanya bisa didapatkan dari orang yang telah lebih dulu bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Kamu bisa pula mendapatkan informasi adanya lowongan pekerjaan di suatu perusahaan dari jaringan/koneksi yang Kamu miliki sebelum informasi tersebut diiklankan secara formal.
Membangun Koneksi via flickr.com

Bagaimana Membangun Koneksi?

Carilah orang, bukan pekerjaan. Ketika Kamu mencari lowongan pekerjaan, Kamu dapat memanfaatkan situs lowongan kerja, headhunters, dan sebagainya, tetapi sebaiknya Kamu tidak memulainya dengan cara itu.

Fokuskan perhatianmu pada hubungan dengan orang-orang, kolega, teman satu grup atau satu perkumpulan, kenalan, baik yang ada di dalam maupun di luar lingkaranmu. Kehadiranmu secara langsung di hadapan orang-orang itu memiliki kekuatan yang tidak dimiliki CV/resume yang paling sempurna sekalipun. Orang-orang itu akan melihat antusiasme, semangatmu untuk belajar, ketekunan dan kegigihanmu, serta hal positif lain di dalam dirimu. Dan cerita mengenaimu gampang menyebar.

Kamu bisa membangun koneksi melalui hubungan baik dengan orang-orang di perusahaan atau organisasi tempatmu bergabung. Kamu bisa menawarkan diri untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kecil dengan sukarela. Jika hasil kerjamu bagus, Kamu pelan-pelan bisa menjadi konsultan bagi mereka. Perlahan reputasimu akan terdengar sehingga dipanggil interview untuk posisi full time di suatu perusahaan.

Barangkali karena terlalu senang, Kamu sampai nervous saat menjalani interview. Meski begitu, Kamu masih tetap diterima sebab reputasimu sudah dikenal dengan baik.

Membangun Networking

Network ada di sekitarmu. Mereka adalah orang-orang yang menjalin hubungan denganmu, yakni:

  • Keluarga
  • Teman sekampus dan yang pernah jadi teman sekampus.
  • Teman sekerja dan yang pernah jadi teman sekerja.
  • Klien dan yang pernah jadi klien.
  • Customer dan yang pernah jadi customer.
  • Klub olahraga.
  • Job fairs.
  • Asosiasi-asosiasi profesi.
  • Klub bisnis.
  • Organisasi-organisasi.
  • Tetangga, kerabat, teman.
  • Sosial media.
  • Professional/business events.

Survei terkini menunjukkan bahwa 50% lowongan pekerjaan diisi melalui networking! Network sangat potensial bukan saja untuk menjalin koneksi dalam rangka mencari kerja, tetapi juga penting dalam perjalanan karier di sepanjang hidupmu. Setiap orang yang ada di dalam jaringanmu dapat menghubungkanmu dengan network lain sehingga jaringanmu menjadi semakin luas.

Tips Membangun Network

  1. Mengelompokkan kontak menurut segmen khusus (top management, teman, alumni, klien/customer, kolega, dan sebagainya).
  2. Cari kesamaanmu dengan mereka. Kelompokkan menurut area ketertarikanmu (hobi, bidang profesi, sektor industri, dan lain-lain).
  3. Menghormati kontak yang dimiliki sebagai seorang pribadi sehingga sebelum Kamu meminta bantuan hendaknya Kamu memikirkan kepentingan dan kenyamanan mereka: menolong mereka terlebih dahulu, tidak mengganggu, dan jangan pernah mengirimkan spam.
  4. Ketika berganti smartphone, biasanya kontakmu tidak ikut ter-update. Hal ini juga dialami orang lain sehingga datamu terhapus. Ketika menghubungi seseorang yang sudah lama tidak terhubung denganmu, ada baiknya memberi keterangan mengenai dirimu terlebih dahulu.
  5. Membina hubungan personal dengan orang-orang yang ada di jaringanmu. Sediakan waktu untuk bertemu secara langsung dengan mereka. Banyak orang mendapat peluang dan kesempatan dari hubungan personal karena hubungan yang nyata menciptakan trust (kepercayaan). Satu orang yang pernah bertemu dan membina hubungan secara langsung denganmu jauh lebih berharga daripada seratus kontak yang Kamu temui secara online.
  6. Terus terang dan spesifik. Sebelum Kamu bertemu seorang CEO misalnya, berupayalah untuk mengetahui secara spesifik apa yang Kamu mau. Apakah Kamu mau minta referensi atau ingin diperkenalkan kepada seseorang? Sebutkan dengan jelas kualifikasi dan pengalaman terakhirmu.
  7. Berikan sesuatu yang bisa dilihat (kartu nama/CV/resume) sehingga ketika membutuhkan sesuatu atau memiliki informasi mengenai suatu peluang, mereka bisa segera menghubungimu.
  8. Mintalah nasihat, informasi, atau saran, bukan minta pekerjaan.

Tinggalkan Balasan