8 Bahaya Kurang Tidur dan Solusi Mendapatkan Tidur Berkualitas

8 Bahaya Kurang Tidur dan Solusi Mendapatkan Tidur Berkualitas

Tidur sangat berperan bagi tubuh kita untuk memulihkan stamina dan kebugaran tubuh. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan lainnya.

Tidak ada angka pasti berapa lama seharusnya kita tidur, namun kebutuhan tidur seseorang tidak berbeda jauh dari kelompok usianya. Bayi butuh tidur lebih panjang, sekitar 16–18 jam sehari untuk mendukung tumbuh kembangnya. Anak usia sekolah dan remaja butuh sekitar 9,5 jam sehari. Orang dewasa umumnya 7-9 jam, sedangkan lansia biasanya lebih singkat. Bahkan pada usia lanjut banyak yang membutuhkan obat-obatan untuk dapat membantu agar tidur. Bila sedang sakit, butuh tidur lebih banyak dibandingkan waktu sehat. Tidur cukup dapat menyegarkan pikiran dan fisik untuk beraktivitas kembali sepanjang hari. Semakin meningkatnya tuntutan pekerjaan dan kemajuan teknologi membuat banyak hal mengorbankan waktu tidur. Padahal kekurangan tidur baik yang akut maupun kronis dapat membahayakan. Selain menyebabkan kantuk di keesokan hari dan menurunkan performa kerja, kurang tidur juga menyebabkan sulit konsentrasi dan rasa lelah saat bangun tidur. Beberapa kondisi yang dapat terjadi bila kurang tidur di antaranya:

1. Microsleep (Tertidur selama beberapa detik saat dalam kondisi sedang terjaga).

Microsleep berbahaya terutama bila sedang mengendarai atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi atau ketelitian tinggi.

2. Mudah terjangkit penyakit.

Kurang tidur menghambat tubuh membentuk imunitas atau daya tahan tubuh. Akibatnya orang-orang yang kurang tidur lebih mudah terserang penyakit.

3. Berbagai kelainan serius

Gangguan irama jantung (aritmia), kerusakan pembuluh darah jantung, bahkan serangan jantung dapat lebih mudah terjadi pada orang yang kurang tidur. Pasalnya, tidur berperan penting untuk memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung. Inilah sebabnya mengapa orang yang kurang tidur lebih mudah terkena masalah jantung.

4. Hipertensi dan stroke

Kerusakan pembuluh darah akibat kekurangan tidur juga berpengaruh pada tekanan darah sehingga orang yang sering mengalami kurang tidur lebih rentan terkena hipertensi dan stroke.

5. Gangguan cemas dan perubahan suasana hati (mood)

Kurang tidur menyebabkan saat bangun tubuh tidak merasa segar dan siap beraktivitas kembali. Badan masih terasa lelah sehingga memengaruhi suasana hati. Selain itu orang yang kurang tidur juga lebih mudah terkena gangguan kecemasan bahkan dapat mengalami depresi.

6. Diabetes

Ada dua hormon yang mengatur rasa lapar dan rasa kenyang yaitu leptin dan ghrelin, yang akan terganggu kadarnya jika tidak tidur cukup. Akibatnya kemampuan tubuh untuk mengendalikan jumlah porsi makanan akan terganggu, dan juga dapat berakibat pada obesitas.

7. Menurunkan performa seks

Kekurangan tidur juga berpengaruh pada produksi hormon testosteron. Selain itu lakilaki dan perempuan yang kurang tidur juga mengalami penurunan hasrat berhubungan seksual dan tingkat kepuasan seksual lebih rendah dibanding mereka yang cukup tidur.

8. Menjadi mudah lupa

Tidur cukup memengaruhi konsentrasi seseorang terutama dalam mempelajari dan menyimpan ingatan tentang hal-hal baru. Waktu tidur kurang, kemampuan otak untuk menyimpan memori otomatis terganggu. Kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi juga menurun jika waktu tidur terganggu.

Lalu bagaimana supaya kita bisa mendapatkan tidur yang berkualitas?

  1. Buat jadwal rutin. Tentukan jam berapa tidur, jam berapa bangun. Usahakan jam yang sama setiap hari.
  2. Hindari minuman berkafein bila sudah menjelang sore hari.
  3. Olahraga rutin setiap hari selama 30–50 menit. Jangan berolahraga 3 jam sebelum jam tidur.
  4. Usahakan ruang tidur yang nyaman, bersih, dan cahaya yang temaram, jangan terlalu silau.
  5. Matikan seluruh perangkat elektronik baik televisi, telepon genggam, dan perangkat elektronik lainnya. Sinar yang dikeluarkan oleh perangkat-perangkat tersebut membuat mata terjaga.
  6. Relaksasi sebelum tidur, bisa dengan mandi air hangat, baca buku, atau mendengarkan musik yang tenang. Jangan mendengarkan lagu yang kencang atau yang liriknya kita hafal karena malah akan membuat susah tidur.
  7. Jika tetap sulit tidur sesudah lebih dari 20 menit, bangkitlah, pergi ke ruangan lain, coba membaca sampai mengantuk. Berbaring berlama-lama di kasur saat tidak bisa tidur akan semakin menimbulkan rasa cemas sehingga semakin sulit tidur.
  8. Bila masih tetap sulit tidur, berkonsultasilah dengan dokter. Lalu bagaimana bila selama ini kita sudah ‘utang’ tidur? Utang tidur tentu harus dibayar, namun bukan dengan cara menambah jam tidur di akhir pekan. Contoh, bila selama 1 pekan utang tidur 2 jam per hari berarti ada utang tidur 14 jam. Perlu dilakukan penambahan ½-1 jam tidur setiap harinya sampai terlunasi seluruh utang. Indikator utang tidur sudah terbayar dapat dirasakan saat tubuh terasa bugar, tidak lagi merasakan kelelahan dan tidak fit saat bangun tidur.

(Sumber: dr. Fiona Tjiputra (infokita))

Tinggalkan Balasan