7 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Generasi Muda yang Ingin Kaya

Investasi bukan sekadar cerita tentang untung atau rugi, menang atau kalah. Investasi tujuannya untuk mengamankan harta kekayaan kita, menjaga agar nilainya tetap utuh, memberikan imbal hasil yang minimal sebanding dengan tingkat inflasi yang menyebabkan nilai aset yang kita miliki turun. Investasi bukan lagi dipandang sebagai hal keren melainkan hal wajib.  Kalau kita mau merdeka dari segi finansial yang artinya kita terbebas dari kekhawatiran akan hilang atau berkurangnya harta kekayaan kita, investasilah jawabannya.  Yuk, sekarang kita mulai mengenal instrumen-instrumen keuangan!

1. Investasi Emas

Perlu diketahui, harga emas itu lebih bertahan lama jika dibandingkan dengan harga minyak mentah. Selain itu, tren harga emas naik jika dilihat dari dulu hingga sekarang. Intinya, emas merupakan pilihan sempurna dengan risiko lebih rendah dibandingkan menabung uang.

Bagi kita yang memilih investasi emas, sekarang sudah banyak aplikasi atau platform yang memudahkan kita untuk membeli emas batangan atau menabung emas, seperti aplikasi Indogold, Pegadaian, dan yang official dari ANTAM: Brankas Logam Mulia, tinggal download saja di Playstore dan App Store. Melalui aplika­si ini, generasi milenial tidak perlu lagi membeli emas batangan, cukup dengan Rp20.000 kita sudah bisa memiliki emas sebesar 0,02 gram. Nah, jika kita ingin memiliki emas batangan tunggu hingga kita berhasil menabung paling tidak 1 gram, setelah ber­hasil menabung emas hingga 1 gram, kita tinggal membayar sertifikat emas dan kepingan emas pun akan dikirimkan ke rumah. Tapi kalau tidak mau memegang emas batangan juga tidak apa-apa, simpan saja tabungan emas tadi di aplikasi menabung emas dan kita bisa menjualnya sewaktu-waktu.

Kenapa sih lebih baik menabung emas dibandingkan memiliki emas batangan? Selain karena lebih efisien dan lebih aman, ke­tika kita memutuskan membeli emas batangan kita juga harus membayar biaya sertifikat. Nah ketika kita jual kembali, biaya sertifikat kita tidak akan terhitung, jadi pembeli hanya menghi­tung biaya emasnya saja. Kecuali kalo kita membeli emas dengan berat 100 gram, biaya sertifikatnya sudah termasuk dari biaya jual. Apa pun yang kita pilih, mau menabung emas atau beli emas batangan, pastikan kita mempelajari risikonya terlebih dahulu dan pilih aplikasi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ya.

Tips invetasi emas:

  • Mulailah menyicil tabungan emas sedini mungkin. Latih diri sendiri selama 12 bulan untuk mulai berinvestasi emas, paling tidak 1 gram per bulan.
  • Investasi emas akan memberikan keuntungan dari modal awal setelah 5 tahun pertama. Usahakan pertahankan jumlah emas yang kita miliki hari ini, untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.

 2. Investasi Reksadana

Apa yang membuat reksadana berbeda? Reksadana mem­berikan kemudahan untuk mengelola investasi karena dana investasi langsung dikelola oleh manajer investasi yang pro­fesional dan ahli di bidangnya. Kita tidak perlu bersusah payah untuk membaca dan menganalisis pasar.

Reksdana juga memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan emas dengan risiko yang relatif aman. Berinvestasi di reksadana hanya memerlukan uang Rp100.000 saja. Dan untuk memantau pergerakan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) a.k.a to­tal kekayaan bersih yang kita miliki juga bisa dipantau secara online dan real time.

Ada delapan jenis reksadana: reksadana pasar uang, rek­sadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana sa­ham, reksadana terproteksi, reksadana indeks, ETF (Exchange Traded Fund), dan reksadana syariah.

Untuk mengetahui lebih dalam jenis-jenis dari reksadana tersebut kita bisa langsung cari tahu di internet, banyak banget artikel-artikel tentang macam-macam reksadana. Kita juga bisa datang ke kantor manajer investasi, pada umumnya bank-bank di Indonesia pasti menjual reksadana, seperti BCA, Mandiri, BNI, Common Wealth, dan lain-lain.

Dan buat kita yang menginginkan risiko terendah, bisa memulai dengan reksadana pasar uang atau pendapat-an tetap. Sedangkan jika kita tipe investor yang ingin mendapatkan return tinggi, reksadana pendapatan dan saham sangat direkomendasikan. Namun balik lagi, high return high risk ada juga kemungkinan meruginya, karena di reksadana harga per unitnya bisa turun sewaktu-wak­tu. Reksadana ini sama seperti main saham, namun yang mengelola bukan kita, namun orang lain yakni manajer investasi.

3. Investasi Saham

Saham merupakan salah satu pilihan investasi yang jika ditekuni dan sabar akan sangat menguntungkan, sudah ba-nyak contohnya, seperti Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia yang memiliki kekayaan karena nilai saham yang Buffet beli berlipat ganda. Saat ini di saham yang diper­dagangkan di Bursa Efek Indonesia, ada yang perlembarnya hanya Rp1.000, kalau memiliki uang Rp100.000 kita sudah bisa membeli 1 lot (100 lembar saham). Bahkan ada juga sa­ham yang per lembarnya Rp50 dengan minimum pembelian 100 lembar saham (1 lot) cukup membayar Rp5.000. Kalau kita berniat menjadi investor, sesungguhnya pembelian sa­ham atau belajar saham tidaklah semahal itu, melainkan mu­lai dari Rp5.000 kita sudah bisa memulai investasi. Harga saham tergantung dari perusahaannya masing-masing, financial statement perusahaan, strategi, atau langkah yang akan atau sedang dilakukan, komoditinya, maupun kabar pasar yang berkaitan langsung dengan perusahaan yang bersangkutan. Yang harus kita ketahui ketika membeli sa­ham, kita akan mendapatkan 2 jenis keuntungan: capital gain

Sebelum kita membeli saham, ini adalah beberapa hal yang harus kita diperhatikan: kalau saja kita punya 100 lot (10.000 lembar saham) artinya kita akan mendapat deviden sebesar Rp640.000. Setiap perusahaan belum tentu membagikan deviden se­tiap tahunnya, karena pembagian deviden dibahas saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), di mana hasil keuntungan perusahaan akan diolah sebagai modal secara keseluruhan untuk mengembangkan perusahaan, atau disisihkan untuk membagikan deviden. Sehingga bagi yang memang ingin menikmati hasil deviden, harus segera dicek perusahaan mana saja yang biasanya setiap tahun membagikan dividen bagi para pemegang saham.

Tipe Analisis Saham

Teknikal Analisis

  • Berdasarkan tren harga saham.
  • Mencari capital gain dalam waktu yang singkat, dari selisih harga penjualan de-ngan pembelian.

Fundamental Analisis

  • Value Investing (Capital Gain)
  • Income Investing (Deviden)

Ada beberapa jenis pemain saham, yakni value investing yang berlandaskan fundamental yang menganalisis saham berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pasar global yang tertera di berita terkini, dan juga potensial perusahaan di masa mendatang. Contoh pemain saham yang pada jenis ini adalah Warren Buffett, Lo Kheng Hong, dan masih banyak konglomerat lainnya yang menjadi kaya raya karena teknik permainan saham yang lebih memilih untuk sabar dan men­jadi sleeping investor saat sudah menemukan perusahaan yang akan dibeli. Membeli dalam jumlah banyak, lalu “tidur” agar tidak tergoda untuk menjual perusahaan tersebut.

Jenis pemain saham yang kedua adalah trader (technical analysis) di mana pemain lebih melihat grafik dan orientasi cepat untung dengan cara sering menjual dan membeli sa­ham tergantung dengan harga pasar terkini. Para pemain ha­rus pantau terus harga saham saat turun maka ia akan beli, dan saat naik ia akan menjualnya dari situlah para pemain mendapatkan keuntungan atau biasa disebut capital gain. Kebanyakan para pemain saham yang tidak sabar memang menggunakan teknik yang satu ini. Keduanya tidak ada yang salah, namun alangkah baiknya jika kita mengombinasikan keduanya untuk memaksimalkan keuntungan, di mana value investing tetap berjalan ditopang dengan technical analy­sis yang hasil keuntungannya bisa menjadi tambahan untuk value investing.

Jika khawatir dengan risiko yang akan diterima, sebenarnya ada cara untuk memperkecil risiko. Menurut Warren Buffett (bapak saham dunia), maksimal kita disarankan memiliki kepemilikan saham hanya pada em­pat perusahaan saja, dengan jumlah ini kita akan lebih fokus dalam mengecek kondisi pasar saham. Kalau terlalu banyak, khawatirnya kita tidak bisa mengecek kondisi keseluruhan saham.

Nah, sekarang bagaimana, sih, langkah-langkah untuk memulai investasi saham? Cara termudah yaitu dengan biaya termurah Rp100.000 dengan mengikuti kelas Yuk Nabung Saham IDX(Indonesia Stocks Exchange). Kita ting­gal mendaftarkan diri dan pilih kelasnya, cocokkan dengan availability kita masing-masing, IDX juga punya kelas di weekend. Jadi tidak boleh ada alasan untuk tidak ikut, ya.

Jadi di setiap kelas IDX pengajarnya adalah perwakilan dari masing-masing sekuritas, misalnya kita memilih kelas hari Sabtu, 8 Desember 2018 yang in charge adalah Panin Sekuritas, otomatis kita juga terdaftar sebagai nasabah Panin Sekuritas. Oke, bukan? Dengan Rp100.000 kita sudah dapat ilmu dan juga sudah menjadi nasabah dari sekuritas. Nah, setelah mengikuti pelatihan dari IDX, langkah selan­jutnya adalah kontak sekuritas, pastikan kita dibuatkan tabungan RDN (Rekening Dana Nasabah). Jangan khawatir, prosesnya enggak susah, kok! Kita cukup memberikan be­berapa dokumen, seperti KTP, NPWP, dan setor uang mini­mal Rp1.000.000, setelah itu kita bisa menggunakan dana tersebut untuk membeli saham.

Kalau masih bingung untuk syarat-syarat transaksi sa­ham, kita bisa langsung menghubungi sekuritas-sekuritas di Indonesia, ada Panin Sekuritas, MNC Sekuritas, Samuel Sekuritas, dan lain-lain. Pihak sekuritas biasanya sangat ra­mah untuk mengajarkan para pemain saham pemula, bahkan mereka juga sering mengadakan clinic atau coaching bagi para pemain pemula. Tidak hanya itu, jika kita membutuh­kan teman sharing untuk belajar saham bersama-sama, ada komunitas bernama Investor Saham Pemula (ISP), kita bisa follow Instagram mereka dan bergabung di WhatsApp grupnya. ISP sering banget mengadakan pertemuan di selu­ruh wilayah Indonesia.

Lebih baik lagi, jika kita memang belajar terkait saham di tem­pat belajar dan bermain saham dari pakarnya, termasuk memba­ca buku investasi sampai mengikuti seminar-seminar terkait sa­ham. Karena belajar saham bukanlah pembelajaran yang instan, melainkan butuh waktu untuk memahaminya agar tidak merugi.

Saat kita sudah mulai bermain saham, rajinlah mem­baca laporan keuangan perusahaan, update berita terkini terkait potensi perusahaan di masa mendatang, lalu beli. Belilah perusahaan yang masih undervalued, dengan harap-an suatu saat nanti harga saham tersebut akan meningkat terus-menerus. Yakinlah bahwa perusahaan yang sudah kita pilih adalah perusahaan yang bagus dan akan memberikan keuntungan. Sebelum memasuki instrumen investasi yang satu ini, haruslah dipelajari dan dimengerti terlebih dahulu. Jangan sampai menginvestasikan ke sesuatu yang tidak kita mengerti. Tidak sedikit orang yang berinvestasi di saham dan merugi, hal ini karena mereka hanya ikut-ikut kebanyakan orang, membeli saham rekomendasi orang, tanpa memahami dunia pasar modal. Jangan sampai kamu termasuk orang yang hanya ikut-ikut saja dalam membeli saham. Sampai dengan saat ini soalnya banyak sekali yang namanya ‘saham gorengan’ di mana harga saham dimainkan oleh sekolompok orang yang memang berniat untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi harga saham. Hal-hal seperti ini patut di­waspadai. Jangan sampai kamu memasuki dunia saham na­mun kamu tidak mengetahui dunia saham seperti apa. Jadi pastikan kita wajib mempelajari industrinya, tekniknya dan pilih perusahaan dengan fundamental yang baik.

 4. Investasi Obligasi

Obligasi merupakan investasi yang sedang hit belakangan ini. Obligasi atau surat utang dikeluarkan oleh pemerintah, korporasi, atau pihak lain dalam rangka mendapatkan pen­danaan. Secara umum, melesatnya harga obligasi didorong oleh 4 faktor utama: naiknya peringkat kredit Indonesia, turunnya risiko investasi, yield obligasi yang lebih menarik, serta aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Indonesia memiliki dua jenis obligasi: (surat utang) obligasi pemerintah, (surat berharga negara) dan obligasi korporasi (surat berharga korporasi). Biasanya jangka waktu obligasi korporasi lebih pendek dibandingkan obligasi pemerintah, obligasi korporasi memi­liki jangka waktu sekitar 1 hingga 3 tahun sedangkan obli­gasi pemerintah bisa mencapai 1 hingga 10 tahun.

Obligasi pemerintah lebih menjadi favorit sebagai aset por­tofolio karena tergolong likuid di pasar sekunder yang arti­nya memiliki valuasi harga dan imbal hasil yang menarik. Tidak hanya itu saja, menurut kami obligasi pemerintah juga sangat aman karena secara kasat mata tidak mungkin, kan, pemerintah Indonesia tidak bisa membayar utangnya? Jika pemerintah tidak bisa membayar utang dapat dipastikan Indonesia sudah collapsed sebagai negara. Tapi tentunya hal ini berlawanan dengan kondisi Indonesia sekarang yang se­dang “growing” dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Surat berharga negara ini ada macam-macam variasinya, seperti ORI014 (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR003 (Sa-ving Bond Ritel), serta jenis syariah berupa SR006 (Sukuk Negara Ritel) dan Sukuk Negara Tabungan.

Investasi SBR biasanya tergolong murah, SBR003 bah­kan hanya Rp1.000.000 (minimum) dan Rp3.000.000.000 (maksimum), yang mana bunganya floating atau berubah setiap tiga bulan sekali. Pastikan kita melakukan riset ter­lebih dahulu sebelum membeli dan juga pastikan kita tidak ketinggalan tanggal pembelian, karena obligasi pemerintah memiliki kurun waktu pembelian dari 2 minggu – 1 bulan.

Beda lagi kalau Obligasi Negara Ritel (ORI), misalnya Oktober 2018 baru saja terbit seri ORI015 yang menawarkan tenor atau jatuh tempo selama 3 tahun, dengan tingkat ku­pon 8,25% per tahun. Pembukaan seri ORI ini selama 3 ming­gu dan kuponnya akan dibayarkan setiap bulan, pada perte-ngahan bulan. Bentuk obligasi negara tanpa warkat ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar-investor domestik atau lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau SID (Single Investor Identification). Jenis investasi ini pun tergolong terjangkau karena investor dapat membelinya mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp3.000.000.000 (maksimum).

Di mana kita bisa membeli obligasi? Obligasi bisa dibeli di bank BCA, Mandiri, BNI, dan bank lainnya. Dalam membeli obligasi, tidak harus menjadi nasabah prioritas, namun jika saat ingin membeli bank nya hanya membuka untuk nasabah prioritas, masih banyak tempat untuk membeli obligasi. Pas­tikan juga bahwa kamu telah memiliki SID terlebih dahulu, yang proses pembuatannya masih manual di mana nasabah harus datang ke customer service terlebih dahulu untuk membuka akun SID. Jadi, daripada buru-buru pada saat kita mengurus pembuatan pembelian obligasi, lebih baik sudah buka SID sejak awal, agar pada saat penjualan dimulai, kita tinggal membelinya via online. Karena saat ini pembelian ob­ligasi hanya bisa melalui online baik dari m-banking atau pun internet banking. Namun jika masih bingung, kita bisa banget ke customer service bank dan meminta panduan dari orang bank.

5. Peer-to-peer lending (P2P)

Jenis investasi ini cukup terbilang baru, mungkin enggak semua dari kita mengetahui apa itu P2P lending. P2P lending merupakan suatu sistem pemberi pinjaman uang kepada in­dividu atau bisnis (debitur) yang diberikan oleh peminjam (kreditur) dan sebaliknya. Nah, untuk melakukan transaksi tersebut terdapat P2P platform, melalui P2P platform akan menghubungkan pemberi pinjaman (kreditur/investor) dan peminjam secara online (debitur/borrower). Jadi ibaratnya sebagai biro jodoh mempertemukan dua entitas berbeda.

Perusahaan P2P lending sangat baik dalam menyaring dan menganalisis para borrower (peminjam). Umumnya borrower ini adalah para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). P2P platform akan menampilkan profil dari si peminjam di dalam website mereka, kemudian investor yang merasa cocok dan tertarik tentu saja akan langsung klik “berikan pinjaman”.

Bunga P2P lending ini sangat tinggi,lho, bahkan melebihi 18% per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan jenis instru­men investasi lainnya. Itu kenapa investasi ini hit banget di kalangan generasi milenial. Selain bunga yang didapatkan tinggi, dengan berinvestasi melalui P2P kita juga turut mem­bantu para pelaku UMKM untuk lebih berkembang. Mulia sekali, bukan?

Saat ini di Indonesia ada beberapa pemain P2P yang terper­caya, seperti koinworks.com, crowde.co. Masing-masing dari perusahaan finansial teknologi ini memiliki borrower (pemin­jam) dengan background yang berbeda-beda. Koinworks.com fokus pada pasar UMKM digital, crowde.co fokus pada pasar petani Indonesia.

Pastikan kita melakukan riset terlebih dahulu terhadap profil peminjam (listing) sebelum melakukan investasi, dan yang ti­dak kalah pentingnya pastikan platform P2P yang kita pilih su­dah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 6. Investasi Properti

Seperti yang kita ketahui, investasi properti merupakan salah satu sektor investasi favorit, investasi ini dipilih untuk menjaga kestabilan keuangan agar tidak terpengaruh dengan dampak inflasi yang semakin kejam. Makanya sangat wajar kalau akhirnya banyak sekali investor yang memilih bisnis pro-perti untuk menyelamatkan harta mereka dari gerusan inflasi. Selain dipilih untuk pelindung inflasi, alasan lainnya karena investasi properti selalu stabil dan setiap tahun nilainya pun akan terus naik, terlebih dengan banyaknya developer yang kian hari terus berlomba-lomba dalam membangun hunian terbaik. Tentu saja, dengan melakukan investasi properti akan jauh lebih mudah untuk kita mendapatkan additional income, tidak masalah jika kita membeli propertinya secara tunai atau dengan menyicil (hipotek rendah). Karena nantinya kita juga akan menerima nilai uang yang berlipat ganda, karena harga tanah akan selalu naik. Hal ini dikarenakan populasi manu­sia di dunia semakin bertambah, namun luas tanah di bumi ini tetap. Adanya isu ini, membuat beberapa developer besar membuat lahan yang kini kita kenal dengan lahan reklamasi. Lahan seperti ini sudah bisa kita lihat di Jakarta Utara.

Ada banyak jenis properti yang dapat dijadikan instrumen investasi. Setiap jenis properti tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari bentuk, target penyewa, ker­mitan pemeliharaan, dan faktor lainnya.

Dalam segi investasi, ada tiga hal yang perlu difokus­kan dalam memilih investasi properti. Ketiga faktor tersebut adalah berapa potensi yield (keuntungan tahunan), kemudah-an membeli (dilihat dari developernya dan cara pembayaran­nya), menyewakan (dilihat dari segi lokasi apakah strategis atau tidak), dan menjual properti serta biaya dan kerumitan pemeliharaan properti.

Berikut adalah beberapa jenis properti yang dapat dija­dikan instrumen investasi:

a. Investasi tanah kosong

Investasi tanah kosong maupun tanah kavling adalah in­vestasi properti yang paling mendasar dan relatif mudah untuk dijual. Yang perlu kita pastikan adalah keabsahan sertifikat tanah tersebut, mulai dari kepemilikan, luas, ba­tas-batas, dan peruntukan tanah tersebut. Jika kita membeli tanah kosong, pastikan juga tidak akan ada kendala ketika kita mengajukan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di atas ta­nah tersebut. Jangan lupa sebelum membeli, pastikan tanah tersebut berada di jalur apa, jangan sampai ke jalur hijau, nanti sulit menjualnya. Hanya saja yield yang ditawarkan relatif kecil. Umumnya yield dari menyewakan tanah kosong atau tanah kavling hanya sebesar ± 0,5% hingga 1% dari harga tanah tersebut. Tapi kelebihannya, perawatannya ti­dak susah, kita bisa hire tenaga kasar untuk membersihkan rumput dan tanaman liar.

b. Investasi hunian sewa

Penyewaan rumah bi­asanya dilakukan per tahun. Namun tidak me­nutup kemungkinan un­tuk disewakan per bulan. Dari segi pembelian hu­nian sewa tidak seseder­hana pembelian tanah kosong. Selain mementingkan lokasi rumah, kita juga harus mempertimbangkan banyak variabel lainnya. Misalnya luas rumah, jumlah ka­mar, desain rumah, kualitas bangunan, lingkungan sekitar, terutama sertifikat hak miliknya, dan lain sebagainya. Pas­tikan detail rumah tersebut sesuai dengan kebutuhan pasar di sekitar lokasi itu. Yield yang bisa didapatkan umumnya sebesar ± 4% – 6% per tahun dari harga rumah tersebut dan sebesar kurang lebih 10% per tahun dari harga aparte­men atau rumah susun tersebut. Pangsa pasar penyewaan rumah biasanya adalah keluarga muda atau keluarga yang baru memiliki anak.

c. Investasi rumah kos

Ada dua jenis rumah kos yang sering digunakan untuk in­vestasi. Kedua jenis tersebut adalah rumah kos yang berben­tuk rumah biasa serta apartemen. Untuk pembelian rumah kos, lo­kasi merupakan pertimbangan utama. Jika ingin segera mendapatkan keuntungan dari sewa kos, sebaiknya carilah lokasi yang dekat dengan universitas, perkantoran, atau pabrik. Setelah menemukan lokasi yang strategis untuk rumah kos, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan calon penyewa. Pas­tikan harga dan fasilitas kos yang akan kita sewakan sesuai dengan kebutuhan calon penyewa di sekitarnya.

Umumnya penyewaan rumah kos dapat menghasilkan yield sebe­sar 5% – 7% dari harga rumah per tahunnya. Keuntungan tersebut di­dapatkan dengan menyewakan kamar kos per bulan, tapi kita bisa lebih mendapatkan keuntungan lagi jika kita menyewakannya harian. Namun penyewaan harian haruslah gencar untuk promosi. Kami sendiri lebih menyarankan untuk sewa tahunan, karena penyewa yang sewa lang­sung setahun, akan lebih merawat properti yang digunakan dibanding­kan penyewa harian. Ingat juga, bahwa kita tidak hanya mendapatkan keuntungan dari hasil sewa, melainkan saat menjualnya nanti, harga properti tersebut juga meningkat seiring berkembangnya harga tanah. Sambil menyelam minum air, itulah yang akan kita rasakan jika berin­vestasi di properti.

Biasanya kalau rumah kos, akan lebih baik jika pemilik juga turut tinggal di rumah tersebut, namun ada batasannya antara rumah kos dan pribadi. Hal ini bertujuan agar tempat kos lebih terjaga dan terurus.

d. Investasi ruko

Investasi ruko merupakan investasi properti dengan yield yang cukup tinggi. Yield yang dijanjikan umumnya sebesar 6% – 9% per tahun, karenanya investasi ruko termasuk investasi dengan quick return. Faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam pembe­lian ruko adalah lokasi. Karena ruko biasanya digunakan untuk usaha, kita harus memastikan lokasi ruko yang akan dibeli strategis atau diprediksi akan strategis. Penyewa ruko memerlukan lokasi strategis yang akan menarik klien atau customer-nya. Jika kita memilih ruko dengan lokasi yang tidak strategis, kemungkin-an besar akan sulit untuk menyewakannya. Jangka waktu penye­waan ruko umumnya adalah jangka menengah, yaitu 3 – 5 tahun.

Ruko biasanya berada di pinggir jalan besar, terdapat 2 sam­pai 3 lantai, dan terdapat lahan parkir bagi para pelanggannya. Perhatikan ketiga hal tersebut, karena 3 hal ini krusial.

Tips investasi Properti

  • Rajin-rajinlah melakukan riset properti di beberapa dae­rah. Bandingkan harga yang ditawarkan oleh perusahaan pengembang.
  • Pastikan pembangunan rumah dilaksanakan oleh deve-loper besar, legal, dan terpercaya.

Riset kebutuhan vital, seperti air di lokasi perumahan yang kita pilih. Rajin-rajin cari info, bagaimana akses menuju rumah yang akan kita beli. Adakah tol di sana, akses kereta api, atau trans/busway.

7. Usaha

Usaha bisa di bidang apa pun dan dimulai kapan pun dengan atau tanpa modal. Sebagai seorang pengusaha, ada dua hal yang bisa kita dapatkan dengan pasti dari memulai sebuah usaha.

  • Pendidikan karakter, orang-orang yang memiliki usaha adalah orang-orang yang melatih dirinya untuk selalu ber­pikir kreatif, mengasah mental baja saat ditolak investor, melatih diri menjadi pemimpin bagi timnya. Dengan men­jadi pengusaha kita dapat melatih diri sendiri untuk bisa beradaptasi dengan segala sesuatu, serta selalu berpikir untuk menjadi problem solver dan change maker.
  • Kontribusi untuk People, Planet, dan Profit. Menjadi seorang pengusaha merupakan profesi yang sangat mu­lia, tidak hanya karena kita turut memberikan lapangan pekerjaan baru dan menjadi problem solver dari perma­salahan yang tengah ada. Menjadi pengusaha juga harus memastikan seluruh kegiatan yang dilakukannya memiliki aspek keberlanjutan yang tinggi. Jadi tidak semata-mata hanya berfokus kepada profit saja, tapi juga instrumen lain, seperti people, pastikan bahwa pekerja kita men­cintai apa yang dikerjakan dan sebagai leader kita terus-menerus mendukung pekerja kita untuk meng-upgrade skill-nya, sedangkan untuk planet, penting sekali sebagai pengusaha untuk memastikan apa yang kita lakukan ti­dak mencemari lingkungan dan secara bijak menggunakan sumber daya alam yang ada.

Tertarik untuk memulai sebuah usaha? Stop berpikir sulit dan gagal, namun persiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, mulai dari kemampuan diri kita, investor, dan strategi yang akan dikembangkan.

Nah, sudah tahu investasi mana yang paling cocok dengan pribadi dan impian kita masing-masing, kan? Investasi hanya butuh komitmen kok dan bayangkan bagaimana ba­hagianya keluarga dan diri kita di masa depan dengan pe-rencanaan yang kita lakukan sejak sekarang.

Sumber: Millenial investor (Dea Salsabilla Amira & Priscilla Maulina)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan