5 Langkah Nyata Mewujudkan Impian Kamu Menjadi Entrepreneur

Kita sudah percaya akan kekuatan impian. Tetapi untuk dapat mewujudkannya, kita harus menerjemahkan impian itu dalam bentuk langkah-langkah yang nyata. Apa saja yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi besar itu?

1. Cari Seorang Penerjemah Mimpi

Penerjemah mimpi bukan dukun, cenayang, atau seseorang yang melihat video di dalam bola kristal. Penerjemah mimpi di sini adalah seseorang yang bisa menolong kita menerjemahkan mimpi kita ke dalam langkah-langkah praktis. Ia akan kagum ketika mendengar kita membicarakan mimpi tersebut. Lalu, ia ikut memikirkan bagaimana cara mewujudkannya.

Penerjemah mimpi akan membimbing, membuka pikiran, dan menunjukkan kepada kita ruang-ruang dan peluang yang berhubungan dengan mimpi tersebut. Mungkin saran-sarannya tidak bisa langsung kita terapkan. Tetapi paling tidak, ia menunjukkan bahwa mimpi itu berarti dan ada orang lain selain kita yang cukup gila untuk mempercayai mimpi itu. Ia melihat gunung yang ada di hadapan kita bukan sebagai penghalang, melainkan tantangan yang harus kita taklukkan. Bahkan, mungkin ia sendiri yang menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh untuk sampai ke puncak. Ia ikut memimpikan apa yang kita impikan. Ia tertular kegelisahan kita. Ia menarik mimpi itu dari awang-awang untuk mendarat di bumi. Ia menebas belukar yang memenuhi pikiran sehingga kita dapat melihat jalan setapak yang jelas untuk mewujudkan mimpi kita.

2. Tanam Bibitnya

Sebuah apel dapat menghasilkan empat hingga enam biji. Apabila setiap biji ditanam maka akan menghasilkan empat sampai enam pohon apel. Jika berbuah, satu pohon dapat menghasilkan ratusan buah apel setiap musim. Lalu, setiap buah apel akan kembali menghasilkan ratusan buah apel kalau biji-bijinya ditanam. Bayangkan, betapa besar potensi yang dimiliki satu biji apel yang kecil. Akan tetapi, seunggul apa pun bijinya dan sesubur apa pun tanahnya, tidak akan pernah menghasilkan apa-apa kalau kita tidak pernah menanamnya!

Impian bagaikan bibit. Ada begitu banyak kemungkinan yang bisa dihasilkan dari satu impian. Tapi jika kita tidak pernah menanam bibit itu maka kemungkinannya sudah pasti: kita tidak akan memetik apa pun! Dengan kata lain, ketika kita memiliki impian untuk memiliki bisnis sendiri, kita harus melakukan sesuatu. Satu langkah kecil yang mungkin terlihat sederhana jauh lebih baik karena itu artinya kita sudah mulai menanam bibit impian kita.

3. Waspadai Si Pencuri Mimpi: Nanti

Di antara kita, pasti banyak yang memiliki impian besar. Kita ingin menabung demi membangun bisnis sendiri, ingin ikut kursus demi menambah pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjalankan bisnis secara profesional, atau ingin menelepon seseorang yang berjanji mau menanamkan modal. Di saat lain, kita sudah tidak sabar untuk menyewa ruko agar bisa segera berbisnis, ingin segera mengucapkan selamat tinggal pada supervisor angkuh, dan ingin bisa ngopi di kafe sambil menjalankan bisnis sendiri. Yah, kalau diteruskan daftar impian tadi akan semakin panjang. Intinya, kita punya mimpi besar untuk dicapai. Tapi, nanti. Bukan sekarang. Kemudian, waktu berlalu. Tidak terasa tujuh tahun sudah terlewati dan kita belum menanam satu bibit pun. Semua bibit impian kita masih tersimpan di kotak berlabel NANTI.

4. Siapkan Diri Untuk Menghadapi Kegagalan

Mengejar impian adalah sebuah perjalanan panjang. Tentu perjalanan tidak selalu enak dan nyaman. Pemandangan di luar tidak selalu indah. Jalanan pun tidak selalu rata. Kadang berbatu, berlubang, atau malah diapit jurang. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang meraih impiannya dengan gampang dan melalui jalan pintas.

Kalau ada yang mengatakan punya jalan pintas dan bisa mencapai impian dengan gampang, percayalah itu bukan impian. Itu hanya sebuah pencapaian kecil. Semua rintangan yang membuat perjalanan kita tidak nyaman bisa dianalogikan sebagai kegagalan. Jadi, siapkan diri kita untuk menghadapi kegagalan-kegagalan tersebut. Dalam setiap kegagalan yang berhasil dilewati, kita telah melalui anak tangga yang akan membawa kita pada puncak kesuksesan.

5. Hindari Si Pembunuh Mimpi

Poin ini yang terakhir, namun menjadi yang paling utama karena berbahaya, yakni berhati-hatilah dengan si pembunuh mimpi. Banyak di antara kita yang tidak mampu meneruskan perjuangan mewujudkan impian. Bukan karena tidak mampu, melainkan karena kita telah membagikan impian itu pada seorang pembunuh mimpi. Pembunuh mimpi biasanya justru berada begitu dekat dengan kita, seperti anggota keluarga, teman, pasangan hidup, tetangga, atau mungkin bos kita. Bisa jadi mereka memiliki sifat pesimis, sinis, dan alergi pada perubahan.

Selain memiliki kekuatan, mimpi juga sangat rentan. Mimpi sebesar apa pun bisa layu dan mati kalau bertemu si pembunuh mimpi. Oleh karena itu, kenalilah orang-orang di sekitar kita. Hindari para pembunuh mimpi dan jangan bagikan impian kita pada mereka karena komentar sinis, seringai, atau kerutan alis mereka bisa membunuh mimpi kita dalam sekejap mata. Bahkan sering juga terjadi, kita berkecil hati dan memilih berhenti mewujudkan impian hanya gara-gara melihat mereka menguap bosan dan mengantuk saat kita bercerita mengenai impian kita.

Sumber: Segera Resign & Mulai Bisnis! (Sri Masiang)

Tinggalkan Balasan