10 Hal yang Membuat Orang Takut Beralih Profesi

  1. Menjadi Pemula (Lagi)

Begitu sudah menaiki tangga karier, siapa yang mau turun dan memulai dari bawah lagi? Alasan inilah yang membuat banyak orang yang ingin beralih profesi menjadi khawatir. Sebenarnya, Anda memiliki kemungkinan besar tidak memulai dari awal lagi kalau transferable skills yang Anda miliki tinggi dan bisa diterapkan di profesi baru.

Takut menjadi pemula sering disebabkan rasa kurang percaya diri. Selain itu, ketakutan juga bisa terjadi akibat ketidaksiapan menghadapi perubahan. Padahal dunia ini terus berubah dengan cepat. Anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar kelak akan bekerja di bidang yang mungkin belum ditemukan saat ini. Meninggalkan bangku sekolah bukan berarti Anda berhenti belajar. Belajar harus dilakukan seumur hidup agar tidak tertinggal dan tergerus perubahan zaman. Jika Anda hanya mau berdiam di zona nyaman, mungkin suatu hari nanti Anda bangun dan mendapati zona nyaman itu sudah tidak nyaman lagi. Perubahan akan selalu datang apa pun yang terjadi dan meski Anda tidak menginginkannya. Jadi, daripada terlambat, ikuti perubahan ini. Jika hati mendorong Anda untuk beralih profesi, segera lakukan dan berpetualanglah dalam proses perubahan ini.

  1. Bagaimana Jika Saya Membuat Kesalahan?

Setiap keputusan yang diambil memiliki konsekuensi. Jika Anda takut beralih profesi karena takut membuat kesalahan besar maka pikirkanlah kembali alasan-alasan yang mendorong keinginan untuk beralih profesi tersebut. Anda dapat bicara dengan teman-teman atau mencari pembimbing profesional untuk menolong Anda membuat keputusan. Seperti yang telah Anda baca sejak halaman pertama di buku ini hingga halaman yang Anda baca saat ini, semuanya merupakan langkah-langkah yang bisa dicoba untuk meminimalkan terjadinya kesalahan.

Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan rencana cadangan jika seluruh rencana yang telah Anda susun gagal. Adanya rencana cadangan juga termasuk meminimalkan dampak risiko yang mungkin terjadi.

  1. Menghasilkan Lebih Sedikit Uang

Mungkin inilah persoalan terbesarnya. Pertama, tidak ada jaminan Anda akan mendapat gaji yang lebih besar di profesi yang baru. Sebaliknya, juga tidak ada yang bisa memastikan gaji yang didapat kecil karena profesi baru tersebut. Sekarang pertimbangkan, mana yang lebih penting bagi Anda: uang atau kebahagiaan? Pekerjaan lama menghasilkan uang, tetapi Anda tidak bahagia. Pekerjaan baru menghasilkan lebih sedikit uang, tetapi Anda bahagia. Dan hati yang bahagia dapat mendorong Anda bekerja lebih baik sehingga keuangan Anda pun membaik. Hanya saja, untuk kembali ke kondisi keuangan semula membutuhkan proses. Bisakah Anda bersabar melalui proses ini? Cara lain untuk mencegah penurunan pendapatan akibat beralih profesi dengan menyediakan dana cadangan. Pilihan ada di tangan Anda. Pilihlah dengan mantap dan jalani dengan gigih.

  1. Takut akan Hal yang Tidak Diketahui

Ketakutan akan sesuatu yang tidak diketahui sering membuat banyak mundur dan tidak jadi melakukan apa yang awalnya ingin dilakukan. Hal ini bisa terjadi pada Anda yang ingin beralih profesi. Namun di saat yang sama, Anda harus menyadari bahwa Anda tidak memiliki kemampuan untuk membaca masa depan. Bahkan seorang peramal saja belum tentu mampu meramalkan secara akurat apa yang akan terjadi besok hari pada hidupnya. Daripada membuang energi untuk memikirkan sesuatu yang belum terjadi, kenapa tidak melakukan saja dulu dan lihat hasilnya. Perencanaan matang adalah solusi terbaik untuk mengatasi ketakutan ini.

  1. Takut akan Kegagalan

Apa yang terjadi jika Anda mengikuti pikiran beralih profesi, kemudian mendapati tidak seorang pun mau menerima Anda karena profesi yang Anda inginkan tidak sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikan Anda? Banyak perusahaan menerima karyawan berdasarkan pengalaman dan latar belakang pendidikan (keahlian). Mereka mau membayar mahal bagi tenaga yang benar-benar ahli di bidangnya. Jika Anda percaya, keahlian yang Anda miliki dapat diterapkan untuk profesi yang baru, kenapa Anda harus takut? Kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Analoginya, kegagalan sama seperti saat Anda kecil, jatuh saat belajar berjalan, tetapi pada akhirnya Anda bisa berjalan. Untuk meminimalkan terjadinya kegagalan, carilah profesi baru yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian yang Anda miliki, dan di bidang yang Anda sukai.

  1. Takut Membuat Orang Lain Kesal

Setiap kali Anda melakukan sesuatu yang berbeda, orang lain akan mengatakan sesuatu untuk mengomentarinya. Ini wajar dan manusiawi. Kenapa Anda harus takut dengan komentar orang lain? Ini hidup Anda dan Anda harus menerima konsekuensi dari pilihan-pilihan yang Anda ambil, baik maupun buruk. Hanya saja, tetap pertimbangkan seberapa besar keputusan yang Anda ambil akan memengaruhi orang-orang di sekitar Anda, misalnya pasangan, keluarga, anak-anak, orang tua. Seorang teman memang tidak punya hak apa-apa atas keputusan Anda, tetapi pasangan dan keluarga Anda memiliki hak ini. Solusi terbaik yang bisa Anda lakukan, mintalah pertimbangan mereka sebelum Anda mengambil keputusan besar untuk beralih profesi.

  1. Takut Sudah Terlambat

Usia yang tidak muda lagi sering menjadi hambatan saat seseorang ingin melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Padahal, usia tidak terlalu berpengaruh besar bagi kesuksesan seseorang. Banyak orang yang baru mencapai kesuksesan dan hidup berdasarkan impian mereka ketika usia mereka tidak muda lagi. Tidak ada yang namanya terlambat asalkan Anda mau berusaha sungguh-sungguh untuk mewujudkan impian Anda, apalagi didukung dengan rencana yang tersusun baik.

  1. Anda Takut Ada Sesuatu yang Salah pada Diri Anda

Anda takut ada sesuatu yang salah pada diri Anda ketika pikiran beralih profesi muncul. Percayalah, suara hati tidak pernah salah. Suara itu muncul untuk mengingatkan Anda agar mengambil langkah berikutnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, salah satunya dengan beralih profesi, resign, atau tetap bertahan di pekerjaan lama sambil mengembangkan keahlian yang lebih spesifik. Pikiran ini muncul bukan berarti Anda sudah gila, tetapi inilah tahap di mana kesadaran menyapa Anda untuk melakukan hal lain yang lebih baik lagi.

  1. Takut Menangani Hidup Anda

Hidup yang penuh tekanan kadang terasa berat. Kemunculan pikiran untuk beralih profesi terkadang menambah tekanan tersebut menjadi semakin berat. Anda jadi takut mengambil langkah dan tanggung jawab baru. Anda takut berhadapan dengan orang-orang baru yang tidak Anda kenal baik, sementara di sekitar Anda ada rekan kerja yang sangat mendukung Anda. Anda merasa perubahan besar yang mungkin terjadi hanya akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi. Lagi-lagi, ini hanya pikiran Anda sendiri. Segala sesuatu yang belum dilakukan sulit untuk mengetahui hasilnya. Apa yang muncul dalam pikiran Anda (yang masih berupa dugaan) juga belum tentu benar-benar terjadi. Ambil langkah dan putuskan dengan segera untuk mengatasi ketakutan ini. Percayalah pada diri Anda sendiri kalau Anda mampu menangani perubahan ini.

  1. Takut Menyia-nyiakan Pendidikan dan Pengalaman yang Sudah Dimiliki

Jangan bergantung pada pendidikan atau pengalaman yang tidak lagi melayani tujuan Anda. Jika profesi baru tidak mencantumkan syarat yang sesuai dengan pendidikan dan pengalaman yang Anda miliki, namun Anda menginginkan profesi tersebut karena yakin keahlian Anda di sana, maka tetaplah maju tanpa ragu. Di dalam pendidikan dan pengalaman yang Anda miliki, ada yang namanya transferable skills. Nah, kemampuan ini pasti bisa dimanfaatkan di profesi yang baru. Kalau sudah begini, tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk takut dan ragu.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan