10 Alasan Terburuk Yang Harus Dihindari Saat Ingin Berhenti Bekerja dan Memulai Bisnis

Menjalankan bisnis membutuhkan ketekunan dan ketahanan mental yang luar biasa. Banyak orang, yang sudah mengalami pahit-manis dan jatuh-bangun dalam membangun bisnis sendiri, mengatakan bahwa hal paling utama yang mereka perlukan di saat-saat terburuk adalah motivasi dari dalam diri sendiri. Motivasi ini merupakan alasan yang sangat kuat, yang mendorong mereka memutuskan dan melakukan sesuatu. Menjalani pekerjaan sebagai pebisnis (entrepreneur) harus melalui jalan yang berat dan berliku. Tanpa didorong alasan yang kuat dan tekad yang sungguh-sungguh, orang akan gampang menyerah. Oleh karena itu, sebelum kita mengambil keputusan untuk memulai bisnis dan menjalani hidup sebagai entrepreneur, kita perlu memeriksa motivasi kita.

Motivasi apa pun sebenarnya boleh saja. Kita punya kebebasan menentukan satu hal atau beberapa hal penting yang akan kita jadikan motivasi dan akan menjadi penyemangat ketika kita menghadapi banyak rintangan dalam berbisnis. Akan tetapi, ada loh motivasi atau dalam hal ini alasan-alasan yang harus kita hindari. Artinya, jangan jadikan alasan-alasan yang salah sebagai pendorong hingga kita berhenti bekerja dan memutuskan berbisnis.

Berikut adalah 10 alasan terburuk yang harus kita hindari.

1. Tidak Suka Pekerjaan Saat Ini
Jika kita tidak suka pekerjaan saat ini maka yang perlu kita lakukan adalah ganti pekerjaan, bukannya memulai bisnis. Tetapi sebelum memutuskan berganti pekerjaan, ada baiknya kita mencari tahu alasan kita tidak suka dengan pekerjaan saat ini. Apabila penyebabnya adalah lingkungan tidak kondusif maka bicarakan hal itu dengan atasan, siapa tahu kita bisa dipindah ke divisi atau cabang lain. Namun jika penyebabnya adalah tidak suka bekerja di bidang itu, untuk apa lagi bertahan lebih lama. Misalnya saja, kita bekerja di bagian administrasi, padahal kita suka pekerjaan lapangan, berganti profesi dapat menjadi pilihan kita.

2. Pekerjaan Tidak Menantang dan Membosankan
Jika kita bosan, yang kita butuhkan adalah liburan atau hiburan. Jika butuh tantangan, cari sesuatu yang menantang nyali. Panjat tebing, barangkali? Yang jelas, bosan dan menganggap pekerjaan kurang menantang, bukan alasan tepat untuk berhenti bekerja, apalagi untuk memulai bisnis sendiri.

3. Gaji Tidak Mencukupi Kebutuhan
Artinya, kita sedang menghadapi masalah finansial. Minta kenaikan gaji, cari pekerjaan lain, atau pindah ke perusahaan yang menawarkan gaji lebih tinggi bisa dijadikan alternatif pilihan. Berhenti bekerja dan memulai bisnis tidak akan menyelesaikan masalah ini, justru akan memperburuk kondisi keuangan kita.

4. Tidak Suka Bos atau Supervisor
Kita tidak perlu suka pada bos atau supervisor kita. Dalam bekerja di suatu perusahaan, kita hanya perlu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Jika kita sama sekali tidak tahan melihat mereka, pindah kerja atau cari pekerjaan di tempat lain merupakan solusi terbaik. Tapi ingat, ketika menjalankan bisnis sendiri, kita mungkin harus berhadapan dengan banyak sekali orang yang tidak kita sukai.

5. Punya Ide Bisnis
Punya ide bisnis saja tanpa tahu cara mewujudkannya sama sekali tidak cukup dijadikan alasan untuk berhenti bekerja dan memulai bisnis. Kebanyakan ide membutuhkan pemikiran dan perencanaan matang hingga ide tersebut akhirnya dapat dieksekusi menjadi langkah-langkah nyata yang bisa kita lakukan setahap demi setahap. Jadi, kalau baru punya ide, kerjakan dan buktikan terlebih dahulu bahwa ide itu bisa dijadikan pegangan hidup. Setelah yakin, baru kita resign.

6. Stres Karena Tidak Bisa Fokus Mengurus Bisnis Sambil Bekerja
Tekanan dan tingkat stres yang tinggi sudah pasti akan dialami siapa pun yang bekerja di dua bidang dalam satu waktu. Tapi kita akan lebih stres lagi ketika bisnis tidak berjalan sesuai harapan, sementara kita sudah berhenti bekerja dan tidak punya penghasilan lagi.

7. Teman Sudah Berhenti Bekerja dan Sukses Dengan Bisnisnya

Setiap orang punya cerita hidup. Kita bisa mengikutijejaknya, tetapi belum tentu membawa kita ke jalan yang sama. Carilah motivasi yang lebih kuat.

8. Ingin Cepat Kaya
Memulai bisnis membutuhkan banyak pengorbanan, terutama keuangan. Mungkin ketika menjalaninya, kita justru mengalami kemerosotan keuangan yang sangat pahit, terutama pada beberapa bulan pertama. Jika menjadi kaya adalah satu-satunya alasan kita, bisa jadi pada akhirnya kita tidak bertahan, lalu menyerah.

9. Ingin Menjadi Bos Bagi Diri Sendiri
Semoga kita tidak menganggap bahwa menjadi bos berarti bisa bersantai dan hanya ongkang-ongkang kaki. Pada kenyataannya, berhenti bekerja dan memulai bisnis sendiri menuntut kita bekerja lebih keras dari sebelumnya dan memiliki kemampuan pula untuk menanggung risiko. Jadi kalau alasan kita hanya untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan bersantai, pikirkan ulang kembali niat untuk berhenti bekerja dan berbisnis.

10. Ingin Memiliki Lebih Banyak Waktu Luang
Pada saat bekerja di suatu perusahaan, kita hanya perlu bekerja selama delapan jam sehari dan lima hari seminggu. Apa pun yang terjadi di luar jam kerja, itu bukan urusan kita. Pokoknya setiap bulan kita hanya tahu menerima gaji sebagai hak kita. Hal berbeda akan kita rasakan begitu kita memulai bisnis sendiri. Bisa jadi kita harus memikirkan bisnis selama 16 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Belum lagi kalau ada masalah lain yang harus kita pikirkan, misalnya cara mendapatkan lebih banyak keuntungan dan menghindari risiko bangkrut. Fakta ini sama sekali tidak mendukung keinginan untuk memiliki banyak waktu luang.

Sepuluh alasan yang baru saja kita bahas bersama sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Kita tetap bisa menjadikan salah satunya sebagai motivasi, namun tetap harus didukung dengan alasan lain yang lebih kuat. Ingat motivasi yang lemah bisa dengan mudah menggoyahkan tekad kita untuk sukses sebagai pebisnis. Kenapa? Karena dunia bisnis yang akan kita masuki bukan dunia yang ramah.

Sumber: Segera Resign & Mulai Bisnis! (Sri Masiang)

Tinggalkan Balasan