Wahai Para Jomblo, Yuk Simak 7 Manfaat dan Kemuliaan Seorang Jomblo Yang Tidak Pacaran

Di dalam Islam, segala macam problem kehidupan diatur sedemikian rupa, termasuk permasalahan jomblo yang satu ini. Kita tentu sangat akrab dengan istilah halal dan haram di dalam Islam. Perbuatan yang halal berarti perbuatan yang baik dan boleh dilakukan. Sementara, perbuatan yang haram berarti perbuatan yang wajib dijauhi dan tidak boleh dilakukan. Dalam penetapan halal-haram, Islam memang tidak sembarangan. Ada banyak hal yang melatarbelakangi dan semua pasti melalui perhitungan yang matang, tidak lain untuk kebaikan kita sendiri.

Di dalam islam, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang tidak diresmikan dengan ikatan tali pernikahan alias pacaran adalah sesuatu yang haram, bahkan menodai nilai-nilai Islam dan kehormatan manusia itu sendiri. Apalagi pacaran remaja sekarang sudah sampai berpegangan tangan, bahkan ciuman menjadi hal biasa, bahkan yang parahnya lagi didukung media-media, khususnya televisi yang seperti sengaja mencontohkan hal-hal tersebut kepada masyarakat.

Tanpa harus diungkap satu-satu, kamu pasti sudah sangat tahu apa yang terjadi akibat hubungan yang haram ini, hamil di luar nikah, penyakit kelamin menular semacam HIV/AIDS, belum lagi kasus pembunuhan bayi di dalam kandungan karena tidak mau menanggung malu. Hal-hal mengerikan tersebut kebanyakan bermula dari pergaulan bebas, salah satu bentuknya adalah pacaran. Sampai di sini, kita pasti sadar mengapa Islam melarang hubungan yang tidak halal ini. Kita belum bicara masalah dosa, tetapi sudah sangat jelas bahwa hubungan ini merupakan salah satu hal yang menyebabkan kerugian di dunia.

Jadi ketika kamu masih istikamah dengan status jomblo, menahan diri dari yang namanya pacaran, itu artinya Allah sedang memuliakan kamu. Hal ini seharusnya membuat kamu bangga, bukan malah kebalikannya. Ketika orang-orang memanggil kamu jomblo ngenes sekali pun, kamu seharusnya nyantai aja karena status ke-jomblo-an itu diridai agama dan Allah. Kamu enggak perlu menangis setiap malam meratapi ke-jomblo-an yang sedang menimpa hidupmu sekarang ini. Jangan banyak melamun, lebih baik memperbaiki diri sendiri aja dulu.

Allah memberikan jaminan bahwa kalau kamu baik, Allah akan memberikan kamu pasangan yang baik. Kalau kamu tidak baik, jangan berharap mendapat yang baik. Yang orang-orang sebut dengan “jomblo sampai halal”, memang benar-benar harus kamu praktikkan. Jika dengan status jomblo saat ini Allah memuliakan kamu maka jangan sekali-kali malah menghinakan diri sendiri dengan status pacaran. Pilih mulia atau hina? Jawab sendiri dengan hati nurani. Kalau memilih mulia, kamu seharusnya enggak perlu meratap karena status jomblo. Justru harusnya seneng, Mblo!

Istikamah dengan status jomblo via pexels.com

Yang paling perlu kita ingat: Dalam Islam, satu-satunya cara melepas ke-jomblo-an hanya dengan menikah. Kalau sudah siap menikah berarti sudah siap juga meninggalkan masa-masa jomblo. Tapi kalau belum siap, ya harus sabar-sabar dulu men-jomblo. Solusi jomblo bukanlah dengan pacaran. Karena, pacaran justru malah menambah problem dan masalah. Mereka yang memilih pacaran sebenarnya tetap aja jomblo.

Manfaat dan Kemuliaan bagi Jomblo

Islam memang memuliakan jomblo selama mereka tidak menodai masa jomblonya dengan pacaran. Nah, berikut ini manfaat dan kemuliaan yang didapatkan seorang jomblo yang menahan diri untuk tidak pacaran. Ini dia di antaranya (Yang jomblo simak dan hayati dalam-dalam ya).

Pertama: Jauh dari berbagai bentuk maksiat.

Manfaat paling besar untuk kamu yang jomblo kemudian menahan diri dari pacaran adalah terhindar dari berbagai bentuk maksiat yang biasanya muncul akibat hubungan yang tak halal. Berpacaran hanya akan membuat kamu membayangkan seseorang yang tidak halal untuk dibayangkan, memandang seseorang yang tidak halal untuk dipandang. Bahkan, kalau kita melihat cara pacaran anak muda sekarang, ada yang berpegangan tangan saat jalan-jalan sama pacarnya maka dengan men-jomblo berarti kamu menjaga diri dari maksiat-maksiat tersebut. Kalau kamu iri dengan orang yang pacaran sama saja kamu iri dengan orang yang berbuat maksiat.

Ibadah menjadi lebih fokus via pexels.com

Kedua: Ibadah menjadi lebih fokus.

Salah satu enaknya menjadi jomblo adalah ibadahnya bisa lebih fokus, bisa khusyuk. Lain halnya kalau pacaran. Dikit-dikit ada yang nelpon, dikit-dikit ada yang ngajak jalan. Terus, ibadahnya kapan? Yang lucu adalah ada yang pacaran niatnya biar ada yang ngingetin ibadah, biar ada yang ngebangunin tahajud. Awalnya sih memang iya. Semalam, dua malam bangunin tahajud, tapi lama kelamaan, boro-boro tahajud, salat wajib aja sering telat karena banyak chatting-an, banyak telepon-an.

Ketiga: Tidak menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Bagi yang jomblo, ada banyak waktu dan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang positif. Lain ceritanya kalau pacaran, waktunya kebanyakan buat numpuk-numpuk dosa. Jalan-jalanlah, belanja barenglah. Sekalinya diam di rumah, waktunya habis cuma buat BBM-an, messenger-an, whatsapp-an, dan semacamnya.

Keempat: Pikiran lebih tenang.

Yang pacaran itu biasanya enggak bisa tenang, takut pacarnya diambil orang lah, takut ditinggal kawin lah, bahkan sering banget berantem sama pacarnya cuma karena masalah sepele. Bagaimana kalau yang jomblo? Mereka ya, tenang-tenang aja. Hepi-hepi aja. Bisa dibilang, pikirannya lebih bisa diarahkan untuk selalu positif.

Kelima: Lebih irit pengeluaran.

Ini nih, kenyataan banget. Jomblo itu sebenarnya mengirit pengeluaran. Apalagi bagi yang masih kuliah atau belum mempunyai pekerjaan. Uang kiriman dari orang tua bisa awet berabad-abad tuh. Betapa tidak, duit orang yang pacaran biasanya dipakai buat mentraktir pacarnya. Bela-belain enggak pernah beli baju sendiri demi bisa beliin baju pacarnya. Bela-belain tiap hari makan mi instan demi bisa sering mentraktir pacarnya. Giliran ditinggal kawin sama orang lain, baru tahu rasa. Haha. (Horeee… Akhirnya, pembaca yang jomblo bisa tertawa lepas).

Keenam: Lebih fokus untuk memperbaiki dan menggali potensi diri.

Para jomblo-ers itu mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bisa menggali potensi dirinya demi membangun masa depan yang cerah. Enggak akan ngerasain digangguin terus-terusan sama pacar.

Ketujuh: Tidak mudah galau.

Terakhir, mereka yang jomblo tidak akan mudah terjangkit virus-virus yang menyebabkan galau. Paling-paling galau dikejar-kejar ibu kost karena mungkin sudah tiga bulan belum bayar kost-an. Sementara yang pacaran, mereka sangat rentan terhadap penyakit galau. Di dalam pacaran, putus nyambung atau gonta-ganti pacar itu seperti sesuatu yang sangat mudah. Ya, hal itu terjadi karena enggak ada ikatan dan perjanjian yang benar-benar kuat, seperti pernikahan. Dan efeknya, pasti yang bersangkutan akan sering merasakan galau yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan