Trik Penulisan Curriculum Vitae (CV) yang Menarik

Meskipun banyak yang menyarankan mencari pekerjaan melalui network dan koneksi lebih efisien, bukan berarti CV (Curriculum Vitae; Daftar Riwayat Hidup) tidak dibutuhkan lagi. Ibaratnya, network hanya membantu Anda menemukan pintu yang layak diketuk dan koneksi Anda membawa Anda memasuki ruang tamu. Tetapi untuk dapat diterima dan bekerja secara full time, Anda perlu menempuh jalur formal, yakni memasukkan CV. Dengan kata lain, CV tetap membutuhkan perhatian penuh meskipun Anda mendapatkan informasi pekerjaan melalui networking yang Anda miliki.

Tidak peduli Anda ingin mendapatkan pekerjaan impian melalui network atau mengirimkan surat lamaran kerja, menulis CV tetap penting untuk Anda perhatikan.

Apa Itu CV?

Curriculum Vitae (CV) biasa disebut juga biodata atau daftar riwayat hidup, khususnya riwayat pendidikan dan pekerjaan. Ada juga yang mengatakan bahwa CV adalah nama lain resume. Dalam buku ini, CV dibedakan dengan resume. Biasanya, CV dibuat untuk melamar pekerjaan atau untuk mendapatkan beasiswa pendidikan.

CV adalah alat promosi saat Anda harus “menjual diri” demi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Di dalamnya, Anda menjual kemampuan, kualifikasi, serta pengalaman kerja.

Kapan CV Digunakan?

CV digunakan ketika syarat lowongan kerja menyebutkan bahwa Anda perlu mengirimkan lamaran kerja (walaupun tidak disebutkan secara spesifik agar mengirimkan CV, surat lamaran kerja biasanya diikuti dengan CV). CV juga digunakan ketika Anda mengajukan diri untuk posisi pekerjaan yang tidak diiklankan dan Anda mendapatkan informasinya melalui relasi/koneksi yang ada dalam networking Anda.

Informasi Apa Saja yang Harus Tercantum dalam CV?

Sebenarnya, tidak ada standar yang pasti bagaimana CV yang baik. Penulisan CV tergantung pada kreativitas Anda dan jenis pekerjaan/profesi yang Anda tuju. Misalnya, Anda perlu membuat CV yang berwarna-warni serta berisi contoh karya jika Anda melamar pekerjaan kreatif dan kasual. Sementara CV yang berwarna-warni tidak bagus untuk pekerjaan yang lebih formal. Bagi para pencari pekerja, CV sebaiknya memuat beberapa hal berikut:

Pengalaman kerja terkait 45%
Kualifikasi & skills 35%
Informatif 25%
Prestasi-prestasi 16%
Ejaan & tata bahasa 14%
Riwayat pendidikan 9%
Soft skills (kegigihan untuk meraih sukses) 9%
Kejelasan tujuan 3%
Penambahan kata kunci 2%
Informasi kontak 1%
Pengalaman-pengalaman pribadi 1%
Keterampilan komputer 1%

Data Umum:

  • Detail pribadi, seperti: nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, dan email.
  • Alamat email sebaiknya menggunakan nama diri Anda dan hindari menggunakan email sebagai berikut: nanachayankmaniezselalu@yahoo.com.
  • Foto diperlukan kalau diminta. Jika tidak, sebaiknya tidak melampirkan foto. Jika Anda ingin melampirkannya, lampirkan dengan pakaian yang pantas dan sopan serta wajah yang tersenyum (ingat ini bukan foto paspor).
  • Untuk riwayat pendidikan, perlu dicantumkan tingkat pendidikan Anda (S1/S2/S3) disertai nilai.
  • Tidak perlu mencantumkan hobi jika hobi tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pekerjaan yang akan dilamar.

Manajer yang menyortir CV kadang melakukannya di luar jam kerja, mungkin sambil ngopi atau dalam keadaan lelah dan stres. Oleh karena itu, mereka hanya membaca sekilas (tidak lebih dari satu menit) dan langsung melihat ke bagian-bagian terpenting (skills, pendidikan, pengalaman kerja), kemudian langsung mengategorikannya dalam kelompok-kelompok, seperti “tertarik”, “mungkin” atau “tidak tertarik.”

Pengalaman Kerja

  • Saat menuliskan pengalaman kerja, gunakan kata pendukung yang memberi kesan positif, seperti: membangun…, mengorganisir…, merencanakan….
  • Ungkapkan inti terbaik pengalaman kerja Anda, bukan rutinitasnya. Contoh, Anda memiliki pengalaman bekerja di toko atau restoran. Anda menonjolkan kemampuan bekerja sama dalam tim, menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan, serta kecerdikan menghadapi keluhan-keluhan. Hindari menyebutkan rutinitasnya, seperti: membersihkan meja, mencuci piring, dan lain-lain.

Skills:

  • Kemampuan berkomunikasi, seperti kemampuan berbahasa asing (fasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, dan sebagainya).
  • Digital skills, seperti mampu bekerja dengan baik menggunakan MS. Access, Excel, atau memiliki pengetahuan dasar desain web.
  • Menonjolkan tranferable skills (Anda perlu mencari hubungan skills yang Anda miliki dengan kualifikasi pekerjaan yang diinginkan). Contoh, pekerjaan yang Anda incar adalah bidang keuangan. Selain bekerja dengan angka-angka, bidang keuangan juga membutuhkan kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah. Jadi sebaiknya, Anda fokus pada skills menganalisis dan menyelesaikan masalah tersebut, bukan menonjolkan kemampuan membujuk atau bernegosiasi dengan pelanggan.
  • Hampir semua pekerjaan membutuhkan kemampuan untuk bekerja sama dalam satu tim. Artinya, apa pun pekerjaan Anda, pengalaman bekerja dalam satu tim sangat dibutuhkan, karena di dalam pengalaman ini juga berkaitan dengan kemampuan merencanakan, mengorganisasi, berkoordinasi, dan berkomitmen. Jika Anda berpengalaman sebagai sales, tentu Anda memiliki kemampuan meyakinkan calon pembeli untuk membeli produk/jasa yang Anda tawarkan, berbagi tugas dengan adil, juga berkomunikasi dengan pekerja di bidang lain yang masih dalam satu perusahaan dengan Anda.

Minat dan Prestasi

  • Singkat dan langsung pada sasaran. Jika Anda telah mencantumkan prestasi yang lebih tinggi maka prestasi yang lebih rendah tidak perlu dicantumkan. Misalnya, Anda mencantumkan prestasi best sales tingkat nasional maka best sales tingkat propinsi tidak perlu dicantumkan lagi.
  • Mencantumkan minat yang terlalu luas dan banyak hal akan memperlihatkan bahwa Anda tidak punya minat sama sekali.
  • Minat yang anti mainstream perlu dicantumkan, misalnya menyukai olahraga terjun payung atau mendaki gunung. Minat semacam ini menunjukkan kemampuan Anda untuk melampaui batas diri Anda sendiri. Dengan kata lain, Anda mampu melakukan hal-hal yang mungkin tidak banyak dilakukan oleh orang lain.
  • Walaupun Anda ingin menunjukkan luasnya wawasan Anda, kegiatan yang dilakukan sendirian (seperti membaca, nonton film, bermain playstations) akan menimbulkan kesan Anda kurang dapat bergaul dengan orang lain.

Trik Penulisan CV

Jumlah Halaman

  • Akurat, tata bahasa baik dan rapi, tidak ada kesalahan ketik.
  • Singkat, padat, logis, dan mudah dibaca (dipahami).
  • Panjang CV sebaiknya tidak lebih dari lima halaman. Dua halaman bagus, tetapi dengan tingginya tingkat kesibukan perekrut pekerja, satu halaman jauh lebih baik. Oleh karena itu, Anda perlu menyortir hal-hal yang harus Anda cantumkan dalam CV. Cantumkan hal-hal yang benar-benar relevan saja dengan pekerjaan yang Anda inginkan.
  • Langsung menyasar posisi yang ditargetkan dan cantumkan skills yang sesuai.
  • Gunakan font Lucida Sans, ukuran 10, spasi tunggal, dan ukuran kertas A4.
  • Tuliskan dalam bentuk poin-poin, bukan narasi.
  • Tuliskan nama pekerjaan dan posisi yang Anda inginkan dengan jelas.
  • Tuliskan nama dan alamat perusahaan yang dituju dengan benar.
  • HINDARI PENGGUNAAN HURUF BESAR! (Kesannya Anda meneriakkan kata-kata itu).
  • Baca dan periksa kembali sebelum dikirim.
  • Gunakan format dalam bentuk Word dan/atau PDF. Kirimkan kedua bentuk itu agar penerima email bisa memilih format mana yang mau dibuka.

Jenis CV

  • Ditulis menurut urutan kronologis.

Penulisan CV seperti ini merupakan cara konvensional dan paling mudah. Cocok digunakan untuk mencari pekerjaan dalam bidang yang sama dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja.

  • Ditulis berdasarkan skills.

Penulisan CV seperti ini cocok untuk menonjolkan kemampuan-kemampuan serta prestasi yang dapat dimanfaatkan pada profesi baru.

  • Ditulis dengan format yang dapat dipindai.

Jika tujuan Anda adalah pekerjaan di bidang multimedia, web desain, atau komputer games maka Anda perlu mengirim CV web atau CV yang dapat dipindai. Web CV menggunakan format HTML yang mencantumkan alamat website Anda. Pada website tersebut, Anda menampilkan kemampuan Anda menggunakan grafis, warna, hyperlinks, bahkan suara, animasi, dan video. Dalam penulisan CV ini, aturan-aturan dasar tetap berlaku dan hendaknya tetap terlihat profesional.

Data Digital

  • Mungkin tanpa disadari CV Anda dapat “dibaca” di media sosial milik Anda, seperti Facebook, Twitter, Path, atau LinkedIn.
  • Orang yang bermaksud merekrut Anda memiliki kemungkinan memeriksa nama dan menganalisis image yang ada di media sosial Anda. Pastikan profil, foto profil, dan postingan-postingan Anda tidak mengandung hal-hal berbau pornografi, orientasi politik tertentu, dan sebagainya.
  • Untuk mencegah kemungkinan perekrut kerja menganalisis melalui media sosial milik Anda, setting media sosial tersebut hanya untuk teman Anda (privacy security).

Perlukah Membuat CV untuk Setiap Pekerjaan yang Anda Inginkan?

Untuk memperbesar peluang dan menarik perhatian perekrut tenaga kerja dari suatu perusahaan, sangat disarankan agar CV Anda ditulis berdasarkan pekerjaan atau posisi yang dituju.

Dengan kata lain, Anda sudah memiliki konsep tertentu berdasarkan posisi pekerjaan yang ingin dilamar untuk setiap CV. Jika Anda harus menulis CV untuk setiap pekerjaan, mungkin akan terasa melelahkan dan kurang efektif. Untuk mengatasi hal ini, Anda disarankan membuat model CV dan resume.

  • Curriculum Vitae (CV) untuk mendokumentasikan data personal, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta daftar skills yang Anda miliki.
  • Resume digunakan untuk menonjolkan skills dan transferable skills.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Tinggalkan Balasan