Teori Evolusi Menurut Para Ahli

A. Teori Asal-Usul Kehidupan

Beberapa ahli melakukan usaha untuk menjawab asal-usul kehidupan, di antara teori yang diajukan sebagai berikut:

1. Teori Abiogenesis atau disebut juga Teori Generatio Spontanea

Merupakan teori tentang asal usul kehidupan yang pertama kali muncul yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan. Beberapa peneliti yang mengemukakan teori abiogenesis adalah:

  • Aristoteles mengamati adanya larva lalat yang muncul secara tiba-tiba pada daging yang busuk. Aristoteles berkesimpulan bahwa larva lalat tersebut berasal dari daging yang busuk. Teori ini diperkuat dengan ditemukannya mikroskop oleh Antonie van Leeuwenhoek, yaitu adanya mikroorganisme pada rendaman jerami.
  • John Needham melakukan percobaan dengan mengisi beberapa labu (gelas lab.) tertutup dengan kaldu daging, kemudian dipanaskan tetapi tidak sampai mendidih. Selanjutnya labu tersebut ditutup dan disimpan pada suhu kamar. Setelah beberapa hari, ternyata semua labu menjadi keruh yang menunjukkan bahwa di dalam labu sudah berisi mikrobia.

2.  Teori Biogenesis

Merupakan teori yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Beberapa penelitian yang dilakukan mendukung teori biogenesis dan menolak teori abiogenesis, penelitan tersebut dilakukan oleh:

  • Francesco Redi (1627 – 1697), melakukan percobaan dengan memasukkan daging ke dalam stoples yang tertutup dan terbuka. Kedua stoples tersebut dibiarkan selama berhari-hari. Setelah diamati terbukti bahwa pada stoples yang dibiarkan terbuka didapati adanya larva lalat, sedangkan pada stoples yang tertutup tidak terdapat larva lalat. Menurut Redi, hal ini terjadi karena stoples yang dibiarkan terbuka telah dimasuki telur lalat yang kemudian menetas menjadi larva lalat.
  • Lazarro Spallanzani (1729 – 1799) memanaskan labu (gelas lab) yang berisi kaldu dalam waktu yang lebih lama hingga mendidih yang kemudian ditutup dengan cara melelehkan leher labu, kemudian ditutup sehingga benar-benar rapat. Hasilnya air kaldu tetap jernih, yang berarti bahwa tidak terdapat mikrobia meskipun dibiarkan sampai beberapa hari.
  • Louis Pasteur (1822 – 1895) melakukan percobaan dengan menggunakan labu (gelas lab) yang ujungnya kecil dan tertekuk, sehingga mikrobia dan debu tidak dapat masuk ke dalam gelas karena akan tertahan pada dasar leher, sedangkan udara tetap dapat masuk ke dalam labu. Setelah leher angsa tersebut dipecahkan pada bagian yang melengkung, dalam sehari kaldu tersebut berubah warna menjadi keruh karena di dalamnya telah ditumbuhi mikrobia. Dari bantahannya tersebut, Louis Pasteur merumuskan Teori Biogenesis yaitu omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo, omne vivum ex vivo yang berarti kehidupan berasal dari telur, telur berasal dari kehidupan, dan kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya.

3. Teori Evolusi

Teori evolusi adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta. Berikut teori dari para ilmuan mengenai Evolusi makhluk hidup:

a. Jean Baptise Lamarck

Lamarck mengungkapkan bahwa:

  • Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan.
  • Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya.
  • Organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan mengalami kemunduran bahkan hilang.

Contoh: Lamacrk berpendapat bahwa dahulu, jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi keturunan jerapah yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil makanan di pohon yang tinggi), leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang. Jerapah yang telah beradaptasi menjadi leher panjang tersebut, akan mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapat beradaptasi baik dengan lingkungan, maka ia akan mengalami kemunduran. Idenya mengenai evolusi, dituangkan di dalam buku berjudul “Philosophic zoologique”.

b. Charles Darwin

Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul “on the ofiginof species by means of natural selection” atau “the preservation of favored races in the struggle for life”. Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat: Dasar evolusi organik bukanlah dari adaptasi lingkungan, melainkan karena seleksi alam dan seksual

  • Seleksi alam berupa “pertarungan” dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup.
  • Setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses bereproduksi.
  • Untuk berkembang biak, diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup.
  • Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus.

B. Bukti Adanya Evolusi

Bukti-bukti yang telah ditemukan oleh para ahli dan dianggap menjadi petunjuk adanya fenomena evolusi antara lain:

  1. Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang fosil. Fosil merupakan sisa-sisa organisme yang hidup di masa lampau, terawetkan secara alami, dan telah berumur jutaan tahun. Fosil dapat berupa tubuh yang utuh, bagian-bagian tubuh, jejak, ataupun kotoran (koprolit) dari makhluk hidup.
  2. Organisme yang berbeda memiliki organ-organ yang fungsinya sama. Organ-organ yang memiliki fungsi sama tetapi memiliki struktur yang berbeda disebut organ analog, contohnya yaitu sayap kupu-kupu dan sayap burung memiliki fungsi yang sama untuk terbang akan tetapi memiliki bentuk yang berbeda. Selain itu, terdapat juga organ-organ yang struktur dasar dan tipe perkembangan embrionalnya sama akan tetapi memiliki fungsi berbeda yang disebut organ homolog, contohnya lengan manusia, kaki pada kucing, sirip ikan paus, dan sayap kelelawar memiliki fungsi yang berbeda, tetapi struktur dasarnya sama.

Struktur analog dan homolog tersebut menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara satu spesies dengan spesies yang lainnya. Hubungan tersebut menunjukkan perkembangan evolusioner yang semakin maju pada makhluk hidup.

  1. Adanya struktur/organ mahluk hidup yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang atau yang disebut vestigial, contohnya: usus buntu atau umbai cacing pada manusia, sayap pada burung kiwi dan pinguin yang tidak dapat digunakan untuk terbang.
  2. Perkembangan embriologi adalah perkerkembangan embrio hewan dari fertilisasi-zigot-blastula-gastrula-diferensiasi dan spesialisasi. Bentuk embrio mirip dengan hewan vertebrata. Ditemukan adanya kantong insang yang pada ikan tetap menjadi insang sedangkan pada manusia menjadi daun telinga dan saluran eustachius. Perhatikan gambar berikut:

Gambar Perbandingan Perkembangan Embrio

  1. Kesamaan biokimia pada makhluk hidup, contohnya enzim sitokrom pada hampir setiap organisme hidup, urutan asam amino pada hemoglobin mamalia menunjukkan kemiripan.
  2. Penyebaran hewan dan tumbuhan di berbagai daerah.
  3. Pembudidayaan tanaman ataupun hewan tertentu oleh manusia telah melahirkan spesies-spesies baru yang memiliki sifat yang berbeda dengan nenek moyangnya. Contohnya adanya semangka tanpa biji.

C. Spesiasi

Spesiasi adalah pembentukan spesies baru dan berbeda dari spesies sebelumnya dalam kerangka evolusi. Spesiasi dianggap selesai jika kedua spesies baru tersebut tidak mampu lagi melakukan kawin silang, dan begitu seterusnya. Dapat diambil kesimpulan bahwa semua makhluk hidup yang ada berasal dan berkembang dari moyang yang sama, yaitu dari bentuk hidup tunggal yang pertama (bersel satu), seperti: Virus/Bakteri → bersel banyak → ikan → amphibia → reptilia → mamalia rendah àmamalia tinggi, dan seterusnya. Syarat terjadinya spesiasi sebagai berikut:

  • Adanya perubahan lingkungan.
  • Adanya relung, tempat hidup, dan interaksi suatu organisme yang kosong.
  • Adanya keanekaragaman suatu kelompok organisme.

D. Evolusi Kimia dan Biologi

Tokoh evolusi kimia adalah Harold Urey berpendapat bahwa asalusul kehidupan dimulai dari adanya reaksi-reaksi kimia antara zat-zat anorganik seperti metana (CH4), hidrogen (H2), amonia (NH3), dan uap air (H2O) yang sangat banyak di atmosfer dengan bantuan energi tinggi dari halilintar dan sinar kosmis, sehingga terbentuk zat organik sederhana. Zat organik sederhana selanjutnya saling bereaksi dan terbentuk zat organik kompleks bersifat hidup yang keadaannya digambarkan seperti virus kemudian setelah berjuta-juta tahun zat hidup tersebut berkembang menjadi berbagai organisme.

Pendapat Harold Uray dikuatkan oleh percobaan Stanly Miller, dalam percobaanya gas amonia, metana, dan karbondioksida dimasukkan dan dipanasi selama seminggu dengan aliran listrik tegangan tertinggi.

Hasil reaksi tersebut terbentuk zat baru yaitu asam amino, adenin urin, dan gula sederhana (ribose). Percobaan ini membuktikan bahwa zat anorganik dapat membentuk setidaknya zat organik yang terdapat pada makhluk hidup, pembentukan pada sub purba dapat menjadi langkah pertama dalam evolusi yang menghasilkan makhluk hidup.

Tokoh evolusi biologi adalah Alexander Oparin yang berpendapat bahwa bumi yang kaya dengan senyawa seperti uap air, metana, karbondioksida, ammonia dengan adanya energi yang sangat kuat terutama sinar ultra violet memungkinkan reaksi dan pembentukan senyawa yang lebih komplek. Senyawa komplek tersebut merupakan komponen sel yang disebut sup purba.

E. Hukum Hardy-Weinberg

Hardy adalah seorang ahli matematika dari Inggris, sedangkan Weinberg adalah seorang ahli fisika dari Jerman. Mereka mencetuskan hukum kesetimbangan populasi berdasarkan analisis matematis yang dinamakan Hukum Hardy-Weinberg. Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen dalam suatu populasi akan selalu konstan dari generasi ke generasi berikutnya meskipun anggota populasi saling kawin secara acak.

Persamaan Hary-Weinberg

(p+q)2 = 1

p2 + 2pq + q2 = 1

AA + 2Aa + aa = 1

F. Pandangan (Kecenderungan) Baru tentang Teori Evolusi

Evolusi dapat dijelaskan secara rinci dengan bukti-bukti DNA. Fragmen DNA adalah dokumen evolusi yang penting secara fungsional untuk makhluk hidup bersifat invariabel atau tidak beranekaragam. Jika mutasi dialami oleh suatu fragmen DNA, maka akan menyebabkan munculnya kelainan pada individu. Apabila hal tersebut terjadi secara terus-menerus dan diturunkan, maka akan muncul individu baru artinya telah terjadi evolusi. Beberapa konsep baru tentang evolusi adalah sebagai berikut:

  1. Teori netral adalah sebuah teori yang menjelaskan bahwa pada tingkat molekul, seleksi alam tidak selalu bekerja. Bagian protein atau DNA yang bebas dari seleksi alam akan mengalami evolusi netral.
  2. Evolusi netral adalah evolusi yang menghasilkan keanekaragaman tanpa fungsi tertentu.
  3. Mutasi netral adalah mutasi yang menghasilkan sifat baru tanpa dibebani seleksi alam.

Sumber: Pocket Biologi SMA

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan