Strategi Menjual Produk Bagus Agar Laku Keras Dipasaran

“Bagaimana cara agar produk yang saya jual laris manis dan bisa mendatangkan keuntungan?”

“Saya sudah menerapkan berbagai teknik menjual produk yang tertulis di buku dan artikel, tapi kenapa produk saya tetap sulit laku?”

Kalau kita bergabung di komunitas para penjual, di forum mengenai marketing dan bisnis, atau ketika ada pertemuan para penjual dalam seminar atau workshop, dua pertanyaan tadi paling banyak diajukan oleh para entrepreneur, terutama mereka yang baru memulai bisnis. Masalah produk yang sulit terjual tadi memang menjadi momok yang menakutkan. Seperti yang kita bahas di bab sebelumnya, produk yang baik adalah produk yang bisa dijual. Dengan terjualnya produk tersebut, kita bisa mendapatkan keuntungan yang nantinya bisa digunakan untuk membiayai operasional dan mengembangkan bisnis menjadi lebih besar.

Sebaliknya, jika produk yang dijual salah hingga sulit laku, maka usaha apa pun yang kita lakukan untuk memperoleh dan meningkatkan penjualan akan sulit mencapai hasil sesuai harapan. Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

  1. Bertanya Kepada Orang-orang Terdekat

Tunjukkan produk kita kepada orang-orang yang kita kenal, mulai dari anggota keluarga, rekan kerja, kenalan di komunitas, atau siapa pun yang mungkin memberikan masukan secara jujur dan obyektif. Tanyakan, apakah mereka mau mengeluarkan uang untuk membeli produk tersebut?

Kita juga bisa memberi contoh produk kepada mereka dan minta mereka mencobanya. Setelahnya, minta masukan dan pendapat berkaitan dengan pengalaman mereka yang telah men coba produk kita. Cara ini bagus untuk mengeta hui layak atau tidaknya produk kita untuk konsumen dan mengetahui peluang laku tidaknya produk tersebut kalau dijual.

  1. Lakukan Survei Dengan Memanfaatkan Media Sosial

Belakangan ini perkembangan teknologi semakin pesat dengan berbagai media sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Manfaatkan hal ini. Buatlah survei untuk menggali pendapat banyak orang berkaitan dengan produk kita. Lihat dan pelajari seberapa besar ketertarikan orang-orang atas produk tersebut? Jika banyak orang tertarik dan bersedia membeli hanya untuk mencoba produk tersebut, maka produk tersebut masih memiliki kemungkinan laku di pasaran. Jika tidak, bergegaslah memikirkan ide untuk menciptakan produk lain yang lebih mampu menjawab kebutuhan konsumen.

  1. Lihat Produk Laku di Toko Konvensional dan Toko Online

Untuk melihat produk apa saja yang laku di pasaran, kita bisa berkunjung ke berbagai toko konvensional yang ada di sekitar kita. Amati pergerakan produk-produk yang serupa dengan produk kita. Apa kelebihan dan kekurangan produk kita dibandingkan produk-produk laku itu. Cara lain yang lebih cepat dibandingkan jalan-jalan ke berbagai toko adalah mengunjungi market place besar dan melihat trafik penjualan produk laris di sana.

  1. Amati dan Pelajari Tren yang Sedang Berlangsung

Kita juga bisa mengamati dan mempelajari tren yang sedang booming di masyarakat. Contohnya, ketika berita Presiden Jokowi mengenakan jaket Bomber jadi viral, penjualan produk ini meningkat tajam dan banyak konsumen memburu produk yang sama atau produk serupa. Hal ini menjadi catatan penting, bagaimana cara kita membuat suatu produk bisa menjadi viral? Mungkin dengan testimoni , bekerja sama dengan para blogger, mengikuti event tertentu, dan sebagainya.

  1. Evaluasi Cara Promosi dan Pemasaran

Lihat kembali hasil pengamatan di lapangan terhadap produk-produk laku yang dijual secara offline dan online (poin 3). Jika produk serupa laku dijual oleh entrepreneur lain, maka pikirkan kemungkinan adanya kesalahan yang telah kita lakukan dalam cara promosi dan pemasaran.

Evaluasi kembali cara kita melakukan promosi produk. Apakah cara tersebut mampu menjangkau target konsumen yang dituju? Apakah tim sales/pemasaran telah menjalankan tugas mereka dengan baik? Apakah strategi pemasaran telah dijalankan sesuai rencana?

  1. Bertindak Segera Berdasarkan Data dan Fakta

Setelah melakukan pengamatan, mempelajari data dan fakta nyata di lapangan, dan melakukan evaluasi yang hasilnya telah teruji kebenarannya, inilah saatnya kita segera bertindak sebelum semuanya terlambat. Jangan sampai bisnis sudah telanjur sekarat baru kita berpikir mengubah produk.

Ketika satu produk gagal di pasaran, bukan berarti produk itu jelek dan tidak bermanfaat. Bisa jadi timing peluncuran produk yang tidak tepat, salah target pasar, atau bisa pula karena kita kurang mampu menyesuaikan ketersediaan produk yang dijual dengan kebutuhan konsumen.

Sumber: 101 Problem Solving for Entrepreneur

Tinggalkan Balasan