Sifat Miliarder itu Berpikir Investasi dan Tidak Pernah Khawatir Tentang Uang

Bagikan Artikel ini:

Benarkah orang kaya hanya memikirkan uang saja? Atau sebaliknya, justru orang-orang miskinlah yang selalu memikirkan uang? Faktanya, orang kaya tidak pernah khawatir tentang uang. Justru orang yang tidak punya uanglah yang selalu berpikir lebih banyak tentang bagaimana cara mendapatkan uang dan selalu merasa khawatir karena tidak punya uang.

Orang biasa sangat khawatir kehilangan pekerjaan, sakit, atau kehabisan uang, karena perencanaan bulanan yang keliru. Kekhawatiran ini menghabiskan banyak waktu, bahkan sering memberikan dampak negatif pada benak mereka. Hidup dalam kekhawatiran bukanlah hidup yang baik.

Para miliarder tidak mau khawatir. Mereka memilih menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi dan mencapai keuntungan. Mereka yakin bahwa uang adalah konsekuensi logis dari apa yang mereka kerjakan. Mereka tidak takut kehilangan uang karena mereka yakin akan mendapatkan lebih banyak lagi bila mereka berhasil. Lalu, mereka berpikir kreatif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mereka. Apabila saat ini belum ada solusi, bukan berarti persoalan itu tidak ada solusinya. Mereka yakin betul bahwa selalu ada solusi di setiap persoalan. dari cara berpikir kreatif. Saat Siebold mengatakan bahwa para miliarder berpikir tentang cara memperoleh lebih banyak uang, pada dasarnya orang kaya tersebut tidak berpikir tentang uang. Mereka berpikir tentang cara-cara menyelesaikan persoalan hidup, dan tidak berfokus pada uang. Bagi orang kaya, uang adalah sarana untuk mempercepat penemuan solusi. Lalu sebagai konsekuensinya, solusi itu harus produktif.

Orang-orang biasa juga bisa melakukan apa yang dilakukan para miliarder ini. Prinsipnya, keluarlah dari cara berpikir yang sempit tentang uang dan arahkan kemampuan berpikir pada ide-ide baru yang menarik. Uang akan mengalir dengan sendirinya karena gagasan menarik tersebut.

Para miliarder tidak pernah khawatir tentang uang

Apakah Anda pernah belajar sejarah perkebunan di Indonesia pada masa lalu? Pada masa kolonial, di setiap perkebunan selalu tersedia lokalisasi, kedai minum, dan berbagai media hiburan lain yang diperuntukkan bagi para pekerja perkebunan. Bila musim gajian tiba, para pekerja akan membelanjakan penghasilan mereka di tempat-tempat tersebut. Alhasil, gaji sebulan habis dalam waktu sehari. Kenyataan seperti ini sering kita dapati pula di masa sekarang. Di depan suatu pabrik ataupun di pinggir jalan raya sering kita dapati pasar kaget. Pasar ini muncul tiap 2 minggu sekali (di pabrik) ataupun 1 bulan sekali (di dekat perkantoran pemerintah). Biasanya, pasar kaget ini muncul tiap tanggal gajian pegawai. Bisa ditebak, banyak pekerja yang membelanjakan uang mereka di pasar kaget usai gajian.

Miliarder juga berbelanja, namun frekuensi belanja mereka lebih banyak di pasar-pasar saham, obligasi, real estate, benda-benda seni, dan benda-benda bergerak. Para miliarder ini senang dengan keyakinan bahwa uang haruslah bekerja untuk mereka. Inilah salah satu rahasia mengapa si kaya makin kaya, yaitu mereka dapat membuat uang bekerja untuk mereka, sekalipun mereka tidur lelap.

Para miliarder juga yakin bahwa dengan berpikir kreatif, mereka bisa memberikan banyak hal yang dibutuhkan oleh orang-orang biasa. Semakin besar dampak pemikiran itu, semakin kaya mereka. Contohnya, betapa pintar orang kaya yang menginvestasikan uang mereka untuk menyediakan sebuah produk pelangsing karena mereka paham bahwa banyak orang terganggu dengan kegemukan. Siapa yang menikmati produk orang-orang kaya itu? Tidak lain adalah orang-orang biasa yang gemar sekali membelanjakan uang mereka hanya demi terlihat langsing. Cobalah berpikir untuk menyisihkan pendapatan Anda tidak hanya dengan membelanjakan uang di pasar kaget, melainkan menabungnya, lalu menginvestasikan tabungan itu untuk melipatgandakannya.

Miliarder Melihat Uang Secara Rasional

Ada banyak orang yang tidak pernah mengumpulkan uang dalam jumlah besar karena serangkaian keyakinan yang membatasi diri mereka. Hal ini disebabkan karena mereka termakan oleh pemikiran-pemikiran umum tentang uang yang justru membawa mereka pada keadaan keuangan yang biasa-biasa saja. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa, tidak terlepas dari pesan-pesan negatif tentang uang secara terus-menerus. Pada akhirnya, mereka meyakini bahwa uang memang dapat mengendalikan diri mereka. Dengan kata lain, orang-orang biasa takut kehilangan uang, namun memandang uang sebagai hal yang jahat. Di saat yang sama, mereka ini pula yang diam-diam justru mencintai uang. Akibatnya, banyak orang hanya mampu bertahan hidup tanpa bisa mengatasi persoalan keuangan mereka, bahkan sampai seumur hidup tetap begitu.

“Orang biasa takut kehilangan uang dan memandang uang sebagai hal yang jahat.”

Singkatnya, orang-orang yang berpikir terbatas seperti ini tidak mungkin bisa menjadi panutan jika Anda ingin berpikir tanpa batas. Seseorang yang hidup dalam batasan-batasan tertentu tidak mungkin mengajari Anda tentang hidup tanpa batas. Orang yang miskin tidak mungkin mengajari Anda cara menjadi kaya.

Di sisi lain, orang yang cerdas, berpendidikan tinggi, dan bahkan orang-orang sukses, bisa saja berubah menjadi orang yang penuh ketakutan dalam memandang uang. Hanya sedikit orang yang mampu berpikir tentang uang secara rasional. Biasanya, hanya orang kaya yang bisa memandang uang sebagaimana adanya. Mereka sudah mahfum bahwa uang adalah alat yang dapat memberikan banyak pilihan dan kesempatan.

Mereka juga mengerti sekali, dengan atau tanpa uang, manusia tetap tidak akan pernah puas. Tetapi dengan uang, segala hal bisa menjadi lebih mudah. Bagi mereka, uang adalah alat yang sangat penting dalam permainan yang mereka lakukan. Tanpa harus terbelenggu rantai-rantai emosional, para miliarder mampu menghasilkan uang sebanyak yang mereka mau. Bila Anda berbicara tentang uang, mari buang sisi emosional yang selalu takut kehilangan uang.

Source: 99 Perbedaan Cara Berpikir Miliarder VS Orang Biasa

Bagikan Artikel ini: