Setiap Orang Memiliki Kesempatan Yang Sama Untuk Kaya

Banyak sekali pandangan yang mengatakan bahwa orang kaya bertambah kaya, sementara si miskin semakin miskin. Pandangan ini benar adanya. Sering kali kita temukan kenyataan hidup yang demikian. Meskipun begitu, yakinlah bahwa orang kaya bertambah kaya bukanlah kesalahan sistem kehidupan. Mereka menjadi semakin kaya karena pola pikir mereka mendukung hal itu. Sekali lagi, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kaya.

Kebanyakan orang sering membatasi pemikirannya tentang cara memperoleh uang. Kita sering berpikir bahwa untuk mendapatkan uang banyak, maka seseorang harus bekerja sedemikian keras, lembur berjam-jam, mendapatkan bonus, dan sejenisnya. Seorang miliarder tidak demikian. Mereka tidak membatasi pemikiran pada sistem yang sudah berjalan selama ini.

Para miliarder tersebut sadar betul bahwa ide menjadi kaya tidak terbatas caranya, sehingga mereka tidak pernah berpikir tentang berapa banyak uang yang harus mereka hasilkan setiap saat. Prinsipnya, mereka harus mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

Orang biasa menghabiskan separuh kekuatannya untuk khawatir akan uang. Berbeda dengan para miliarder, mereka justru tanpa rasa takut berusaha mengarahkan seluruh kemampuan untuk menjadi semakin kaya. Para miliarder ini sadar betul bahwa menjadi kaya tidak ada batasnya.

Miliarder-miliarder ini berani menciptakan kesempatan melalui gagasan-gagasan dan pemilihan waktu yang tepat. Sementara orang-orang biasa justru mengkhawatirkan banyak hal sehingga tidak berani melakukan sesuatu yang berdampak besar. Perencanaan demi perencanaan yang dibuat oleh orang biasa justru membuat batas-batas yang menghambat produktivitas uang yang dimilikinya. Para miliarder, dengan kesadaran yang tinggi, justru tidak mau membatasi diri dengan tahapan-tahapan perencanaan.

Para Miliarder, terutama orang-orang yang beranjak dari hidup yang biasa-biasa saja, adalah orang yang berani meluaskan cakrawala berpikirnya untuk menjadi kaya. Contohnya, Mark Zuckerberg, jebolan Universitas Harvard, yang awalnya membuat Facebook sebagai alat jejaring sosial para mahasiswa Harvard. Sekarang, Facebook menjadi sedemikian membumi di dunia nyata, sebagai alat yang digunakan ratusan juta orang untuk berbagai keperluan.

Baca juga  3 Hal yang Membuat Anda Bisa Melaju Jauh Lebih Cepat Dalam Mencapai Kesuksesan Personal Maupun Finansial

Teladan lainnya adalah Larry Ellison. Ia adalah orang yang putus sekolah karena tidak punya biaya dan masa kecilnya yang yatim piatu, namun sekarang ia menjadi pemilik Oracle Corporation. Suatu kali, Larry membaca makalah berjudul “A Relation Model of Data for  Large Shared Data Bank” yang ditulis oleh Edgar F. Codd, seorang programmer di IBM Corp. Tampaknya pemikiran Codd tidak menarik bagi IBM sehingga perusahaan tersebut tidak melihat sisi komersil dari pemikiran Codd. Tidak demikian bagi Larry Ellison. Bersama rekan-rekannya di Ampex, ia mendirikan sebuah perusahaan dengan modal hanya 2.000 dolar AS (saat ini setara 25 juta rupiah). Ia menamai perusahaannya Ampex Corporation. Konsep Structured Query Language (SQL) yang dirumuskan Codd berhasil dikembangkan menjadi sebuah sistem database.

Ampex Corporation memenangkan kontrak membangun sistem manajemen database milik dinas rahasia AS, CIA. Sistem database tersebut dinamakan Oracle. Saat ini, Oracle sudah berkibar sebagai sebuah sistem database dan banyak perusahaan-perusahaan besar yang menggunakannya. Ampex Corporation, perusahaan yang dibangun dengan modal 25 juta rupiah itu telah berubah menjadi Oracle Corporation, dengan aset senilai 100 miliar dolar pada bulan Agustus 2014 (Sumber: laporan Keuangan Oracle Corp.)

Sumber: 99 Perbedaan Cara Berpikir Miliarder VS Orang Biasa

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan