Seorang Miliarder Tahu Referral Marketing Menciptakan Jutawan dan Melihat Uang Sebagai Sumber yang Tidak Terbatas

Bagikan Artikel ini:

Para pelaku marketing (pemasaran) sering dianggap remeh, bahkan dipandang rendah, padahal mereka sangat terlatih dan berdedikasi penuh untuk menjadi wirausahawan yang andal. Mereka ini pula yang telah memberikan sumbangsih besar bagi kesejahteraan. Para pelaku pemasaran ini tergabung dalam berbagai sektor industri, termasuk jaringan Multi Level Marketing (MLM), penjualan langsung, pemasaran event organizer, atau program-program afiliasi lain.

Pelaku pemasaran tidak memerlukan kantor yang cantik atau gelar yang berderet. Memang ada yang bergelar sarjana, master, atau doktoral, tetapi banyak juga yang tidak lulus sekolah. Latar belakang mereka beragam, tetapi mereka sama-sama punya satu hal, yaitu hati singa. Untuk menjadi seorang penjual, tidak dibutuhkan gelar yang hebat ataupun portofolio senilai jutaan dolar, melainkan yang dibutuhkan hanyalah hati singa.

Biasanya, mereka memulai usaha hanya berbekal sedikit uang yang ada di dompet ditambah mimpi di dalam hati. Di antara mereka, banyak yang memulainya selagi masih menjadi karyawan. Mereka sering mendapatkan cemoohan, juga dipandang sebelah mata. Meskipun demikian, mereka tetap melanjutkan apa yang mereka lakukan dengan penuh keberanian. Anda bisa saja meremehkan dan menjatuhkan mental mereka, nyatanya jumlah mereka terus bertambah. Orang-orang biasa selalu merendahkan orang yang mengejar kesuksesan selagi orang tersebut belum mencapainya. Tetapi anehnya, apa yang dilakukan kebanyakan orang justru membuat mental para pelaku pemasaran ini menjadi sekeras baja.

Saking seringnya orang-orang merendahkan mereka, para pelaku pemasaran jadi terbiasa ditolak dan tetap berusaha demi mencapai kesuksesan. Mereka sadar sepenuhnya bahwa penolakan adalah bagian yang harus mereka jalani demi meraih mimpi yang mereka dambakan. Kalau tidak mau ditolak, berarti tidak mau menjadi kaya raya.

Saat keyakinan seperti ini berhasil menguasai diri mereka, maka pelaku pemasaran mulai memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah permainan. Semakin sering bermain, mereka semakin kaya. Pemasaran adalah kesempatan yang baik bagi kebanyakan orang untuk memulai bisnis dengan modal sedikit, namun berpotensi menjadikan mereka jutawan. Banyak yang sudah mengalaminya.

Miliarder Fokus pada Kegiatan Mencari Uang

Orang biasa sering kali menghabiskan uangnya untuk menghibur diri melalui beragam aktivitas. Mereka hidup dalam keyakinan ‘sedikit usaha, banyak senang’. Sementara, orang kaya pintar sekali memanfaatkan keadaan ini dan dalam sekejap mereka menciptakan industri-industri yang mampu memenuhi hasrat orang biasa, yaitu kenyamanan dan hiburan.

Orang kaya memberikan perhatian penuh pada kegiatan mencari uang dengan cara-cara yang mereka sukai, misalnya karena mereka suka dengan bisnis real estate, mereka terjun dalam spekulasi bisnis properti; bila mereka mencintai barang-barang seni, mereka lakukan investasi di bidang seni; jika mereka senang bermain angka, mereka terjun ke jual beli saham. Jadi, sembari bekerja mereka juga menekuni kesenangan mereka, sekaligus menghasilkan uang. Orang kaya menyadari bahwa pengaruh yang kuat adalah salah satu rahasia kesuksesan dan mereka akan terus memanfaatkan hal ini. Saat orang biasa berusaha mengingat-ingat dan menghitung nomor togel, para miliarder justru sedang merumuskan ide-ide baru untuk memuaskan hasrat produktivitas mereka.

Di benak orang biasa, para miliarder ini terkesan terus-menerus bekerja. Orang biasa sering kali lupa bahwa para miliarder sedang mengerjakan apa yang mereka sukai dan berusaha mendapatkan bayaran dari apa yang mereka kerjakan. Para miliarder sering mengatakan, “Jangan lakukan hal-hal yang tidak disukai!” Hal ini termasuk juga tentang cara-cara mencari uang.

Larry Ellison, si pemilik Oracle, selalu mengatakan bahwa ia menyukai matematika dan sains. Larry sangat fokus saat bergelut dengan dua hal tersebut, sampai pada saatnya ia membuat Oracle menjadi perusahaan penyedia layanan database. Dalam program database, Anda akan banyak menemukan bahasa operasi yang bersifat matematis. Tidak percaya? Silakan pelajari SQL, barang jualannya Oracle.

Para miliarder sering mengatakan, “Jangan lakukan hal-hal yang tidak disukai!”

Miliarder Melihat Uang Sebagai Sumber yang Tidak Terbatas

Pernah mendengar pameo yang berkata, “Uang datang seperti kura-kura, namun pergi seperti kijang.”

Orang-orang biasa meyakini bahwa uang terbatas jumlahnya sehingga diperlukan usaha yang sangat keras untuk memperjuangkan dan mendapatkannya sebelum direbut orang lain. Mereka hidup dalam ketakutan bahwa uang susah didapat dan susah dipertahankan. Berabad-abad lamanya, mereka terpola dengan pemikiran seperti ini hingga pemikiran yang sempit dan terbatas mengenai uang telah menjadikan mereka hanya mampu mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup saja.

Sekali lagi, orang-orang kaya berlawanan dengan orang-orang biasa. Meskipun orang kaya juga mengalami masa yang sama dengan orang biasa, namun orang kaya berhasil keluar dari stigma negatif tentang uang dan membangun hubungan yang sehat dengan benda ini. Orang kaya ini memahami bahwa uang mengalir karena gagasan. Dan karena gagasan itu sesungguhnya tidak dapat dibatasi, maka uang pun demikian.

 Akibatnya, bila orang biasa bertarung demi mendapatkan sebanyak mungkin uang, orang kaya justru memeras otak menciptakan gagasan-gagasan baru yang berpotensi menambah kelimpahan mereka. Dengan kata lain, mereka memanfaatkan uang sebagai ‘bahan bakar’ untuk mewujudkan impian. Bukan uang yang mereka kejar, tetapi menjalani hidup berdasarkan nilai-nilai yang mereka bangun tanpa gangguan orang lain.

“Orang kaya memanfaatkan uang sebagai ‘bahan bakar’ untuk mewujudkan impian.”

Orang biasa selalu mengatakan bahwa orang kaya itu rakus, jahat, dan materialistis. Anggapan ini tidak salah karena memang ada orang kaya yang hidupnya diarahkan oleh ambisi yang membuta, lengkap dengan naluri membunuh. Jika Anda bertemu orang seperti ini, mereka akan menghancurkan Anda tanpa ragu. Tetapi banyak juga orang kaya yang tidak demikian. Mereka hidup dengan semangat tinggi, penuh kepedulian, dan mengasihi sesama. Mereka mau dan bersedia menyediakan pendanaan bagi berbagai yayasan kemanusiaan dan banyak organisasi nirlaba. Miliarder seperti ini mengerti cara memanfaatkan uang demi meningkatkan dan memberdayakan apa pun yang ada di sekitar mereka.

Apa yang membuat mereka tidak ragu untuk memberi? Tidak lain karena mereka percaya bahwa uang itu tidak terbatas. Jika mereka perlu uang, mereka tinggal berpikir untuk menciptakan suatu hal baru.

Source: 99 Perbedaan Cara Berpikir Miliarder VS Orang Biasa

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan