Pentingnya Meningkatkan Skills, Membuat Diferensiasi, dan Memanfaatkan Pengalaman Dalam Berbisnis

Pentingnya Meningkatkan Skills

Skills adalah keterampilan untuk menghasilkan hal-hal yang Anda butuhkan dalam hidup. Dengan skills, Anda bisa menanam sesuatu, mencari, dan berburu makanan, bahkan dapat membuat makanan dari bahan-bahan yang sebelumnya tidak terpikirkan dapat dimakan. Dengan skills, Anda tidak saja bisa bertahan hidup, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup Anda.

Sejak zaman nomaden hingga akhirnya hidup menetap, manusia sudah memperlihatkan kemampuan untuk menggunakan berbagai peralatan, baik yang terbuat dari batu, daun-daunan, ranting, bambu, bahkan serabut kelapa, demi menghasilkan makanan, tempat tinggal, dan untuk menghibur diri. Skill yang satu mengasah skill yang lain. Skill pertama melahirkan skill berikutnya. Dari hari ke hari, skill atau kemampuan manusia semakin banyak.

Sebagai manusia modern, tentu Anda memiliki potensi untuk memiliki lebih banyak skill, terutama skill paling tidak mendasar. Belum lagi kemampuan Anda dalam berbicara, membaca, dan menulis, yang dapat Anda kembangkan dan Anda jual sebagai produk jasa, apalagi jika didukung dengan berbagai fasilitas yang bisa Anda manfaatkan. Dengan kata lain, ada banyak hal yang membantu Anda untuk bertahan hidup di zaman modern ini.

Sayangnya, banyak di antara Anda yang mungkin merasa tidak dapat bertahan hidup karena kesedihan, keputusasaan, atau penderitaan yang Anda tanggung. Dalam keadaan seperti ini, Anda membutuhkan iman.

Iman dapat diartikan kepercayaan berkaitan dengan adanya kekuatan di dalam diri Anda, yang menjadi sumber kekuatan dan kehidupan Anda. Apabila memiliki iman, Anda akan tetap memiliki kekuatan dan harapan bahwa suatu hari nanti hidup Anda menjadi lebih baik. Ketika Anda merasa beban hidup yang Anda tanggung terlalu berat hingga Anda ingin menyerah, di saat yang sama, Anda percaya bahwa ada kekuatan di luar diri Anda, yang Anda percaya sebagai Tuhan atau Sang Pencipta. Tuhan selalu sanggup menolong Anda dengan cara-Nya yang ajaib.

Kepercayaan bahwa Anda sanggup bertahan hidup akan membuat Anda kuat dan bangkit kembali untuk mengeksplorasi diri Anda, menggali talenta-talenta, memaksimalkan seluruh potensi, dan bangkit dari keterpurukan. Di dalam hidup ini, kondisi yang paling sulit bukan menaklukkan gunung yang paling tinggi, melainkan menaklukkan diri sendiri.

Diferensiasi

Membuat Diferensiasi by pexels.com

Di bursa kerja, Anda adalah produk yang akan Anda “jual”. Produk yang baik perlu memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari produk-produk sejenis, demikian juga Anda. Anda perlu menonjolkan keunikan yang ada di dalam diri. Anda tidak harus menjadi yang terbaik karena akan selalu ada yang lebih baik dan sempurna. Yang perlu Anda miliki adalah keunikan yang membuat orang lain sulit melupakan Anda.

Bayangkan, diri Anda sebagai orang dari pihak perusahaan yang melaksanakan seleksi untuk mengisi posisi strategis di perusahaan tersebut. Apa yang membuat Anda memutuskan memilih seseorang sebagai kandidat bagi posisi itu? Bagaimana cara Anda menentukan pilihan? Apa yang menjadi dasar keputusan yang Anda ambil?

Sama seperti Anda memilih satu merek produk, demikian pula Anda memilih seorang kandidat: Anda memilih sesuai dengan kriteria Anda, ditambah dengan sesuatu yang menjadi kelebihannya. Jadi, agar dapat terpilih sebagai kandidat di bursa kerja, Anda harus mempersiapkan nilai tambah apa yang ada di dalam diri Anda dan bisa Anda tonjolkan. Nilai tambah tersebut harus berbeda dari kebanyakan orang yang mengajukan diri pada posisi yang sama dengan yang Anda ajukan sehingga nilai tambah itulah yang membuat Anda menjadi unik dan berbeda. Dalam persaingan di bidang apa pun, nilai tambah itu menjadi pembeda Anda dengan kebanyakan orang.

Apa Diferensiasi Anda?

Diferensiasi bisa digali dari dalam diri Anda sendiri, yakni dengan mengekplorasi potensi-potensi yang Anda miliki, mencari yang terkuat, dan mengombinasikannya sehingga menciptakan potensi baru yang berbeda. Misalnya, Anda adalah orang dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan ekonomi. Dengan menggabungkan kedua latar belakang itu, Anda mungkin bisa memiliki kemampuan yang unik.

Diferensiasi juga bisa diciptakan. Misalnya Anda seorang web developer. Pekerja di bidang ini bisa jadi sudah banyak, tetapi Anda bisa membuat diri Anda menonjol dibandingkan pekerja yang lain. Caranya, meningkatkan skill Anda dengan mengikuti kursus seni rupa sehingga kemampuan Anda dalam mendesain website menjadi lebih baik dan memiliki keunikan tersendiri.

 Apa Pentingnya Diferensiasi?

Sama seperti produk, produk yang tidak memiliki keunikan akan berharga murah dan tidak memiliki keistimewaan, sama seperti produk lain yang sudah lebih dulu ada (produk pabrikan yang diproduksi secara massal sering kali memiliki kesan murahan). Sedangkan produk yang dibuat secara khusus dan terbatas (limited edition), misalnya produk handmade, akan memiliki keunikan tersendiri. Untuk produk ini, Anda bisa menetapkan harga yang lebih tinggi daripada produk-produk lain yang sejenis.

Pengalaman Itu Lebih dari Ijazah

Memanfaatkan Pengalaman Dalam Berbisnis by pexels.com

Pengalaman adalah guru terbaik. Itu juga berlaku dalam dunia kerja, khususnya bagi Anda yang berencana beralih profesi. Pengalaman yang sudah dimiliki dapat Anda manfaatkan dalam pekerjaan selanjutnya.

Akan tetapi, banyak orang ragu mengambil langkah untuk beralih profesi karena takut tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, terlebih jika tidak memiliki pengalaman kerja di bidang tersebut. Padahal, pengalaman kerja sebelumnya selalu diperhitungkan untuk profesi yang diinginkan saat ini.

Sebenarnya, kalau Anda sudah bekerja selama lima atau sepuluh tahun dalam bidang apa pun, Anda sudah memiliki modal pengalaman kerja yang bisa Anda aplikasikan ke banyak bidang pekerjaan lain. Pengalaman kerja tersebut akan sangat berguna bagi profesi/pekerjaan selanjutnya kalau Anda tahu bagaimana menggali dan memanfaatkannya. Pengalaman setiap orang berbeda dan unik. Jika dikombinasikan dengan pengetahuan, skill, koneksi dan networking, serta diperkuat dengan ijazah akademik yang dimiliki, tentu akan sangat berguna bagi profesi Anda yang baru.

Apabila Anda pernah bekerja selama lima tahun, misalnya, sebagai pelayan di restoran yang setiap hari dipenuhi pengunjung, berarti pengalaman kerja yang Anda miliki, misalnya: mampu menghadapi beberapa pelanggan sekaligus, mampu bekerja sama dalam satu tim, memiliki kemampuan dalam menghadapi keluhan dan tuntutan pelanggan, mampu menjual, melayani, dan memuaskan pelanggan. Pengalaman kerja yang demikian sebenarnya juga diperlukan dalam bidang profesi lain.

Pengalaman memiliki kekuatan yang lebih daripada ijazah. Seorang insinyur yang berprofesi sebagai kontraktor di luar negeri dan berencana beralih profesi ke bidang public relation di suatu perusahaan tour & travel, memiliki kemungkinan diterima lebih besar bukan karena ijazah insinyurnya, melainkan karena pengalamannya dalam berhubungan dan berbaur dengan orang-orang asing, orang yang berbeda budaya dan bahasa. Jelas pengalamannya itu lebih dipertimbangkan daripada kandidat lain yang tidak memiliki pengalaman hidup di luar negeri dan hanya bermodalkan selembar ijazah dari sekolah pariwisata.

Sumber: Segera Resign & Mulai Bisnis

Tinggalkan Balasan