Pengaruh Generasi Milenial dalam Teknologi, Pendidikan, dan Kewirausahaan di Indonesia

Bagikan Artikel ini:

Seiring dengan mulai masuknya generasi milenial ke lapangan kerja (workforce), Indonesia sendiri sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia dapat dipastikan akan mengalami perubahan yang transformasional akibat dari generasi milenial ini, baik dari sisi ekonomi, pandangan politik, etos dan cara kerja, dan sebagainya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri, pada 2015 lalu, Indonesia memiliki perkiraaan jumlah penduduk sebesar 255,4 juta, dengan 24,5%-nya atau sebesar 62,7 juta orang merupakan manusia yang lahir pada generasi Y (lahir antara 1980-1995).

Artinya, hampir seperempat penduduk Indonesia adalah mereka yang lahir pada generasi Y. Walaupun secara jumlah, generasi milenial ini kalah banyak oleh generasi Z yang memiliki total populasi sebesar 67,8 juta orang pada 2015 lalu, fakta bahwa hanya sebagian kecil dari generasi Z yang  berada pada usia produktif menunjukkan bahwa generasi Y-lah yang masih akan membawa pengaruh paling besar di Indonesia setidaknya untuk 10 tahun kedepan.

Dikarenakan sebagian besar generasi milenial ini memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi ini memiliki tingkat financial literacy yang lebih baik terutama dalam hal investasi. Masih seputar investasi, berbeda dengan generasi sebelumnya yang memiliki preferensi untuk berinvestasi pada aset investasi berwujud (tangible asset) seperti emas, properti, batu mulia dan sebagainya; generasi milenial ini memiliki preferensi untuk berinvestasi pada aset finansial, seperti deposito, obligasi, saham, reksadana, dan sebagainya, karena kepraktisan investasi tersebut dan juga modal yang kecil untuk bisa memilikinya.

Dengan fakta tersebut, tidak mengherankan banyak sekali perusahaan asuransi maupun investasi asing yang tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia akibat dari pergeseran preferensi investasi tersebut dan juga jumlah penduduk Indonesia yang masif. Pergeseran preferensi ini jugalah yang akan mengubah cara bertransaksi dan berinvestasi para generasi milenial; apabila generasi sebelumnya lebih menyukai transaksi secara konvensional seperti bertransaksi saham menggunakan broker, mendatangi agen asuransi untuk membeli sebuah asuransi, sekarang generasi milenial ini dan generasi-generasi berikutnya akan lebih menyukai bertransaksi secara online, seperti membeli saham melalui online trading, membeli asuransi secara online, ataupun melalui telemarketing, dan sebagainya. Sekali lagi, hal ini tidak mengejutkan mengingat manusia generasi Y ini adalah mereka yang mengutamakan kepraktisan di atas segalanya, sehingga banyak sekali perusahan jasa keuangan di Indonesia yang mengembangkan dengan serius program online trading mereka atau memfasilitasi pembelian sebuah asuransi secara online.

Generasi milenial inilah juga yang ke depannya akan menjadi pemutar roda ekonomi Indonesia karena mereka adalah konsumen terbesar dari semua produk maupun jasa. Apabila kita menengok perekonomian Indonesia yang masih didorong oleh tingginya proporsi konsumsi rumah tangga (household consumption) dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi, dapat diketahui bahwa generasi milenial ini akan menjadi turbin yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020-2030 mendatang.

Dampak Teknologi

GO-JEK yang merupakan sebuah bisnis jasa ojek berbasis teknologi by flickr.com

Masyarakat Indonesia terutama generasi milenial ini adalah penggemar fanatik gadget, sehingga tidak mengherankan apabila Anda melihat seseorang dengan gaji yang pas-pasan membawa gadget dengan harga belasan juta. Fanatisme ini jugalah yang mendorong berbagai perusahaan gadget asing, seperti Apple, Samsung, Oppo, Huawei, dan sebagainya gencar memasarkan produk mereka di Indonesia, mengingat potensi pasar gadget Indonesia yang luar biasa. Sebagian besar generasi milenial ini sendiri rata-rata memiliki lebih dari 1 gadget, dan dengan jumlah penduduk yang diatas 250 juta orang (dengan lebih dari sepertiganya adalah manusia generasi Y), Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan teknologi ini.

Seperti halnya di luar negeri, di Indonesia sendiri teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang lahir pada generasi Y, dan generasi penerus mereka, sebab teknologi merupakan sesuatu yang mereka gunakan sehari-hari sedari kecil. Kedepannya, penulis memproyeksikan bahwa penggunaan teknologi masih akan prevalen di kalangan masyarakat dan bahkan akan semakin sering digunakan, mengingat berbagai teknologi pembayaran yang ada seperti e-wallet, e-banking, e-payment dan sebagainya semakin populer belakangan ini sehingga akan menggeser transaksi konvensional.

Perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia juga memberikan kesempatan bagi para wirausahawan (entrepreneur) untuk bisa mengembangkan berbagai bisnis berbasis teknologi, seperti GO-JEK yang merupakan sebuah bisnis jasa ojek berbasis teknologi, Traveloka yang merupakan bisnis tour & travel berbasis networking, ataupun Bukalapak yang merupakan bisnis e-commerce berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia sendiri juga membuka berbagai lapangan kerja baru seperti tuan rumah (host) untuk AIRBNB, pengemudi ojek untuk GO-JEK, atau pengemudi taksi untuk UBER.

Kemunculan berbagai disruptive technology companies di Indonesia, seperti GO-JEK, AIRBNB, UBER, dan sebagainya sendiri memberikan angin segar dalam berbisnis, karena perusahaan-perusahaan tersebut cenderung

memiliki biaya perantara (intermediary) yang lebih rendah dibanding perusahaan konvensional dan juga memberikan unsur kepraktisan serta jangkauan yang lebih luas sehingga tidak mengherankan bahwa ke depannya perusahaan-perusahaan seperti inilah yang akan berkembang dengan sangat pesat.

Dampak Pendidikan & Kewirausahaan (Education & Enterpreneurship)

Fenomena semakin banyaknya penduduk Indonesia terutama pada generasi Y yang memiliki pendidikan tinggi menjadi sebuah gamechanger di Indonesia, sebab sekarang hampir seluruh pekerjaan kerah biru mewajibkan calon pegawai mereka untuk memiliki tingkat pendidikan yang memadai (biasanya setara sarjana) untuk bisa melamar suatu posisi. Dikarenakan hampir seluruh fresh graduate di Indonesia sekarang didominasi oleh para generasi milenial, tidak mengherankan apabila persaingan mencari kerja semakin ketat belakangan ini terutama dikarenakan fakta bahwa populasi manusia generasi Y yang terbanyak adalah mereka yang lahir pada tahun 1990-1995 atau seringkali disebut generasi Y akhir.

Karena itu, Anda tidak perlu terkejut dengan kenyataan di lapangan bahwa seringkali sebuah pekerjaan yang tergolong blue collar memiliki tingkat gaji yang hampir sama dengan tingkat Upah Minimum Regional (UMR) daerah tersebut, akibat banyaknya supply tenaga kerja berpendidikan tinggi namun sedikitnya lapangan kerja yang mampu menampung potensi tenaga kerja tersebut sehingga mereka seringkali memperoleh pekerjaan yang sebenarnya juga bisa dilakukan oleh seseorang dengan tingkat pendidikan di bawah mereka. Berbeda dengan pendidikan, entrepreneurship atau kewirausahaan penulis ramalkan akan menjadi sebuah tren yang akan menjangkiti para manusia generasi Y ini, terutama karena kebijakan dan program pemerintah yang mendukung kemudahan dalam mendirikan suatu bisnis, seperti paket kebijakan ekonomi jilid XII oleh pemerintahan jokowi yang ditujukan untuk memperbaiki kemudahan berbisnis (ease of doing business) di Indonesia.

Salah satu definisi sukses dari generasi Y yaitu pengakuan publik (public recognition) juga menjadi sebuah alasan mengapa banyak dari generasi milenial di Indonesia ini mau mencoba untuk mulai berwirausaha. Dengan berwirausaha, akan lebih mudah bagi Anda untuk mendapat pengakuan dari publik bahwa Anda adalah seseorang yang mau mengambil risiko untuk bisa sukses lebih cepat dibandingkan dengan seseorang yang meniti karier di sebuah perusahaan.

Sumber: Millennial Finance

Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan