Pelajari Tips Penampilan dan Sikap Menghadapi Wawancara Kerja

Anda memang tidak boleh menilai orang berdasarkan pakaian mereka, akan tetapi tidak bisa dipungkiri banyak orang yang menilai orang lain berdasarkan penampilan awal yang terlihat. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Anda harus berpenampilan rapi (tidak boleh asal-asalan) ketika datang untuk wawancara kerja. Anda bisa berekspresi sesuka hati dalam kesempatan lain, tapi sebaiknya mengikuti aturan-aturan yang berlaku secara umum saat wawancara kerja. Anda pasti sudah tahu bahwa kesan pertama sangat menentukan persepsi orang mengenai diri Anda dan bagaimana mereka memperlakukan Anda selanjutnya. Dalam hal ini, pakaian dan sikap Anda bisa sangat berpengaruh untuk memberi kesan positif atau negatif bagi pewawancara.

Fashion

  • Kenakan pakaian yang pantas; walaupun mungkin pekerjaan yang dilamar tidak formal. Mengenakan celana pendek atau kaus oblong untuk wawancara kerja sudah pasti dianggap tidak pantas.
  • Kenakan pakaian yang bersih, rapi, formal, atau semi formal. Hindari blus yang memperlihatkan belahan dada atau rok yang terlalu pendek (untuk wanita).
  • Kenakan perhiasan/aksesoris secukupnya saja.

Sikap

  • Datang lebih awal dari waktu yang ditetapkan. Jangan datang terlambat di hari interview Anda.
  • Sikap tubuh: jaga kontak mata, duduk tegak, tapi relaks, jabat tangan secukupnya (jangan terlalu erat apalagi sampai mengguncang-guncang tangan orang).
  • Upayakan agar Anda tidak terlalu kaku atau tegang, tetapi jangan juga terlalu ceria.
  • Jangan mengunyah permen karet, menggigit-gigit kuku, atau memeriksa smartphone setiap dua menit.
  • Luangkan waktu untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan; berilah jawaban yang jelas dan tidak bertele-tele.
  • Berbicara dengan artikulasi yang jelas, tidak bergumam, volume yang cukup.
  • Hindari sikap yang terlalu akrab atau bercanda terlalu banyak.
  • Kalau diminta bertanya, berilah pertanyaan.
  • Hindari membicarakan keburukan atasan Anda yang sekarang/lalu.
  • Satu hal yang mungkin diperiksa oleh pewawancara adalah kebenaran hal-hal yang tercantum dalam resume Anda. Pastikan Anda tidak berbohong di resume tersebut.
  • Hindari kisah sedih betapa berartinya Anda mendapatkan pekerjaan yang dilamar demi membayar utang kartu kredit yang menumpuk atau demi anak Anda yang butuh uang sekolah, dan sebagainya. Hindari pula sikap sombong dan tidak ramah.
  • Persiapkan diri dengan dokumen-dokumen yang mungkin akan dibutuhkan atau salinan resume, siapa tahu pewawancara ada beberapa orang.
  • Duduklah setelah dipersilakan.
  • Duduk dengan tegak dan biarkan kaki Anda di lantai, jangan diangkat ke mana pun, apalagi ke atas kursi atau meja.
  • Tahan diri Anda membahas tentang uang atau liburan.
  • Jaga mulut Anda jangan sampai mengeluarkan kata-kata kotor, kasar, atau kutukan.

Follow Up

Setelah melakukan wawancara, kirimkan email singkat yang menunjukkan minat Anda akan memberikan kesan yang lebih baik.

Tips Menjawab “Ceritakan Tentang kekuatan dan kelemahan Anda”

  1. Jujur menjadi kunci selama wawancara. Jujurlah dengan kekuatan dan kelemahan Anda.
  2. Pilihlah yang paling tepat. Hal ini menjadi mudah jika sebelum melayangkan surat lamaran kerja, Anda sudah membaca persyaratan yang ditentukan dan mencocok kannya dengan kekuatan dan kelemahan Anda. Pilihlah pekerjaan yang persyaratannya paling sesuai dengan kekuatan pribadi Anda dan berdampak kecil bagi kelemahan Anda.
  3. Memberi jawaban. Anda memiliki kekuatan dan kelemahan dan pewawancara menyadari hal ini. Jadi, tidak usah malu menyebutkan kelemahan Anda, juga tidak perlu sombong atau bangga ketika menggambarkan kekuatan Anda. Jangan pernah katakan bahwa Anda tidak punya kekuatan/kelemahan.
  4. Jangan menyalahkan siapa-siapa. Salah satu kualitas yang paling mengagumkan adalah mengambil tanggung jawab atas kelemahan dan kekurangan Anda.
  5. Hati-hati dengan sindrom TBB (Terlalu Banyak Bicara). Kendalikan diri Anda agar tidak terlalu banyak bicara atau memberi terlalu banyak informasi. Tidak perlu ceritakan serunya acara ngopi setiap akhir pekan dengan teman-teman sekantor Anda.
  6. Selalu kaitkan dengan pekerjaan. Sebisa mungkin, berbicaralah tentang pekerjaan yang terkait dengan kinerja Anda. Tetap pada topik dan berikan jawaban yang relevan. Mereka tidak perlu tahu mantan kekasih Anda di kantor.

Source: SEGERA RESIGN & MULAI BISNIS!

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan